Hari ini tepat diluncurkan buku novel terbaru dari Harry Potter yaitu Harry Potter and the Cursed Child dan tepat 5 tahun dan 2 hari lalu gw juga menonton salah satu film yang bagi gw masih terbaik sepanjang masa dan merupakan film Harry Potter terbaik selain Prisoner of Azkaban dengan ruang waktu. twist-twist yang mengejutkan dan Goblet of Fire dengan serunya aksi merebut piala Triwizard.

Harry Potter merupakan kenangan masa kecil yang masih terus membekas, khususnya bagi anak-anak kelahiran tahun 90 an saat itu. Kebetulan umur gw dan Harry Potter saat di film pertama, kedua, dst tidak begitu berbeda jauh saat itu. Sehingga gw dan jutaan fans Harry Potter di seluruh dunia pun pasti bermimpi bisa menjadi murid di Hogwarts dan merasakan secara nyata keajaiban dunia magic.

Langsung saja bernostalgia dengan film Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2 (2011). Adegan dibuka dengan Voldemort yang mendapatkan Elder Wand dari makam Dumbledore. Elder Wand merupakan tongkat paling sakti dan memilikinya bisa menjadikan penyihir terhebat sepanjang sejagat. Sementara itu, jeadaan Hogwarts semakin mencekam dengan Dementor di mana-mana. Di suatu tempat terlihat Harry yang sangat sedih dan meratapi kepergian Dobby. Adegan tersebut di iringi sutradara pemenang Oscar yaitu Alexandre Desplat semakin membuat hati teriris dengan kepedihan.

Harry Potter, Ron dan Hermione terus berusaha mencari Horcrux dan mendapati Horcrux terakhir berada di Hogwarts dimana pasukan Voldemort juga semakin mendekat untuk membunuh Harry Potter dan melakukan pertempuran epik terakhir di Hogwarts.

Di sinilah puncak dari kehebatan di film ini. Pertempuran di Hogwarts menjadi salah satu adegan paling memorable, paling epik dan paling menegangkan dari semua film-film Harry Potter lainnya. Visualisasi dan Cinemathography nya pun sangat-sangat indah dan mencengangkan mata.

Sebelum puncak dari pertempuran tersebut, ada adegan dimana Professor Snape yang sedang sekarat memberikan air mata ingatannya kepada Harry. Dimana disana sebuah kisah unconditional love yang sangat powerful dan menyentuh. Memperlihatkan sebuah cinta yang sungguh tulus dan setia hingga akhir, walaupun tidak dapat memiliki. Hal ini menjadi twist yang sungguh mengejutkan sekaligus memilukan dan semakin menegaskan hero sesungguhnya film ini sejak film pertama adalah Snape. Acungan jempol patut diberikan kepada J.K. Rowling karena dia bisa merangkainya menjadi sebuah benang merah dari Harry Potter pertama hingga akhir.

Adegan terakhir yang sungguh membanggakan dimana Harry Potter dan Ginny mengantarkan anak mereka menuju peron 9 3/4/ Ya, peron yang bisa langsung menembus ke kereta Hogwarts Express. Harry menjelaskan kepada anaknya mengapa dia dinamakan Albus Severus Potter supaya untuk mengenang 2 penyihir terbaik sepanjang masa dan adegan ditutup dengan kereta Hogwarts Express yang mulai bergerak menuju tempat dimana murid-murid akan belajar sihir selama 7 tahun lamanya. And that’s how the story ends and will be continued on Harry Potter and The Cursed Child Novel.

10/10

P.S. Tadinya gw mau menulis Film Horror Terbaik Sepanjang Masa Part II, tapi karena fitur memories from Facebook, mengingatkan dengan tanggal dimana gw menonton Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2 (2011) dan pas sekali hari ini rilis novel Harry Potter terbaru, jadi akhirnya gw buat tulisan ini, hehehe