M. Night Shyamalan merupakan salah satu sutradara Hollywood yang memiliki pasang surut dalam karirnya. Beberapa tahun awalnya sebagai sutradara, ia sukses menghasilkan karya-karya yang membuatnya begitu diperhitungkan. Namun, tahun-tahun selanjutnya karyanya selalu mendapat kritikan negatif sebelum akhirnya bangkit lewat Split pada 2016 lalu.

Pekan ini, film terbarunya Glass siap meramaikan bioskop tanah air. Merupakan bagian dari trilogi Eastrail 177, Glass akan menghubungkan karakter dari Unbreakable (David Dunn, Elijah Price) dan Split (Kevin Wendell Crumb) dalam satu film.

Menyambut perilisan Glass hari ini, berikut masing-masing 5 film terbaik dan terburuk M. Night Shyamalan!

5 Terbaik

1. The Sixth Sense (1999)

Jika menyebut film terbaik dari M. Night Shyamalan yang paling terkenal, tentunya itu tak lain dan tak bukan adalah The Sixth Sense. Kisah seorang anak laki-laki dengan kemampuan berbicara dengan roh yang meminta bantuan kepada psikolog anak ini hadir satu tahun setelah drama komedi debut Shyamalan. Didukung penampilan memukau dari Haley Joel Osment, Bruce Willis dan Toni Colette, The Sixth Sense begitu berkesan berkat akhir filmnya yang tidak terduga. Dari sinilah akhir kisah yang tidak terduga menjadi ciri khas dari sutradara yang lahir di India tersebut.

2. Unbreakable (2000)

Usai kesuksesan The Sixth Sense, Shyamalan kembali dengan film yang tidak kalah menarik yaitu Unbreakable. Lewat film ini, ia bekerja sama lagi dengan Bruce Willis. Kali ini, bintang Die Hard tersebut berperan sebagai David Dunn, seorang penjaga keamanan yang menjadi satu-satunya korban yang selamat dari kecelakaan kereta. Dengan bantuan Elijah Price (Samuel L. Jackson), ia menemukan kekuatan yang sejak dulu ada pada dirinya dan menggunakannya untuk menumpas kejahatan. Tanpa ledakan, CGI, dan kota yang hancur berlebihan, Unbreakable menjadi film superhero yang unik dan tentu dengan akhir yang tidak terduga.

3. Signs (2002)

Signs merupakan kombinasi dari seluruh elemen yang selalu ada dalam film Shyamalan yaitu horor supranatural, spiritual, drama keluarga. Graham (Mel Gibson) adalah mantan pendeta yang tinggal bersama adik laki-laki dan dua keponakannya. Ketika tanda lingkaran muncul di tanah mereka dan seluruh dunia, keluarga ini menjadi paranoid akan teror yang datang dari alien. Berkat kisahnya ini, Signs menjadi satu dari tiga film terbaik (The Sixth Sense dan Unbreakable) pada masa keemasan karir Shyamalan.

4. The Visit (2015)

Bertahun-tahun setelah kegagalannya yang terus berulang, akhirnya Shyamalan hadir dengan film yang kembali menunjukkan talentanya sebagai sutradara lewat The Visit. Kisahnya fokus pada dua anak remaja yang mengunjungi kakek neneknya pertama kali di Pennsylvania. Pada awalnya semua berjalan dengan baik, sebelum keduanya menyadari ada yang tidak beres dengan kakek neneknya. Memiliki biaya pembuatan yang rendah dan menggunakan teknik found footage, The Visit justru sukses menghibur para penggemarnya.

5.  Split (2016)

Shyamalan membuktikan dirinya benar-benar kembali sebagai sutradara yang dapat diperhitungkan lewat Split. Kisah pria dengan 24 kepribadian yang menculik tiga orang gadis remaja ini begitu sukses dari segi kritik maupun komersil. Terlebih pada akhir film yang menunjukkan karakter utama dalam film ini ternyata terhubung dengan Unbreakable. Berkat kesuksesan film ini, proyek Glass pun dikerjakan.

5 Terburuk

 

1. The Village (2004)

The Village merupakan film pertama yang menunjukkan Shyamalan mulai mengalami sedikit sandungan dalam bercerita. Terlebih ketika akhir film dari kisah sebuah desa di daerah terpencil yang dihantui oleh mahluk misterius tidak semenarik film-film sebelumnya. Film ini setidaknya menghibur dan sukses dari segi pendapatan.

2. Lady in the Water (2006)

Berawal dari keingintahuan anak perempuannya mengenai apa yang terjadi di kolam berenang mereka, tercetuslah ide untuk membuat sebuah film yang ingin menjadi dongeng modern lewat The Lady in the Water. Kisahnya sendiri berfokus pada Story (Bruce Dallas Howard), gadis muda yang tinggal di air yang berada dalam bahaya ketika Scrunt, mahluk seperti serigala mencegahnya untuk pulang ke dunianya. Sayangnya kisahnya yang tidak masuk akal dan mengecewakan membuat film ini menjadi yang pertama darinya gagal di box office.

3. The Happening (2008)

Kegagalan berturut-turut Shyamalan pun kembali berlanjut di The Happening.  Walaupun demikian, premis film yang dibintangi oleh Mark Wahlberg dan Zooey Deschanel cukup menarik yaitu di mana alam melindungi dirinya sendiri ketika tidak tahan lagi dengan perilaku buruk manusia yang merusaknya. Sayangnya, dibuat dengan terburu-buru pun menjadikan film ini terasa tidak matang dan menjadikannya gagal di box office serta mengecewakan penggemar Shyamalan.

4. The Last Airbender (2010)

Mencoba menantang dirinya dengan proyek yang cukup berbeda, Shyamalan mengadaptasi serial Animasi Avatar: The Last Airbender ke layar lebar. Kisahnya berfokus pada Aang, remaja berumur 12 tahun yang harus mencegah negara Api menyerang dan menaklukan negeri lainnya. Sayangnya tidak berjalan sesuai keinginannya, film ini tidak diterima baik dan mendapat kritik negatif karena kisahnya yang datar, pemain yang tidak sesuai, dan penggunaan CGI yang buruk.

5. After Earth (2013)

Setelah kegagalan The Last Airbender, Shyamalan kembali mencoba menyutradarai film dengan biaya pembuatan besar yaitu After Earth. Dibintangi oleh Will Smith dan Jaden Smith, yang berperan sebagai ayah dan anak yang terjebak di Bumi yang telah terkarantina setelah kapal terbangnya tanpa sengaja jatuh di sana. Penuh dengan alur yang tidak konsisten dan chemistry yang tidak meyakinkan dari kedua bintang utamanya, After Earth pun meninggalkan jejak sebagi film terburuk darinya.