Manga merupakan salah satu sumber yang kerap diadaptasi menjadi film panjang. Adapun, pembuatan film adaptasi tersebut tidak hanya dilakukan oleh negara asalnya, Jepang namun dari berbagai negara di dunia termasuk Hollywood. Yang terbaru adalah Alita: Battle Angel yang merupakan proyek dari James Cameron.

Diangkat dari manga karya Yukito KishiroAlita: Battle Angel berfokus pada kisah cyborg perempuan muda (Rosa Salazar) yang ditemukan di tempat sampah dan dirakit kembali oleh seorang ilmuwan, Dr. Ido yang nantinya juga menjadi figur ayahnya.

Sebelum Alita: Battle Angel, ini dia 10 film yang juga diadaptasi dari manga! Mau tahu apa saja? Simak di bawah ini!

Catatan: film-film yang disebutkan di bawah ini adalah film adaptasi manga yang dibuat oleh negara lain selain Jepang, baik dari Hollywood maupun negara Asia lainnya. 

1. The Guyver (1991) – Hollywood

Seorang laki-laki muda, Sean Barker (Jack Armstrong) menemukan artefak alien yang dinamakan “The Unit” yang mana mengubahnya menjadi tentara super hybrid alien yang disebut dengan The Guyver. Setelah berubah, ia pun menemukan orang-orang di balik perusahaan bernama “Chronos” ternyata bukan manusia dan kini memburunya demi benda tersebut. Film yang diadaptasi dari manga berjudul sama karya Yoshiki Takaya ini  menerima respon yang beragam baik dari fans maupun penggemar. Yang mana pada akhirnya berhasil menarik perhatian dan membuat The Guyver merilis sekuelnya pada tahun 1994 dengan judul Guyver: Dark Hero.

2. Fist of the North Star (1995)- Hollywood

Tidak seperti The Guyver yang dirilis ke layar lebar, adaptasi manga selanjutnya dari Hollywood Fist of the North Star langsung dirilis ke dalam format video. Adapun diangkat dari manga berjudul sama karya Buronson dan Tetsuo Gara, film ini berpusat pada kisah Ken (Gary Daniels), master dari sekolah beladiri “North Star”, yang mana berkelana di Bumi paska apokaliptik demi menemukan musuhnya Lord Shin (Costas Mandylor), pria yang membunuh gurunya dan menculik sang tunangan.

3. Oldboy (2003) – Korea Selatan

Disutradarai oleh Park Chan-wook, Oldboy merupakan film yang diadaptasi dari manga berjudul sama karya Nobuaki Minegishi dan Garon Tsuchiya. Kisahnya sendiri berputar pada Oh Dae-su (Choi Min-sik), seorang pria yang dikutung selama 15 tahun di ruangan hotel tanpa tahu siapa dan motif yang menyebabkan ia seperti itu. Ketika dirilis, ia mendapati dirinya terjebak di antara konspirasi dan kekerasan. Di tengah misi balas dendamnya, ia jatuh cinta dengan seorang chef sushi muda.  Merupakan salah satu adaptasi manga terbaik yang pernah dibuat, film ini memenangkan Grand Prix pada Cannes Film Festival 2004.

4. Oldboy (2013) – Hollywood

Usai kesuksesan versi Korea Selatan, satu dekade kemudian Hollywood merilis remake Oldboy. Dibintangi Josh Brolin, film ini memiliki premis yang sama dengan versi Korea Selatan. Yang membedakan kedua versi ini adalah akhir dari filmnya dan bagaimana sang protagonis bereaksi atas kejadian tersebut. Sayangnya, sedikitnya perbedaan ini pun menjadikan film ini tidak mampu menyamai kesuksesan buatan Negeri Ginseng, baik dari segi kritik maupun komersial.

5. Dragon Ball Evolution (2009) – Hollywood

Siapa sih yang tidak tahu petualangan Dragon Ball? Menjadi fenomena yang begitu mendunia, Hollywood pun mencoba membuat versi live-action dari manga karya Akira Toriyama. Goku (Justin Chatwin) yang masih muda menceritakan masa lalunya dan berusaha melawan musuhnya, alien jahat Lord Piccolo (James Marsters) yang memiliki misi mengumpulkan Dragon Ball untuk mengambil alih Bumi.

