Intelligent, Thought Provoking and Mind Blowing Sci-Fi That Grips From Start to Finish
9Overall Score
Reader Rating 8 Votes
8.6

Independence Day, War of The Worlds, Battle of Los Angeles hingga Edge of Tomorrow merupakan beberapa contoh film invasi Alien yang ingin menguasai bumi dan manusia akhirnya berperang dengan alien-alien tersebut. Tetapi tidak di film Arrival, Alien-alien tersebut seperti “memarkirkan” 12 pesawat luar angkasa mereka yang seperti monolith di 12 penjuru dunia dan seperti tidak melakukan apa-apa. Membuat manusia bumi bertanya-tanya apa tujuan Alien-alien tersebut?

Louise Banks (Amy Adams) seorang profesor ahli berbagai bahasa diminta oleh pemerintah AS yang diwakili oleh Kolonel GT Weber (Forest Whitaker) untuk menterjemahkan suara Alien tersebut, karena suara tersebut tidak dimengerti, akhirnya Louise diterjunkan langsung bersama dengan ilmuwan Ian Donelly (Jeremy Renner) dan beberapa tim pendukung lainnya dalam merekam visual dan suara masuk kedalam pesawat Alien tersebut yang hanya dibuka dalam jangka waktu 18 jam sekali. Adegan-adegan memasuki pesawat dengan pergantian gravitasi tersebut mengingatkan dengan sebuah masterpiece dari Kubrick, yaitu 2001: Space Odyssey.

Karena suara yang diucapkan dan tulisan Alien yang menyerupai sangkar maupun cincin yang berwana hitam seperti muncratan tinta dari cumi-cumi (karakter Aliennya sendiri mirip dengan cumi-cumi, dengan 7 kaki / heptapods) tidak dimengerti oleh semua orang. Maka mulailah Louise mengajarkan bahasa manusia kepada Alien-alien tersebut, seperti halnya mengajarkan bahasa ke manusia aborigin di zaman dulu dengan begitu Manusia dan Alien saling mengenal bahasa-bahasa tersebut.

Loading...

Narasi film ini berdasarkan sudut pandang dari Louise, diperankan Amy Adams secara brilian, mendalam dan jelas layak mendapatkan berbagai penghargaan. Amy Adams membuat penonton seperti merasuk kedalam pikiran dia yang penuh dengan kebingungan, kecemasan, trauma kehilangan dan hubungannya dengan Alien yang begitu dalam. Pergumulan karakternya seperti mengingatkan dengan karakter Sandra Bullock di Gravity. Menjadikan Arrival begitu personal dan humanis dibandingkan dengan film-film science fiction lainnya.

Visual yang surealis, hening, menghantui ditambah dengan misteri gambaran Alien dan pesawatnya yang tidak ditampilkan dengan jelas semakin menambah penasaran. Apalagi Louise dan Ian hanya diperbolehkan untuk berkomunikasi melalui kaca tebal di suatu ruangan serba hitam, tetapi tidak dapat melihat jelas bentuk Alien dan bagaimana isi pesawat tersebut.

Jóhann Jóhannsson memberikan banyak iringan musik string dengan bass yang bergetar hingga membuat bulu kuduk berdiri sampai meringis dibuatnya. Iringan musiknya seakan-akan seperti mendegarkan “nyanyian” dari Alien-alien tersebut.

Arrival memang bukan film yang ditunjukan untuk memberikan entertainment value yang tinggi seperti halnya film-film invasi Alien kebanyakan, tetapi lebih membangun ketegangan dan rasa penasaran penonton sedikit demi sedikit dan puzzle demi puzzle. Kemudian Villeneuve menutup puzzle itu dengan ending yang sangat thought provoking dan mind blowing. Arrival tidak hanya tentang cinta, komunikasi dan paradoks waktunya Einstein. Tetapi membuat manusia kembali memikirkan tentang dashyatnya alam semesta hingga takdir dan pilihan hidup manusia.

Loading...