Bagi generasi yang tumbuh pada tahun 1990-an pasti tidak asing dengan sinetron Keluarga Cemara. Diangkat dari cerita bersambung di majalah HAI karya Arswendo Atmowiloto, sinetron tersebut mengudara di RCTI (1996-2002) dan TV7 (2004-2005).

Mengajarkan arti keluarga dan sarat nilai moral, tak heran kisah Keluarga Cemara pun diangkat ke layar lebar. Walaupun disesuaikan dengan zaman sekarang, kisahnya masih berkutat pada kehidupan keluarga Abah yang harus hidup sederhana di desa setelah perusahaannya bangkrut karena ditipu.

Seperti film adaptasi lainnya, kisah Keluarga Cemara versi film dan sinetron tentunya memiliki perbedaan. Mau tahu apa saja? Ini dia 5 perbedaan Keluarga Cemara dulu dan sekarang.

1. Penampilan karakter yang menyesuaikan zaman

Baik pada versi sinetron maupun film, penampilan keluarga Abah disesuaikan dengan generasi yang diwakilinya.

Abah dan Emak

perbedaan keluarga cemara dulu dan sekarang

Abah versi sinetron diperankan oleh Adi Kurdi. Karakter kepala keluarga ini memiliki penampilan yang cukup bersahaja dan kerap memakai kaos dan celana longgar. Tak hanya itu, usianya pun tampak telah paru baya sehingga sudah terlihat ada rambut-rambut yang mulai memutih.

Sedangkan versi film diperankan oleh Ringgo Agus Rahman. Dibandingkan memakai kaos, karakter Abah versi layar lebar lebih sering memakai kaus berkerah dalam menjalani kesehariannya. Tak hanya itu, usianya yang lebih muda membuatnya belum memiliki rambut putih.

Untuk karakter Emak, Sepanjang sinetron Keluarga Cemara mengudara, karakter tersebut diperankan oleh tiga aktris yaitu Novia Kolopaking, Anneke Putri dan Lia Waroka. Menggambarkan ibu rumah tangga pada masanya, dalam kesehariannya emak sering memakai daster dan memiliki rambut panjang yang diikat dengan gaya konde. Sedangkan dalam versi yang diperankan oleh Nirina Zubir, penampilan emak lebih modern dengan rambut pendek dan poni depan.

Putri Abah dan Emak

perbedaan keluarga cemara dulu dan sekarang  

Euis, Ara dan Agil dalam versi sinetron masing-masing diperankan oleh Ceria Hade, Anisa Fujianti dan Pudji Lestari. Baju yang dikenakan ketiganya lebih sering berupa terusan. Sedangkan dalam versi layar lebar yang mana yang telah dewasa hanya Euis dan Ara (Zara JKT48 dan Widuri Puteri), keduanya memakai baju kasual yang menggabungkan kaus dan celana jins.

2. Versi film menunjukkan kehidupan sebelum bangkrut

film indonesia 2019

Dalam sinetron Keluarga Cemara, sejak awal kisah telah fokus pada kehidupan keluarga Abah yang hidup sederhana di pedalaman Sukabumi, Jawa Barat. Sedangkan versi film menceritakan kehidupan bahagia keluarga tersebut sebelum pada akhirnya Abah ditipu oleh iparnya dan terpaksa harus pulang ke desa masa kecilnya.

3. Latar waktu keluarga Abah bangkrut

perbedaan keluarga cemara dulu dan sekarang

Dalam film, dikisahkan keluarga Abah jatuh bangkrut tepat di ulang tahun Euis yang ke-13 dan Ara telah sempat merasakan kehidupan mewah di ibukota. Sedangkan dalam serial televisinya, hanya Euis yang pernah merasakan kehidupan menjadi orang kaya.

4. Pekerjaan Abah setelah bangkrut

perbedaan keluarga cemara dulu dan sekarang

Mengambil latar waktu masa kini, pekerjaan yang dimiliki oleh Abah setelah bangkrut pun disesuaikan dengan perkembangan zaman. Pada versi sinetron, Abah mencari nafkah untuk keluarganya dengan menjadi tukang becak, sedangkan dalam versi film Abah berprofesi sebagai tukang ojek online. Walaupun demikian, terdapat adegan menampilkan Abah dan keluarga yang menaiki becak seperti yang di sinetron.

5. Agil, sang anak bungsu

perbedaan keluarga cemara dulu dan sekarang

Baik Euis dan Ara ditampilkan dengan usia yang kurang lebih sama dengan versi sinetronnya yaitu masing-masing duduk di bangku SMP dan SD. Yang membuatnya berbeda adalah kehadiran sang anak bungsu, Agil. Dalam versi sinetron, perbedaan usia antara Agil dengan kedua kakaknya tidak terpaut terlalu jauh. Sedangkan dalam versi film, Agil baru saja lahir ketika Euis telah duduk di bangku SMP.