Mulai hari ini, Wiro Sableng siap meramaikan bioskop tanah air. Diangkat dari novel karya Alm. Bastian Tito, film yang disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko ini akan mengikuti kisah petualangan dari Pendekar Kapak Mau Geni 212, Wiro Sableng.

Tentunya, sebagai film yang diangkat dari Intelectual Property (IP) terlama dan terpanjang di Indonesia, versi layar lebar dari Wiro Sableng akan menampilkan banyak karakter menarik. Supaya kamu lebih familiar, yuk kenalan dengan karakter-karakter yang bakal hadir di Wiro Sableng!

Wiro Sableng

karakter di wiro sableng

Diperankan oleh Vino G. Bastian

Lahir dengan nama Wira Saksana, sejak kecil ia telah dididik selama 17 tahun oleh gurunya yang terkenal di dunia persilatan, Sinto Gendeng. Tidak hanya cerdas dan sakti, Wiro juga memiliki kepribadian yang nyeleneh dan sableng. Kemampuan silatnya pun ia gunakan untuk membela kebenaran dan menumpas kejahatan.

Senjata andalannya adalah Kapak Maut Naga Geni 212 yang diwariskan oleh Sinto Gendeng. Terbuat dari logam dan gading, kapak besar bermata dua ini memiliki dua gagang berupa seruling dan ujung gagang berbentuk kepala naga. Di masing-masing mata kapak terukir angka 212. Kapak ini hanya dapat digunakan dengan mengerahkan tenaga dalam.

Anggini

poster karakter wiro sableng

Diperankan oleh Sherina Munaf

Merupakan murid dari Dewa Tuak, Anggini memiliki ambisi untuk menjadi pendekar nomor satu di jagad raya. Anggini memiliki karakter yang pandai, independen dan penuh perhitungan. Dijodohkan dengan Wiro Sableng oleh kedua guru mereka, ia kerap membantu Wiro menghadapi musuh dari golongan hitam yang ingin mengacaukan dunia persilatan. Berpakaian serba ungu, senjata utamanya adalah Selendang Ungu dan Paku Perak.

Bujang Gila Tapak Sakti

karakter di wiro sableng

Diperankan oleh Fariz Alfarazi

Bernama asli Santiko, Bujang Gila Tapak Sakti merupakan pendekar bertubuh tambun yang juga keponakan dari Dewa Ketawa. Selalu berpakaian terbalik, ia memperoleh kesaktian setelah dipendam dalam sebuah lobang inti es super dingin di puncak Gunung Mahameru. Suatu hari, karena mencuri dua buah Boang Pusaka milik keraton, ia pun dihukm oleh pamannya dengan posisi terbalik, kepala dan tangan di bawah sedangkan kaki di atas selama 7 tahun. Usai menjalani hukuman, ia pun dijuluki Bujang Gila Tapak Sakti.

Senjata hebatnya adalah Kipas Lipat dan ia memiliki jurus pamungkas, Dua Puncak Mahameru Murka, berupa dua gelombang angin dingin yang memancarkan cahaya seputih salju dari kedua tangannya.

Dewa Tuak

Dewa Tuak Wiro Sableng

Diperankan oleh Andi /rif

Dewa Tuak merupakan pendekar berselempang kain putih dengan jenggot putih yang memiliki panjang hingga ke dada. Kemana pun ia pergi, Dewa Tuak ini selalu membawa bumbung bambu yang tergantung di punggungnya dan berisi tuak murni. Bersama dengan bumbung bambu dan seutas benang sutra halus, sesuai dengan namanya, tuak merupakan salah satu senjata pamungkasnya.

Selain menjadi sosok guru untuk Anggini, Dewa Tuak juga figur ayah yang melatih dan membesarkan Anggini hingga dewasa. Karenanya, ketika mendengar Wiro Sableng adalah murid dari Sinto Gendeng, ia pun langsung menjodohkan keduanya.

Sinto Gendeng

karakter wiro sableng

Diperankan oleh Ruth Marini

Sinto Gendeng merupakan guru dari Wiro Sableng yang telah mengundurkan diri dari dunia persilatan selama 20 tahun. Karakter bernama asli Sinto Weni ini tinggal di sebuah gubuk di atas puncak Gunung Gede.

