Menegangkan, Stylish, Berkelas, tapi Lemah di Penceritaan dan Naskah
7Overall Score

The Mo Brothers yang merupakan nama yang dipergunakan untuk dua sutradara yang merupakan sahabat dekat, Timo Tjahjanto dan Kimo Stamboel. Mereka berdua sukses dalam membuat Rumah Dara, sebuah film horor fitur yang sebelumnya berdasarkan film pendek yang berjudul Dara dari antologi Takut: Faces of Fear. Setelah 2 film horor pendek yang dibuat oleh Timo Tjahjanto di antologi The ABCs of Death (segmen “L is for Libido“) dan V/H/S/2 (segmen “Safe Haven“). Mereka kembali berkolaborasi di film psikologi thriller Killers dan film aksi laga Headshot.

Headshot bercerita tentang Ishmael (Iko Uwais) yang ditemukan terluka dan berlumurah darah oleh nelayan lokal di pantai, akhirnya dirawat oleh seorang dokter bernama Ailin (Chelsea Islan). Sempat hilang ingatan layaknya film-film Bourne. Perlahan-lahan Ishmael teringat bahwa sebenarnya dia adalah “anak angkat” dari gembong penjahat pimpinan Lee (Sunny Pang).

Konflik mulai terasa sejak para “anak angkat” dari Lee, mulai mencari Ishmael untuk ditangkap dan dibawa untuk kembali menjadi “anak angkat” Lee. Mulai dari Tejo (David Hendrawan) dan Tano (Zack Lee) yang bersenjata pistol laras panjang otomatis, Besi (Very Tri Yulisman) dengan senjata tongkat besi otomatis, hingga Rika (Julie Estelle) yang piawai dalam memainkan pisau.

Seperti khasnya dari Mo Brothers, darah yang bermuncratan dimana-mana, adegan keras dan brutal tapi dapat dirangkai dengan visual yang stylish dan berkelas. Adegan-adegan awal hingga penyerbuan kantor polisinya pun terasa menegangkan. Namun sayangnya terasa kedodoran dan kepanjangan durasinya di bagian sepertiga terakhir film. Puncaknya menjadi antiklimaks di saat pertarungan dengan Rika yang kurang terasa chemistry antara mereka.

Editingnya pun tidak mulus, loncat-loncat antar adegan dan malah berasa seperti permainan video game. Ishmael bergantian melawan para “saudara-saudara”nya dan ditambah adegan terakhir yaitu melawan Lee yang jika dalam istilah game, seperti melawan “boss stage“.

Kelemahan terbesar ada di penceritaan dan naskah. Penceritaan dan naskahnya kurang dapat menjaga konsistensi ketegangan, hubungan yang mendalam Ishmael dengan para “saudara-saudara”, “ayah angkat” dan dengan Ailin (Chelsea Islan), hingga plot cerita yang sangat tipis dan tanpa plot twist, sehingga menjadi mudah ditebak.

Iko Uwais bermain sangat baik dalam adegan laga martial arts di Headshot. Kualitas Iko memang sudah tidak diragukan lagi di Merantau, The Raid 1 & 2. Namun sayangnya dia tidak dapat memperlihatkan emosi yang cukup dalam hubungan antar karakter lainnya. Chelsea Islan berperan baik dari awal hingga akhir sebagai seorang dokter yang juga memiliki perasaan asmara dengan Ishmael dan sosok yang menderita selama diculik, maupun memiliki keberanian dalam diri untuk melawan segala penjahat sekuat kemampuannya. Chelsea memang kawakan untuk berakhting di berbagai film yang dibintanginya (kecuali di Mimpi Sejuta Dolar yang lebih terasa menjengkelkan daripada mendapat simpati). Kredit juga diberikan kepada Sunny Pang dan Very Tri Yulisman yang berakting dan melakukan adegan laga yang sama baiknya.

Namun dibalik semua itu, Headshot tetap menjadi sebuah tontonan yang menegangkan dengan berbagai adegan aksi martial arts yang menarik, ditambah dengan visual yang stylish dan berkelas.