Pekan ini, kisah Basuki Tjahaja Purnama dalam A Man Called Ahok segera tayang serentak di bioskop tanah air. Bertempat di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, acara press screening dan press conference pun diadakan guna menyambut penayangannya.

Dalam kesempatan tersebut, Emir Hakim selaku produser film A Man Called Ahok pun mengungkapkan rasa syukurnya karena perhatian yang diberikan oleh masyarakat luas sejak peluncuran teaser-nya September 2018 lalu.

“Film A Man Called Ahok ini akan diputar secara serentak di bioskop-bioskop di seluruh Indonesia dan mulai bisa ditonton oleh penonton pada 8 November 2018. Meski begitu, bagu kami kesuksesan utama film dilihat dari banyaknya keluarga Indonesia yang terinspirasi dari menonton film ini, tidak hanya dari banyaknya penonton,” ungkapnya.

Film A Man Called Ahok Tayang

Tak hanya itu, dalam acara tersebut, Putrama Tuta selaku sutradara juga menyampaikan tentang proses pembuatan film A Man Called Ahok yang terbilang cukup lancar. Memakan waktu kurang dari dua tahun untuk menyelesaikannya, 85% film ini melakukan pengambilan gambar di Gantung, Belitung Timur.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa berbagai cara dilakukannya demi menggali buku karangan Rudi Valinka berjudul sama tersebut ke dalam film. Adapun beberapa di antaranya seperti mendatangi Ahok di Mako Brimob, mendatangi rumah keluarga Ahok, hingga masyarakat di sekitar lingkungan rumah Ahok di Belitung. Semua dilakukannya untuk mendapatkan kedalaman emosi dari setiap tokoh di film ini.

“Film A Man Called Ahok ini memang sebuah film drama. Artinya, film ini didesain untuk membuat para penontonnya tersentuh. Di film ini, saya juga menampilkan karakter Ahok yang jujur namun dari sisi laun yang tidak diketahui orang banyak, yaitu saat ia berada di tengah keluarga,” jelasnya.

Terlepas dari banyaknya karakter yang akan hadir, balutan kisahnya akan berfokus pada hubungan ayah-anak antara Kim Nam dengan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. Memiliki sosok panutan yang tidak hanya jujur namun juga teguh dalam pendirian, Ahok yang beranjak dewasa ini pun mulai memahami nilai-nilai yang ditanamkan ayahnya.

Mengisahkan pembentukan karakter seorang anak yang dimulai dari keluarga, film A Man Called Ahok pun mengambil dua latar waktu yang berbeda yaitu dari 1976 hingga 2005, tahun di mana Ahok dilantik sebagai Bupati Belitung Timur. Karena itu pula, beberapa karakter pun diperankan oleh dua aktor yaitu Ahok diperankan oleh Daniel Mananta dan versi anak-anaknya oleh Eric Febrian. Sedangkan Denny Sumargo memerankan Kim Nam muda dan versi tuanya diperankan oleh Chew Kin Wah.

Selain nama-nama yang telah disebutkan, film A Man Called Ahok juga akan dibintangi oleh Sita Nursanti, Eriska Rein, Jill Gladys, Samuel Wongso, Edward Albar, Albert Halim serta beberapa putra Belitung. Tak ketinggalan, sejumlah aktris senior juga turut terlibat dalam film ini seperti Ferry Salim, Ade Irawan, Dewi Irawan, Ria Irawan, Donny Alamsyah, Yayu Unru, Donny Damara, Aida Nurmala, dan Arswendy.