Setelah sebelumnya dinobatkan sebagai film terbaik dalam ajang Tokyo Filmex 2017, Sekala Niskala (The Seen and Unseen) kembali meraih penghargaan dalam ajang internasional. Kali ini film yang disutradarai oleh Kamila Andini ini meraih Grand Prix untuk Best feature-length film pada ajang Berlin Internasional Film Festival 2018.

Kabar bahagia tersebut diumumkan lewat akun Twitter, Fourcolours Film. Sekala Niskala merupakan film panjang Indonesia pertama yang memenangkan Grand Prix dari salah satu festival film paling prestisius di duniatersebut.

Kabar kemenangan tersebut turut diungkapkan Ifa Ifansyah, suami sekaligus produser Sekala Niskala lewat akun media Instagram. Dalam keterangan foto tersebut, ia menuliskan pidato kemenangan Kamila dalam acara tersebut.

“Tidak mudah membuat film seperti Sekala Niskala. Saya memiliki ide ini enam tahun lalu dan setelah itu, semua teknologi sinema berubah. Terima kasih untuk Berlinale yang menyajikan film ini persis seperti sinema yang saya bayangkan pada saat saya mempunyai ide membuat Sekala Niskala,” kata Kamila.

Dalam pernyataan resmi di situs BIFF, pihak juri pun mengungkapkan bahwa Sekala Niskala mampu membawa perjalanan emosional dan menyentuh mereka dengan dunia yang unik.

“(Penghargaan ini) diberikan kepada seorang sutradara yang memiliki visi sinematik khusus. Sebuah dongeng puitik tentang hidup yang seimbang dan tidak seimbang. Film ini membawa perjalanan emosional lewat kesedihan, kemarahan, dan penerimaan. Film ini menyentuh kami semua lewat semesta yang unik. Ini film yang merangkul resiko, keaslian, dan mistik dalam tarian filmis yang digarap dengan hati-hati,”

Sekala Niskala berfokus pada hubungan sepasang kembar buncing (perempuan dan laki-laki), Tantri (Thaly Kasih) dan Tantra (Gus Sena). Tantra yang terbaring di rumah sakit, lambat laun mulai kehilangan kemampuan inderanya satu per satu. Setiap tengah malam, Tantri selalu terbangun dan dalam mimpinya ia selalu bertemu dengan Tantra.

sekala niskala 1 sekala niskala 2

Malam hari pun menjadi tempat bermain mereka. Di bawah bulan purnama, Tantri menari tentang rumah, alam, dan perasaannya. Seperti bulan yang meredup dan digantikan matahari, begitu pula dengan Tantra dan Tantri. Bersama, Tantri mengalami perjalanan magis dan relasi emosional melalui ekspresi tubuh; antara kenyataan dan imajinasi, kehilangan dan harapan.

Sekala Niskala akan dapat disaksikan di bioskop tanah air mulai Kamis depan, 8 Maret 2018.