Merupakan pendekar perempuan yang sakti, ia menguasai beberapa jurus seperti pukulan sinar matahari, pukulan angin es, orang gila mengebut lalat dan sepasang inti sinar roh. Sinto Gendeng memiliki senjata andalan berupa tusuk konde, batu hitam, tongkat kayu butut, dan Kapak Maut Geni 212 (yang kemudian ia wariskan untuk Wiro Sableng).

Bidadari Angin Timur

karakter wiro sableng

Diperankan oleh Marsha Timothy

Bidadari Angin Timur merupakan pendekar perempuan dari golongan putih yang memiliki ilmu tinggi.  Bernama asli Pandan Wangi, pakaian, tubuh dan rambutnya menebar bau yang sangat harum. Ia memperoleh nama Bidadari Angin Timur dari Wiro Sableng karena memiliki kecantikan seperti bidadari dan gerakan secepat angin timur. Dalam buku, karakter ini merupakan perempuan yang dicintai oleh Wiro Sableng.

Mahesa Birawa

karakter wiro sableng

Diperankan oleh Yayan Ruhian

Merupakan murid pertama dari Sinto Gendeng, Mahesa Birawa menjadi musuh bebuyutan dari Wiro Sableng. Dirawat sejak berusia dua tahun oleh Sinto, karakter bernama asli Suronyali ini malah berkhianat dan berguru dengan Tapak Gajah. Semasa muda, ia jatuh cinta dengan Suci (Ibu Wiro Sableng) namun, Suci memberikan cintanya kepada Ranaweleng.

Memiliki senjata andalan gada rantai berduri dan tongkat besi bercadak dua, Mahesa Birawa memiliki jurus andalan pukulan kelabang hijau.

Kalingundil

karakter wiro sableng

Diperankan oleh Dian Sidik

Selain Mahesa Birawa, sosok musuh yang akan dihadapi Wiro Sableng adalah Kalingundil. Bersarang di jatiwalu, ia merupakan pemimpin gerombolan bandit dan tangan kanan dari Mahesa Birawa yang kerap menimbulkan keonaran dan bertindak sewenang-wenang. Bersenjatakan golok, ia berbadan tinggi dan tidak sabaran.

Bandit Mahesa Birawa

karakter di wiro sableng

Bersarang di Jatiwalu, Gerombolan Bandit Mahesa Birawa hidup di bawah kepemimpinan Kalingundil. Kelompok ini seringkali menimbulkan keonaran dan keresahan.

Bajak Laut Bagaspati

karakter wiro sableng

Diperankan oleh Cecep Arif Rahman

Bajak Laut Bagaspati adalah pemimpin gerombolan bajak laut dari golongan hitam yang menghuni Pulau Seribu Maut. Ia kerap membawa senjata andalannya yaitu Cambuk Api Angin, sebuah cambuk berhulu gading, berwarna merah, yang ketika dikelebatkan akan mengeluarkan angin laksana topan dan semburan lidah api panas.

Kakek Segala Tahu

karakter wiro sableng

Diperankan oleh Yayu Unru

Merupakan pendekar golongan putih, Kakek Segala Tahu memiliki perawakan agak kurus, bermata buta, berambut kelabu dan berpakaian compang camping. Kemana pun ia pergi, ia selalu membawa kaleng rombeng berisi batu yang menimbulkan suara bergerontang saat diguncang. Sesuai dengan namanya, walaupun ia buta, kekuatan pendengaran dan perasa yang tinggi menjadikannya selalu tahu apa yang terjadi.

Suci dan Ranaweleng

karakter wiro sableng karakter wiro sableng

Diperankan oleh Happy Salma dan Marcell Siahaan

Suci dan Ranaweleng merupakan orang tua kandung dari Wiro Sableng. Keduanya meninggal dunia setelah rumahnya dibakar oleh Mahesa Birawa. Dalam peristiwa ini, Wiro Sableng berhasil diselamatkan dan dibesarkan oleh Sinto Gendeng.

