Setelah 10 hari menayangkan puluhan film Eropa, pagelaran Europe on Screen 2018 pun resmi berakhir. Europe On Screen 2018 ditutup dengan film komedi laris asal Spanyol, My Big Night. Film komedi yang mendapat sambutan baik dan memperoleh penghargaan di ajang perfilman internasional ini disutradarai oleh Alex de la Iglesia.

Tayang di 6 kota besar; Jakarta, Bandung, Medan, Denpasar, Surabaya, dan Yogyakarta, Festival Film Eropa tersebut memperoleh respon yang sangat positif dari masyarakat. Hal tersebut pun terlihat dari bagaimana media sosial Europe on Screen mengalami kelonjakan pengikut dan interaksi bahkan dari sebelum festival dimulai. Antusiasme tersebut pun berlanjut ketika para penonton yang memadati lokasi penayangan film turut memberikan respon positif.

“Respon yang kami terima sangat luar biasa dan kami berharap para penonton EoS menikmati festival ini sebagaimana kami menikmatinya. Terdapat dua film yang ditayangkan dalam festival ini yang juga akan tayang di bioskop di akhir Mei ini, yaitu Submergence karya Wim Wenders dari Jerman dan Based on A True Story karya Roman Polanski dari Perancis,” ucap His Excellency Vincent Guérend, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia.

Bahkan, melonjaknya antusiasme penonton ini pun membuat Europe on Screen untuk pertama kalinya melakukan penambahan penayangan untuk dua film, yaitu film pembuka dari Irlandia The Breadwinner dan The Death of Stalin dari Inggris.

“Penambahan jumlah tayang kedua film ini kami ambil berdasarkan permintaan dan antusiasme penonton Europe On Screen 2018 terhadap kedua film tersebut. Selain menambah penayangan, tahun ini kami juga memulai tradisi baru, yaitu pemutaran Surprise Screening yang ternyata dipadati dan disambut meriah oleh penonton Europe On Screen 2018,” ujar Nauval Yazid, EoS co-director.

Berbeda dari tahun lainnya, tahun ini EoS mengadapakan Short Film Pitch Project. Para juri EoS: SFPP 2018 ini terdiri dari Tia Hasibuan; filmmaker, Andreas Johnsen; tamu festival EoS dan filmmaker dari Denmark dan Mandy Marahimin, produser film.

Adapun, setelah melewati proses penjurian, terpilih tiga dari sepuluh finalis yaitu Marky Jahja Ali & Tri Tomi Yulio dengan project ‘The Great Secret Show’ sebagai pemenang ketiga, Seren Trihardja & Meta Mediana dengan project ‘Bangkis’ menempati posisi kedua, dan posisi pemenang pertama ditempati oleh Adi Victory & Daniel Victory dengan project ‘Lasagna’.

“Ketiga pemenang akan mendapatkan pendanaan untuk memproduksi film pendeknya dimana masing-masing tim diberi waktu selama hampir satu tahun untuk menyelesaikan proyeknya. Lalu proyek film pendek mereka tersebut akan tayang perdana di Europe on Screen 2019. Jadi program ini merupakan kesinambungan dari EoS tahun ini dan EoS tahun-tahun berikutnya.” ujar Meninaputri Wismurti, EoS co-director.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai EoS dapat diperoleh di www.europeonscreen.org, dan melalui akun media sosial EoS resmi di instagram dan twitter @europeonscreen serta Facebook page Europe on Screen.