Perjuangan menuju kesetaraan antara perempuan dan laki-laki hingga saat ini masih terus diperjuangkan. Sejak jaman penjajahan, banyak tokoh perempuan yang memperjuangkan emansipasi perempuan, salah satunya R.A Kartini. Ia dengan berani mendobrak tradisi Jawa kuno yang mengekang perempuan. Untuk memperingati perjuangannya, tanggal lahirnya yang jatuh pada 21 April diperingati sebagai hari Kartini .

Untuk menyambut peringatan Hari Kartini tahun ini, kisah hidup penulis buku Habis Gelap Terbitlah Terang ini pun dibuat filmnya. Berjudul Kartini , film ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo, Acha Septriasa, Ayushita Nugraha, dan Adinia Wirasti. Nah, sebelum kamu menonton film yang tayang pada 19 April 2017 ini, berikut lima fakta menarik di balik pembuatan film Kartini:

Baca juga: Review Kartini – Kisah Inspiratif Pejuang Emansipasi Wanita

1. Butuh 2 Tahun untuk Riset

1AKARTINI8

Membuat film biopik mengenai pahlawan perempuan tentunya membutuhkan riset agar film yang dibuat matang. Tidak main-main, Hanung Bramantyo melakukan riset mendalam mengenai Kartini selama 2 tahun.

Selain melakukan studi pustaka lewat buku-buku seperti Habis Gelap Terbitlah Terang, Panggil Aku Kartini Saja (Pramoedya Ananta Toer) dan biografi Kartini (Elizabeth Keesing), sutradara film Tanda Tanya tersebut juga mengunjungi rumah kecil Kartini di Jepara untuk menelusuri perjalanan hidup Kartini . Hal tersebut juga membuat Kartini yang awalnya direncanakan rilis pada tahun 2016 mengalami penundaan setahun untuk menyempurnakan skenarionya.

Selain Hanung, pemeran Kartini , Dian Sastrowardoyo juga melakukan riset dengan membaca literatur yang berkaitan dengan pahlawan perempuan tersebut. Ia mengaku seperti sedang mengerjakan skripsi ketika melakukan riset tersebut.

2. Totalitas dalam Pengerjaannya

dian-sastro-kartini

Selain proses riset untuk skenario yang memakan waktu dua tahun, film ini juga menunjukkan totalitasnya lewat pemilihan castnya yang merupakan bintang-bintang papan atas. Film ini dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo, Acha Septriasa, Adinia Wirasti, Reza Rahadian, Djaenar Maesa Ayu hingga aktor kawakan Deddy Sutomo dan Christine Hakim.

Selain dari jajaran pemain, penggarapan soundtrack film ini juga tidak main-main. Tembang dengan judul ‘Memang Kenapa Bila Aku Perempuan?’ yang dinyanyikan Melly Goeslaw dengan Gita Gutawa merupakan lagu yang paling lama pengerjaannya dibandingkan soundtrack film lainnya. Dalam press release Kartini, soundtrack ini membutuhkan waktu lebih panjang karena lagu ini di luar dari zona nyamannya.

3. Penggunaan Bahasa dalam Film Kartini

Kartini-BookMyShow-3

Karena Kartini muda menggunakan bahasa Jawa dan Belanda dalam percakapan sehari-hari, Hanung Bramantyo sempat bingung ingin menggunakan bahasa apa dalam film tersebut. Setelah memikirkan dengan matang, akhirnya ia menggunakan kedua bahasa tersebut untuk Kartini. Maka dari itu, selain logat Jawa, Dian Sastrowardoyo juga harus fasih berbahasa Belanda. Dalam film Kartini, setidaknya ada 64 baris dialog dalam berbahasa Belanda yang harus diucapkan bintang Ada Apa dengan Cinta tersebut.

4. Alasan Unik Hanung Bramantyo Garap Kartini

Kartini-by-Hanung-Bramantyo

Memakai baju daerah ketika peringatan hari Kartini merupakan hal yang lazim. Hal tersebut juga dilakukan Hanung Bramantyo semasa kecil. Namun, ada satu pengalaman tidak menyenangkan yang terjadi padanya pada peringatan tersebut. Pada hari itu, ia terpilih menjadi perwakilan kelas. Namun secara tidak terduga, sorjan yang dikenakannya melorot dan jatuh sehingga ia ditertawai oleh seisi kelas. Akibat kejadian tersebut ia menjadi trauma pada hari Kartini. Namun, hal itu juga membuatnya menjadi lebih ingin tahu mengenai sosok pejuang perempuan tersebut.

5. Djaenar Maesa Ayu Turut Membintangi Biopik Ini

1ADJENAR2

Sepanjang sejarah, hanya ada tiga film yang mengangkat tokoh Kartini. Film-film tersebut merupakan R.A Kartini (1982), Surat Cinta untuk Kartini (2016) dan Kartini (2017). Menariknya, anak mendiang Sjumandjaja, sutradara dari film R.A Kartini , Djaenar Maesa Ayu juga turut serta bermain dalam Kartini garapan Hanung Bramantyo. Dalam film ini ia akan berperan sebagai Moeryam yang merupakan ibu tiri dari R.A Kartini.