Pada saat perilisannya, film ini menerima respon negatif baik dari para kritikus maupun penggemar. Tak hanya itu, film ini juga tidak berhasil dari segi komersil di mana hanya mampu mengumpulkan $58 juta dari biaya pembuatan $30 juta.

6. A Distant Neighborhood (2010) – Belgia 

Selain Hollywood dan negara Asia, Eropa juga ambil bagian dalam mengadaptasi manga ke layar lebar. Adapun, proyek yang dipilih adalah A Distant Neighborhood karya Jiro Taniguchi yang mana mengikuti kisah Thomas Verniaz (Pascal Greggory), pria paruh baya yang tanpa sengaja menaiki kereta yang mengantarnya pulang ke kampung halamannya dan mengunjungi kuburan ibunya. Kemudian, tiba-tiba ia pun kembali ke masa lalu dan menemukan dirinya masih remaja. Setia pada kisah manga dan performa para pemainnya yang luar biasa, film yang disutradarai oleh Sam Garbarski pun mendapat respon positif dari kritikus.

7. Ghost in the Shell (2017) – Hollywood

Mengambil latar masa depan ketika batas manusia dan robot menjadi kabur, Ghost in the Shell mengikuti kisah Major (Scarlet Johansson), seorang tentara super cyborg yang mencoba menggali masa lalunya. Menerima kritikan karena pemilihan aktris utamanya yang dianggap rasis dan whitewashing, film yang diangkat dari manga Masamune Shirow ini pun mengalami kegagalan dari segi pendapatan box office.

8. Speed Racer (2008) – Hollywood

Tidak melulu mengadaptasi manga dengan tema fantasi ataupun futuristik, tema olahraga pun pernah diangkat lewat Speed Racer. Mengadaptasi manga tahun 60-an karya Tatsuo Yoshida, alur cerita berpusat pada Speed Racer (Emile Hirsch), pembalap automobil berusia 18 tahun yang mengikuti jejak karir dari mendiang saudara laki-lakinya. Pilihannya untuk tetap setia pada keluarga dan perusahaan mereka Racer Motors pun menimbulkan masalah ketika ia menolak kontrak dari E.P. Arnold Royalton (Roger Allam), pemilik Royalton Industries.

Pada masa perilisannya, responnya yang beragam tidak mampu menyelamatkan film ini dari kegagalan box office. Walaupun demikian, beberapa tahun setelahnya film ini pun berhasil mengumpulkan penggemar cult yang menyebut bahwa film ini terlalu diremehkan.

9. City Hunter (1993) – Hong Kong

Siapa sangka, legenda dunia Jackie Chan pernah terlibat dalam film adaptasi manga yaitu lewat City Hunter. Dalam film yang diadaptasi dari manga karya Tsukasa Hojo ini, ia berperan sebagai Ryo Saeba, seorang investigator privat yang menjalani misi di atas kapal pesiar yang penuh dengan orang kaya, perempuan, dan pembunuhan. Terlepas dari kritikan yang ditujukan pada kisahnya gagal sebagai adaptasi manga, para kritikus memujinya sebagai film Jackie Chan yang menghibur.

10.  Death Note (2017)- Hollywood

Dirilis melalui layanan streaming Netflix, Death Note mengikuti kisah seorang siswa sekolah bernama Light Turner (Nat Wolff), yang mana menemukan buku supernatural yang dikenal dengan sebutan “Death Note”. Setelah mengetahui kegunaannya yang sangat luar biasa, ia pun menggunakan buku tersebut untuk membunuh kriminal dan teroris demi menciptakan dunia impian tanpa kejahatan. Hal ini pun memicu detektif dengan inisial “L” (Lakeith Stanfield) untuk menemukan dan menangkap Light.

Walaupun menerima pujian untuk pengarahan dan para pemain, Death Note dikritik karena kisahnya yang kurang konsisten serta perubahan krusial dari materi aslinya pada kisahnya. Terlepas dari hal itu, adaptasi manga Tsugumi Ohba dan Takeshi Obata ini mendapat lampu hijau untuk pembuatan sekuel dan kini telah memasuki proses pengembangan.