Beradegan telanjang dalam film bukanlah menjadi hal yang baru di dunia perfilman. Hal tersebut pun turut dilakukan oleh Jennifer Lawrence dalam film terbarunya Red Sparrow.

Merupakan kali pertamanya, Jennifer Lawrence pun pada awalnya mengaku takut melakukan adegan tersebut. Bahkan, ia cukup lama mengiyakan tawaran untuk membintangi Red Sparrow.

“Itu sangat menakutkan untuk mengatakan ‘iya’ untuk filmnya (Red Sparrow) karena saya tahu bahwa satu-satunya jalan untuk menceritakan kisah ini adalah jika saya setuju untuk benar-benar melakukan adegan tersebut dan memberikan segalanya,” ucapnya kepada NME.

Ia pun mengaku gugup dan tidak bisa tidur sehari sebelum pengambilan adegan tersebut.

“Itu mengambil waktu untuk mengatakan ‘iya’ – dan malam sebelumnya, saya tidak tidur sama sekali dan jelas-jelas sangat gugup karena itu adalah mimpi buruk berdiri di depan ruang kelas telanjang,” lanjutnya.

Namun, ketakutan itu hanyalah sementara untuknya. Dilansir dari Variety, dalam premiere film Red Sparrow di New York, aktris Hunger Games tersebut mengungkapkan bahwa peran tersebut telah membantunya mengatasi kegelisahan dan membuatnya merasa kuat.

“Kegelisahan dan ketakutan ketika dihakimi untuk telanjang, apa yang kulalui, apakah hal itu akan mendikte keputusan yang akan saya buat seumur hidup? Film ini mengubahnya dan saya bahkan tidak menyadari betapa pentingnya mengubah mentalitas hingga semua selesai.”

Selain adegan telanjang, Red Sparrow juga dipenuhi adegan kekerasan yang cukup berat. Walaupun demikian, Jennifer mengaku siap secara mental karena sejak awal ia telah diberitahu oleh sutradaranya, Francis Lawrence.

“Kami bicara tentang panjang lebar tentang itu, yang mana sangat penting untuk hadir pada hari H dan tanpa ada kejutan. Saya tahu apa yang terjadi dan juga ada satu momen ketika ia memberikan saya catatan dan melihat saya seperti saya berpakaian, dan saya merasa seperti memakai pakaian. Saya dikelilingi oleh para profesional dan semuanya sangat profesional.”

Red Sparrow mengikuti kisah Dominika Egorova (Jennifer Lawrence), seorang ballerina yang beralih ke sekolah Sparrow setelah cedera yang mengakhiri karirnya. Dalam pelatihan yang mengharuskannya menggunakan pikiran dan tubuh sebagai senjata, Egorova pun sukses menjadi Sparrow paling berbahaya. Dalam misinya, ia pun bertemu dengan agen CIA, Nathaniel Nash (Joel Edgerton) yang berusaha meyakinkannya bahwa ia adalah satu-satunya orang yang dapat dipercayainya.