Kehidupan di alam semesta selalu menjadi misteri. Sebagai manusia, kita selalu bertanya-tanya, apakah ada mahluk lain yang tinggal di luar sana? Hingga saat ini, belum ada yang pernah benar-benar bertemu dengan mahluk luar angkasa atau yang biasa disebut alien.

Tak pelak, berangkat dari rasa ingin tahu dan imajinasi, sosok alien pun diangkat ke film dalam bentuk yang beraneka ragam. Pada film science fiction, alien selalu digambarkan sebagai sosok yang lebih intelijen dibandingkan manusia. Tak hanya itu, alien juga digambarkan berkepala besar dan bertubuh kurus.

Salah satu film paling terkenal mengenai mahluk luar angkasa tersebut adalah franchise Aliens. Tahun ini, tepatnya 10 Mei 2017, 20th Century Fox kembali merilis film alien yang bertajuk Alien: Covenant. Dibintangi oleh Michael Fassbender dan Katherine Waterston, film ini merupakan kelanjutan kisah dari Prometheus (2012). Film ini juga merupakan trilogi prekuel dari Alien.

Nah, untuk menyambut perilisannya, berikut film-film franchise Alien dari masa ke masa:

1. Alien (1979)

Alien (1979) Directed by Ridley Scott Shown: Sigourney Weaver

Dirilis pada 25 Mei 1979, film original klasik arahan Ridley Scott ini mengambil setting waktu tahun 2122. Alkisah, pesawat luar angkasa Nostromo sedang berada dalam perjalanan kembali ke bumi sebelum pada akhirnya mereka menerima sinyal SOS dari planet yang jauh. Teror pun dimulai ketika mahluk yang keluar dari telur yang ditemukan mulai menyerang salah satu kru. Walaupun kru tersebut terlihat baik-baik saja, tiba-tiba alien setinggi 2,5 meter keluar dari dadanya dan mulai meneror satu persatu kru tersebut.

Pada awalnya, pilihan sutradara jatuh ke Walter Hill, salah satu produser Alien. Namun ia menolak karena komitmennya untuk film lain. Para produser Alien pun menunjuk Ridley Scott setelah mereka terkesan dengan hasil karya debut film feature miliknya, The Duellists (1977). Tak hanya itu, lewat storyboardnya, Scott juga berhasil mengesankan 20th Century Fox untuk menggandakan budget dari $4.2 juta menjadi $8.4 juta. Film Alien memperoleh kritik positif dengan perolehan 97% di Rotten Tomatoes dari 102 review dan memenangkan piala Oscar 1979 untuk kategori Best Visual Effects.

2. Aliens (1986)

Aliens-Ripley

Walaupun sukses di pasaran, Fox tidak mempertimbangkan sekuel untuk film ini hingga James Cameron mengungkapkan ketertarikannya untuk mengarahkannya pada tahun 1983. Melihat rekam jejak kesuksesan film arahan Cameron, Terminator, 20th Century Fox pun memberikan ijin untuk pembuatan kelanjutan kisah Alien untuk dirilis pada tahun 1986.

Aliens berkisah tentang kelanjutan hidup Ripley (Sigourney Weaver), satu-satunya awak yang selamat dari teror alien setelah tidur selama 57 tahun dari kejadian film pertama. Ketika terbangun, ia berada di stasiun medis luar angkasa yang mengitari bumi dan planet tempat teror terjadi telah menjadi rumah untuk teraforming koloni.

Film yang dirilis pada 18 Juli 1986 ini juga memperoleh kritik positif. Selain itu, film ini juga memperoleh tujuh nominasi untuk Academy Award dan memenangkan dua diantaranya (Best Sound Effects Editing dan Best Visual Effects).

3. Alien 3 (1992)

Alien32

Kebakaran yang melanda Sulaco mengakibatkan tempat tidur Ripley dan kawan-kawannya harus melepaskan diri dari pesawat. Sayangnya, ketika mendarat di penjara Fiorina “Fury” 161, hanya Ripley yang berhasil selamat. Selain kemunculan alien yang membunuh teman selnya dan para staf, Ripley menemukan bahwa ratu alien tumbuh di dalam tubuhnya. Ia pun menyadari bahwa ia tidak hanya membunuh alien tersebut, namun juga dirinya untuk menyelamatkan yang lain.

Berbeda dengan dua film pendahulunya, film ini memperoleh kritik yang cenderung negatif. Tak hanya itu, film ini juga mengalami masalah dalam proses produksi termasuk proses pengambilan gambar tanpa dialog dengan berbagai penulis skenario dan sutradara. David Fincher sendiri menyalahkan pihak studio yang terlalu mengintervensi. Tahun 2003, versi revisi dengan judul Assembly Cut dirilis tanpa keterlibatan Fincher. Versi ini memperoleh sambutan lebih hangat dari versi aslinya.

4. Alien: Ressurection (1997)

alien-main

Mengambil setting waktu 200 tahun setelah kejadian di Alien 3, Ellen Ripley dikloning dan ratu alien berhasil dioperasi keluar dari tubuhnya. United System Military tertarik untuk melakukan kloning pada alien untuk proyek penelitian. Untuk dapat hidup, telur-telur alien tersebut membutuhkan tubuh manusia. Dengan tentara suruhan, mereka pun menculik orang-orang untuk dijadikan tempat berkembang biak alien.

