Apa jadinya jika nenek berusia 70-an tiba-tiba berubah menjadi 20 tahun kembali? Itulah premis yang ditawarkan dari film sukses asal Korea Selatan, Miss Granny. Tayang pada 22 Januari 2014, film yang dibintangi Shim Eun Kyung ini pun menjadi box office di negerinya dengan meraih total 8,65 juta penonton.

Menyusul kesuksesannya, CJ Entertainment pun bekerja sama dengan Starvision Plus untuk memproduksi remake Miss Granny versi Indonesia. Berjudul Sweet 20, film yang disutradarai oleh Ody C. Harahap ini telah tayang untuk menemani libur lebaran tahun ini. Hingga saat ini, film yang dibintangi oleh Tatjana Saphira dan Morgan Oey ini telah meraih lebih dari setengah juta penonton.

Sebelum Indonesia, Miss Granny juga pernah diadaptasi oleh negara lainnya, lho! Apa aja sih? Simak dibawah ini!

1. 20 Once Again – Republik Rakyat Tiongkok

Tak lama berselang dari kesuksesan Miss Granny di negeri asalnya, CJ E&M bekerja sama dengan Beijing Century Media untuk mendaur ulang film tersebut ke versi Mandarin. Dalam versi ini, karakter muda dari nenek diperankan oleh Yang Zishan, sedangkan love interest dan cucunya masing-masing dimainkan oleh Chen Bolin dan Lu Han.

Disutradarai oleh Leste Chen, film ini dirilis pada 8 Januari 2015. Sama seperti di negeri asalnya, film ini juga memuncaki box office. Bahkan menjadi film produksi Korea-Tiongkok berpenghasilan tertinggi dengan perolehan $57.4 juta.

2. Sweet 20 – Vietnam

Negara kedua yang memproduksi remake dari Miss Granny adalah Vietnam. Dibuat dengan cita rasa Vietnam, film ini disutradarai oleh Phan Gia Nhat Linh. Bekerja sama dengan Vietnam HK, film ini dibintangi oleh Miu Lê (versi muda nenek), Ngô Kiến Huy (cucu nenek), dan Hứa Vĩ Văn (produser musik).

Dirilis pada November 2015, film ini berhasil memuncaki tangga box office domestik selama 17 hari berturut-turut. Tak hanya itu, film ini juga menjadi film lokal dengan pendapatan tertinggi kedua sepanjang sejarah di Vietnam.

3. Sing My Life – Jepang

Dirilis April 2016, Sing My Life merupakan remake ketiga dari Miss Granny. Film ini dibintangi oleh Mikako Tabe, Takumi Kitamura dan Jun Kaname. Film yang disutradarai oleh Nobuo Mizuta ini juga diputar di Toronto Japanese Film Festival 2016. Tidak seperti remake dari negara lainnya, dimana sang nenek membesarkan anak laki-laki seorang diri, dalam versi ini ia membesarkan anak perempuan.

4. Suddenly Twenty – Thailand

Tak mau ketinggalan dari ketiga negara lainnya, Thailand pun ikut mendaur ulang Miss Granny ini. Dirilis 24 November 2016, versi remake ini diberi judul Suddenly 20. Adaptasi Thailand ini dibintangi oleh Davika Hoorne sebagai Parn, Kritsanapoom “JJ” Pibulsonggram sebagai Boom (cucu Parn) dan Saharat Sangkapricha as Nut (produser musik). Berbeda dengan kesuksesan film remake lainnya, film ini kurang berhasil di box office domestik. Dinilai kurang mendapat sentuhan lokal dalam filmnya, penjualan tiket hanya mampu meraup pendapatan Bt 25 juta dari biaya investasi Bt 40 juta.

Nah, selain negara-negara yang disebutkan di atas, Miss Granny juga akan dibuat remake oleh Filipina dan Amerika Utara. Versi Filipina sendiri akan dibintangi oleh Sarah Geronimo dan direncanakan rilis pada November 2017 mendatang. Sedangkan untuk Amerika, akan dibuat dalam oleh Tyler Perry Studio dalam dua versi yaitu bahasa Inggris dan Spanyol. Keduanya direncanakan rilis 2018 mendatang.