Hanya mendulang 93 juta dollar, Justice League mendapatkan perolehan opening weekend terburuk dari seluruh film DC Cinematic Universe (Man of Steel, Batman v Superman, Suicide Squad, Wonder Woman), membuat kelanjutan dari DC Extended Universe semakin meragukan. Hal ini tentu mengejutkan karena Justice League merupakan puncak dari DC Extended Universe. Balik modal diperkirakan butuh total 700-800 juta dollar untuk peredaran di seluruh dunia karena besaran budget produksi dan budget marketingnya.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa Justice League gagal secara kualitas maupun gagal di pasaran:

1. Man of Steel dan Batman v Superman

1 2

Wonder Woman disukai banyak kritikus dan terutama penonton kebanyakan dengan hasil perolehan box office yang gilang gemilang, tidak demikian halnya dengan film-film sebelumnya yaitu Man of Steel dan Batman v Superman. Justice League memiliki tone yang sama dengan kedua film itu dan memang merupakan lanjutan langsung dari film Batman v Superman, sehingga penonton yang tidak menyukai Man of Steel dan Batman v Superman akhirnya kebanyakan memilih tidak menonton Justice League.

2. Belum membangun universe yang kokoh

3 4

Aquaman dan The Flash memiliki karakter yang sangat menarik, Aquaman dengan gaya sok dan badass-nya. The Flash dengan gaya anak muda dengan humor-humor segar. Tetapi mereka hampir tidak mempunyai backstory yang cukup supaya menonton dapat bersimpati terhadap karakter mereka. Jika dibandingkan, sebelum Marvel mengeluarkan The Avengers. Marvel sudah membangun pondasi yang kuat dengan terlebih dahulu mengeluarkan Iron Man 1 dan 2, Thor, Incredible Hulk, Captain America. Alhasil ini seperti sekuel dari Batman v Superman saja.

3. Strategi Marketing

5 6

Berbagai poster Justice League tidak menyertakan Superman sama sekali, padahal Superman merupakan salah satu tokoh paling populer dalam Justice League. Akhirnya pihak Warner Bros memajang mukanya di berbagai poster yang baru rilis belakangan.

4. CGI yang seperti video game

7 8

Ada beberapa CGI yang memukau seperti saat pertempuran di dalam kota antar Superman dengan tim Justice League dan saat Amazons, Green Lantern, dll melawan Parademons dan Steppenwolf. Namun pertarungan terakhirnya overly used CGI dan penggarapannya pun kurang bagus, seperti terlihat seseorang memainkan video game saja. Diperburuk dengan karakter villain-nya yaitu Steppenwolf juga menggunakan full CGI.

5. Tiga nahkoda dalam satu film

9 10

Dua nahkoda dalam satu kapal saja sudah menimbulkan permasalahan, apalagi tiga? Itulah yang dialami dalam proses pembuatan Justice League, seperti ada 3 visi dari Zack Snyder, Josh Whedon dan petinggi-petinggi dari Warner Bros. Zack Snyder meninggalkan proyek ini karena masalah keluarga yang dia alami dan digantikan dengan Josh Whedon yang sukses besar saat membesut The Avengers dan The Avengers: Age of Ultron. Josh Whedon merombak cukup banyak naskah dan terutama me-reshoot banyak adegan yang menghabiskan puluhan juta dollar, termasuk menghapus kumis Henry Cavill (Superman) karena dia sedang ada proyek film Mission Impossible di mana pihak produsernya tidak memperbolehkan untuk mencukur kumisnya.

Zack Snyder memberikan mood, tone dan cerita yang sangat gelap dan ingin dibuat jauh lebih ringan dengan berbagai humor khas Josh Whedon. Kabarnya berbagai pihak menginginkan agar perilisan Justice League ditunda karena dibutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk perubahan-perubahan itu namun pihak studio tidak menginginkannya, dikabarkan juga karena uang bonus yang diterima oleh petinggi dari Warner Bros. Keputusan pihak Warner Bros dalam memotong film hanya menjadi 2 jam saja juga turut membuat banyak fans kecewa karena banyaknya pendalaman cerita dan karakter yang terbuang.

Alhasil Justice League menjadi film yang tanggung, memiliki humor-humor menarik dari Josh Whedon tetapi suasananya tidak cocok karena tone-nya masih saja gelap. Pun begitu dengan durasinya, menjadikan Justice League cukup menghibur tetapi terasa kosong. Mungkin saja pihak studio dapat merilis home video-nya dengan versi ultimate cut seperti Batman v Superman yang menjadikan film itu jauh lebih baik daripada film versi bioskopnya.