Ditulis naskahnya oleh Joss Whedon dan diarahkan Jean-Pierre Jeunet, film ini memperoleh kritik yang lebih baik dibandingkan sekuel sebelumnya. Setelah film ini rilis, Joss Whedon telah membuat skenario untuk Alien 5, sayangnya Sigourney Weaver tidak tertarik pada alur cerita yang ditawarkan. Pada Februari 2015, Neil Blomkamp sempat mengumumkan keterlibatannya menggarap Alien 5. Namun pada Mei 2017, Ridley Scott mengatakan proyek ini telah mati dan 20th Century Fox tidak tertarik untuk melanjutkannya.

5. Prometheus (2012)

michael-fassbender

Diarahkan kembali oleh sutradara Alien (1979) Ridley Scott, Prometheus merupakan seri pertama dari prekuel Alien. Bersetting 30 tahun sebelum kejadian Alien, ilmuwan Elizabeth Shaw (Noomi Rapace) dan Charlie Holloway (Logan-Marshall Green) menemukan peta bintang diantara sisa-sisa peninggalan kuno kebudayaan bumi.

Berusaha mencari asal-usul kemanusiaan, mereka pergi dengan pesawat luar angkasa Prometheus dan mendarat di Zeta2 Reticuli, area yang sama dengan planetoid yang ditemukan di film Alien. Mereka pun menemukan senjata biologis yang dapat memusnahkan seluruh manusia di bumi.

Film ini cukup sukses secara finansial dan memperoleh kritik yang cenderung positif. Dibuat sebagai prekuel, maka secara timeline, peristiwa dalam film ini merupakan yang pertama terjadi di dalam Alien’s Universe.

6. Alien : Covenant

alien covenant poster crop

Sekuel yang kembali disutradarai oleh Ridley Scott ini mengambil waktu kejadian 10 tahun dari film Prometheus. Di tengah perjalanan Covenant menuju tempat tinggal baru, Origae-6, kru pesawat memperoleh sinyal transmisi dari planet lain. Karena dekatnya jarak, Captain Oram (Billy Crudup) memutuskan untuk menuju kesana walaupun telah ditentang oleh Daniels (Katherine Waterston). Hal buruk pun terjadi ketika alien keluar dari tubuh salah satu awak. Tak hanya itu, mereka pun menemukan David (Michael Fassbender) disana.

Alien: Covenant merupakan film kedua dari prekuel Alien. Sebelum rilis, pihak studio membuat kampanye viral marketing dengan membagikan seri film pendek yang berjudul, Alien: Covenant- Prologue yang terdiri dari The Crossing  dan Last Supper.  Film pendek tersebut dibagikan lewat akun Youtube resmi 20th Century Fox.

Jika diurutkan maka timeline dari franchise Alien adalah seperti ini:

Prometheus -> Alien: Covenant- Prologue -> Alien: Covenant > Alien: Covenant sequel -> Alien -> Aliens -> Alien 3 -> Alien: Resurrection.

CROSSOVER DENGAN PREDATOR

Selain film-film diatas, franchise alien juga pernah membuat crossover dengan Predator. Sebelum diberi lampu hijau, sutradara Aliens, James Cameron sempat membuat konsep cerita untuk Alien 5. Namun, Fox lebih memilih untuk mengerjakan Alien vs. Predator. Walaupun pada awalnya Cameron merasa bahwa film ini akan membunuh ‘validitas dari franchise tersebut’, namun setelah menontonnya ia mengatakan bahwa ia cukup menyukainya. Berbanding terbalik dengannya, Ridley Scott sama sekali tidak tertarik untuk menonton film tersebut.

Alien Vs Predator (2004)

alien-vs-predator-movie-wallpaper-4

Film ini merupakan installment pertama dari crossover antara Alien dan Predator. Konsep film ini diambil dari buku komik yang berjudul tahun 1989, Alien versus Predator. Crossover ini dilakukan setelah adanya ‘easter egg‘ tulang alien yang muncul di dalam kotak piala di Predator 2 (1990).

Film ini mengambil setting waktu tahun 2004, dikisahkan sekelompok arkeolog  yang dibentuk oleh milyuner, Charles Bishop Weyland (Lance Henriksen) pergi ke Antartika untuk menginvestigasi sinyal panas misterius. Dari relief yang terukir ternyata tempat tersebut merupakan tempat perburuan alien untuk para predator muda.

Dirilis Agustus 2004, film ini memperoleh respon negatif dari para kritikus. Walaupun demikian, film yang disutradari oleh Paul W.S. Anderson ini meperoleh pendapatan $172.4 juta dari budget $60 juta.

Aliens vs. Predator : Requiem (2007)

(l to r) The PredAlien and a Predator face off in Aliens vs Predator- Requiem.

Merupakan sekuel dari Alien vs. Predator, film ini mengambil waktu kejadian tepat setelah film pertama berakhir. Dikisahkan hybrid Predalien yang dibawa dalam perjalanan telah tumbuh besar dan siap membunuh predator yang berada di atas pesawat tersebut. Akibatnya, pesawat tersebut jatuh di Gunnason, Colorado dan menewaskan sejumlah predator.

Dirilis 25 Desember 2007, film ini memperoleh respon yang lebih negatif dari seri sebelumnya. Respon negatif ini juga membuat film yang dibesut The Brothers Strause ini menerima dua nominasi dari Golden Raspberry Award. Masa depan dari franchise ini pun tidak diketahui akibat dari respon buruk yang diterimanya.