Paduka Raja Kamandaka

karakter wiro sableng

Diperankan oleh Dwi Sasono

Merupakan adik kandung dari Prabu Purnawijaya, raja sebelumnya, Paduka Raja Kamandaka adalah sosok pemimpin kerajaan yang pandai, bijaksana dan berilmu tinggi. Berusia sekitar 50 tahun, sosok yang disegani dan dihormati ini mahir menggunakan senjata andalannya yaitu keris dan golok panjang.

Permaisuri

karakter wiro sableng

Diperankan oleh Marcella Zalianty

Memiliki pembawaan tenang, sosok istri dari Paduka Raja Kamandaka ini menampakkan sosok tangguh dan keteguhan dari perempuan yang menjadi simbol suatu kerajaan.

Pangeran

karakter wiro sableng

Diperankan oleh Yusuf Mahardika

Anak dari Paduka Raja Kamandaka dan Permaisuri yang merupakan calon penerus tahkta kerajaan. Pangeran masih berusia muda dan belajar tentang politik kerajaan.

Werku Alit

karakter wiro sableng

Diperankan oleh Lukman Sardi

Werku Alit merupakan saudara tiri dari Raja Kamandaka sekaligus bertindak sebagai penasihat kerajaan. Berusia lebih tua beberapa bulan dari Raja Kamadaka, anak dari salah satu selir Prabu Purnawijaya ini memiliki perawakan tinggi langsing dan kumis panjang menjuntai.

Rara Murni

karakter wiro sableng

Diperankan oleh Aghniny Haque

Rara Murni merupakan adik perempuan dari Paduka Raja Kamandaka. Selain memiliki sifat bijak dan penyayang, ia juga merupakan sosok petarung yang tangguh.

Panglima Kalasrenggi

karakter wiro sableng

Diperankan oleh Teuku Rifnu Wikana

Pertama kali muncul di novel berjudul Maut Bernyanyi di Pajajaran, Panglima Kalasrenggi merupakan panglima kerajaan yang berilmu tinggi dan bekerja untuk Werku Alit. Dalam bertarung, ia menggunakan senjata sebuah keris pusaka yang memancarkan sinar biru.

Kala Hijau

karakter wiro sableng

Diperankan oleh Gita Arifin

Kala Hijau merupakan pendekar golongan hitam yang menjadi anggota dari Partai Lembah Tengkorak. Musuh dari Wiro Sableng ini terkenal dengan wajahnya yang ditutupi dengan setengah topeng. Senjatanya adalah cakaran di kedua tangannya. Selain itu, ia juga mampu menghipnotis lawannya dengan Ilmu Nyanyian Halu Pencabut Raga dan menguasai Pukulan Kala Hijau.

Iblis Pencabut Sukma

karakter wiro sableng

Diperankan oleh Trisna Irawan

Selalu menyembunyikan wajahnya, Iblis Pencabut Sukma merupakan berjubah dan berkerudung merah. Merupakan salah satu anggota Iblis Pencabut Sukma bernama Tangan Perenggut Jiwa (Siralaya), pendekar golongan hitam ini menguasai pukulan Pencabut Sukma.

Pendekar Terkutuk Pemetik Bunga (Wirapati)

karakter wiro sableng

Diperankan oleh Hanata Rue

Berusia masih muda belia, pendekar yang juga dikenal sebagai Wirapati ini memiliki perawakan kurus tinggi dengan rambut gondrong sampai ke bahu. Selalu mengenakan jubah hitam panjang dengan bunga-bunga besar berwarna kuning, Pendekar Terkutuk Pemetik Bunga memiliki senjata berupa jarum berbentuk kelopak bunga.

4 Brewok dari Goa Sanggreng

karakter di wiro sableng

Diperankan oleh Habibie Alatas, Mardi Sulaiman, Cupink Topan dan Asta Nurcahya.

Bergurukan Bladra Wikuyana Angin Topan dari Barat, 4 Brewok dari Goa Sanggreng merupakan komplotan perampok berpakaian serba hitam dan brewokan. Adapun keempatnya terdiri dari Bergola Wungu, Ketut Ireng, Seta Inging, dan Pitala Kuning. Pemimpinnya adalah Bergola Wungu.