Sejak pertama kali diumumkan menjadi Lara Croft, tak dapat dipungkiri Alicia Vikander memikul beban yang cukup besar. Bagaimana tidak? Memerankan tokoh perempuan yang penuh aksi dan berpetualang membuatnya harus menjalani latihan fisik intensif untuk tampil sempurna sebagai Lara Croft.

Tujuh bulan sebelum pengambilan gambar Tomb Raider, Alicia Vikander harus menjalani pelatihan olahraga dan program diet ketat di bawah bimbingan pelatih Magnus Lygdback. Bintang asal Swedia ini pun dituntut menambah massa otot sebesar 12 pon demi perannya tersebut.

“Kami melakukan segalanya – semuanya mulai dari angkat beban klasik dan latihan kekuatan ke kegiatan yang lebih fungsional. … Kami melakukan segalanya mulai dari heavy squat, deadlifts, pull ups, push ups, latihan dengan mesn, latihan dengan beban badan, pliometrik, dan latihan yang eksplosif.” ungkapnya kepada POPSUGAR.

Lebih lanjut, Lydgback mengungkapkan bahwa latihan fisik yang dijalani peraih Oscar tersebut juga meliputi mixed martial arts, panjang tebing dan memanah selama 7 hari dalam sepekan untuk meningkatkan metabolisme dan membentuk otot.

Rule Number One: Don’t underestimate Lara Croft. #AliciaVikander

A post shared by Alicia Vikander (@aliciavikanderdaily) on

 

Walaupun latihan yang dijalani olehnya cukup berat, menurut pelatih yang juga akan menangani Gal Gadot untuk Wonder Woman 2 ini, Alicia Vikander menunjukkan dedikasinya dengan bekerja keras.

“Alicia adalah pekerja keras yang hebat,” ucapnya. “Bagian tersulit untuknya adalah ketika saya memaksanya libur satu hari untuk pemulihan,” lanjutnya kepada THR.

POLA MAKAN

lara croft alicia vikander lara croft alicia vikander

Selain latihan fisik, pola makan ketat juga memegang peranan penting demi membentuk tubuh ideal Lara Croft. Adapun pola makan yang dimulai 4 bulan sebelum pengambilan gambar tersebut dibagi menjadi dua fase yaitu Build Up Cycle (dua bulan) dan Cutting Cycle (dua bulan).

Build-Up Cycle: Makanan yang mengandung 40 gram protein, 40 gram karbohidrat, dan 30 gram lemak; snack yang mengandung 30 gram protein. Minuman: air putih, beetroot-lemon-jahe shots dan jus sayur dengan buah.

Sarapan: empat buah telur dalam berbagai bentuk (misalnya omelet, rebus, ataupun fritatta dengan sayur); setengah alpukat; kopi.

Snack 1: Semua snack berpusat dengan protein (contoh sate ayam atau sapi, sashimi, atau gurita bakar).

Makan siang: 40 gram daging sapi, ikan atau ayam; 40 gram karbohidrat rendah (nasi merah, quinoa, barley, ubi jalar ataupun ubi); 30 gram lemak baik yang digunakan untuk masak, dressing atau garnish (misalnya: minyak kelapa, minyak zaitun, alpukat).

Snack 2: pilihan sama dengan snack 1

Makan malam: 40 gram protein;40 gram karbohidrat rendah;30 gram lemak baik; tidak ada alkohol yang diperbolehkan.

Setelah selesai menambah massa tubuh pada tubuhnya, selanjutnya Alicia Vikander memasuki masa Cutting Cycle, yang mana ia harus menjaga masa ototnya namun membuang timbunan lemak di tubuhnya. Adapun dalam proses ini, ia menjalani diet keto.

Cutting Cycle: Makan pagi yang terdiri dari 18-20 gram protein; makan siang dan malam yang terdiri dari 25 gram protein dan 50 gram lemak baik. Snack dapat mengadung 20 gram protein. Minuman yang dikonsumsi sama.

Sarapan: 3 telur rebus; satu gelas jus dari dua buah lemon

Snack 1: Ikan, kerang atau telur

Makan siang: Ikan atau kerang; lemak baik, termasuk alpukat, minyak kelapa atau minyak MCT.

Snack 2: Sama seperti snack 1

Makan malam: ikan atau kerang; lemak baik; tanpa alkohol

Itu dia olahraga serta diet yang dilakukan Alicia Vikander untuk jadi Lara Croft. Cukup sulit dan menantang bukan? Nah, bagaimana menurutmu penampilanya di Tomb Raider?