Loading...

Garin Nugroho merupakan salah satu sutradara Indonesia yang terkenal akan karya-karyanya. Telah berkarir kurang lebih dalam 35 tahun terakhir, Garin Nugroho telah melahirkan lebih dari 20 karya yang terdiri dari film panjang, pendek, maupun dokumenter.

Pekan ini, film garapan terbarunya Kucumbu Tubuh Indahku tayang di bioskop tanah air. Film tersebut pun mengikuti kisah seorang penari Lengger di sebuah desa kecil di Jawa bernama Juno, yang sejak kecil terpaksa hidup sendiri setelah ditinggal pergi oleh ayahnya. Di tengah kesendiriannya, Juno bergabung dengan sanggar tari Lengger.

Sejak itu, Juno harus hidup berpindah-pindah tempat, dari satu desa ke desa yang lain. Seiring perjalanannya menjadi dewasa, Juno mendapat perhatian dan kasih sayang dari beberapa orang terdekat di sekelilingnya. Semua pengalaman yang dilaluinya membuat Juno memiliki sebuah perjalanan hidup yang membawanya kepada pemahaman akan keindahan hidup.

Untuk menyambut perilisannya pekan ini, berikut 8 film terbaik Garin Nugroho yang harus kamu saksikan!

1. Cinta dalam Sepotong Roti (1990)

Memasukkan kalimat-kalimat puisi dari penyair Indonesia, Sapardi Djoko Damono, film ini mengikuti kisah tiga orang sahabat, Mayang (Monica Oemardi), Harris (Adjie Massaid), dan Topan (Tio Pakusadewo). Mayang yang telah menikah dengan Harris, pergi berlibur dan mengajak Topan yang kebetulan menuju arah yang sama. Dalam perjalanan tersebut, terkuaklah masalah ada di antara ketiganya.

Walaupun bukan film pertamanya, nama Garin Nugroho mulai dikenal luas setelah menyutradarai Cinta dalam Sepotong Roti. Pada ajang Festival Film Indonesia 1991, film ini sukses membawa pulang lima piala termasuk Film Bioskop Terbaik.

2. Puisi Tak Terkuburkan (2000)

film terbaik garin nugroho

Menggunakan format hitam putih, Puisi Tak Terkuburkan merupakan film drama yang mengikuti kisah nyata dari penyiar didong bernama Ibrahim Kadir ketika dipenjara selama 22 hari karena dituduh komunis pada tahun 1965 di tanah Gayo, Aceh. Menampilkan set film Penjara Takengon yang terlihat cukup nyata serta monolog dan dialog yang dibawakan seperti melantunkan puisi, tak heran Puisi Tak Terkuburkan masuk dalam daftar 100 film Asia Terbaik Sepanjang Masa yang dikeluarkan oleh Busan International Film Festival pada 2015 lalu.

3. Bulan Tertusuk Ilalang (1994)

film terbaik garin nugroho

Bulan Tertusuk Ilalang merupakan film Garin Nugroho yang mencoba menyorot perbenturan yang terjadi antara budaya Jawa dan budaya Barat modern. Kisahnya sendiri fokus pada seorang pria dengan masa lalu buruk karena kerap dilecehkan sang ayah, suatu hari bertemu dengan perempuan yang telah lama tinggal di Amerika Serikat. Keduanya pun jatuh cinta di tengah perbedaan tradisi dan gaya hidup yang dimilikinya. Berkat film ini, Garin Nugroho sukses memenangkan FIPRESCI Prize Forum of New Cinema pada ajang Berlin International Film Festival 1996.

4. Opera Jawa (2006)

film terbaik garin nugroho

Garin Nugroho terkenal dengan film-film independennya yang memiliki kisah unik termasuk Opera Jawa. Dalam penuturan kisahnya, film ini menggunakan kisah Ramayana sebagai patokan cerita untuk menggambarkan kehidupan yang penuh konflik. Berbagai aspek kehidupan pun ditampilkan termasuk cinta segitiga tokoh utamanya (Setyo, Siti dan Ludiro) serta masalah sosial, politik, dan ekonomi yang selalu mengorbankan rakyat kecil.

Dalam Festival International Film Independent Bruxelles ke-35, Opera Jawa berhasil meraih penghargaan tertinggi yaitu Film Terbaik, Sutradara Terbaik untuk Garin Nugroho, dan Aktris Terbaik untuk Artika Sari Devi.

5. Soegija (2012)

film terbaik garin nugroho

Berlatar belakang Perang Kemerdekaan Indonesia (1940-1949), Soegija mengangkat kisah perjuangan pahlawan nasional Albertus Soegijapranata yang juga merupakan uskup pribumi pertama di Indonesia. Beliau ikut berperan memperjuangkan kemerdekaan dengan mengirimkan surat ke Vatikan agar mengakui kemerdekaan Indonesia dan mengakhiri peperangan yang ada.

Memakan biaya 12 miliar, Soegija merupakan salah satu film termahal yang pernah disutradarai oleh Garin Nugroho. Film yang meraih 7 nominasi Festival Indonesia 2013 ini sukses mengumpulkan 459.465 penonton.

6. Serambi (2005)

Usai peristiwa bencana Tsunami yang melanda Aceh, Garin Nugroho merilis film dokumenter yang mengikuti kisah tiga orang; Reza – Aktivis, Usman – pengemudi becak, dan Tari -anak-anak yang selamat dari bencana tersebut. Walaupun demikian, Serambi bukanlah film yang disutradarai oleh Garin Nugroho seorang diri. Dalam pembuatan film dokumenter ini, ia menggarapnya bersama Lianto Luseno, Viva Westi, dan Tonny Trimarsanto. Dalam film yang ditayangkan di Festival Film Cannes 2006 ini, Nugroho mendapat bagian untuk menyorot Reza.

7. Daun di Atas Bantal (1997)

Kerap menghasilkan film dengan gaya bertutur yang puitis dan susah dimengerti penonton awam, Garin Nugroho keluar dari pakem tersebut pertama kali lewat Daun di atas Bantal. Kisahnya sendiri mengikuti kehidupan rakyat jalanan di kota Yogyakarta dilihat dari sudut pandang Asih (Christine Hakim) dan tiga anak jalanan yang bertahan hidup di tengah kerasnya dunia orang dewasa. Nuansa hitam putih dalam filmnya sendiri semakin menguatkan fenomena sosial ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat kelas bawah. Film ini memenangkan dua penghargaan pada Asia-Pacific Film Festival 1998 untuk kategori Film Terbaik dan Aktris Terbaik untuk Christine Hakim.

8. Guru Bangsa Tjokroaminoto (2015)

Usai mengangkat kisah Soegija, Garin Nugroho kembali mengarahkan biopik pahlawan nasional yaitu H.O.S. Tjokroaminoto. Film ini mencoba menyorot masa hidup Tjokroaminoto membangun Sarekat Islam, organisasi resmi bumiputera terbesar pada masa itu dengan jumlah anggota mencapai dua juta orang. Walaupun dikritik karena naskahnya yang kurang kuat, film ini terselamatkan oleh penampilan apik dari aktor utamanya yaitu Reza Rahadian.