Jason Bourne is Back!
8Overall Score

Dulu saat film Bourne Identity (2002) tayang, saat itu gw masih duduk di bangku SMP dan masih merasa kalau film action itu harus ada adegan action yang banyak dari awal hingga akhir, menggelegar dengan berbagai ledakan tembak-tembakan di sana sini dan yang terpenting tidak banyak omong, hahaha. Tentu saat itu gw tidak mendapatkan hal itu di Bourne Identity dan mencap film ini jelek dan tidak jelas (Sebenarnya karena gw tidak mengerti, hehehe).

Semua itu berubah saat gw menonton Bourne Ultimatum. Bourne Ultimatum merupakan salah satu film action-thriller terbaik yang pernah gw tonton. Film tersebut penuh dengan intrik tingkat tinggi, adegan spionase masa kini yang believable, “kucing-kucingan” antara Bourne dengan orang-orang yang ingin membunuhnya dan yang terpenting penyutradaraan dari Paul Greengrass yang sungguh brilian dari segi camera worknya. Sehingga akhirnya gw menonton kembali Bourne Identity dan Bourne Supremacy dan membuat gw sangat menyukai franchise action-thriller ini selain franchise James Bond.

Jason Bourne tentu menjadi nostalgia tersendiri karena sudah 9 tahun lamanya (2007), Paul Greengrass dan Matt Damon tidak berkolaborasi kembali dalam film Bourne. Sayangnya usaha mereka tidak sebaik film ke 1 – 3. Film ini lemah di segi plot, hingga intrik dibalik Treadstone yang membuat gw tidak sepenasaran di film 1 – 3. I think they need another story, Treadstone was already done in Bourne Ultimatum.

Walaupun begitu tetap film Bourne ini tetap menampilkan adegan-adegan action yang believable (masuk akal), tidak berlebihan, adegan kucing-kucingan yang masih menjadi trademark Bourne dan dengan pacing yang pas. Best scene dari Jason Bourne adalah saat adegan kejar-kejaran di negara Yunani yang sungguh menegangkan ditambah dengan saat itu terjadi berbagai demonstrasi dan kerusuhan antara pendemo anti pemerintah dengan polisi, sehingga pastinya semakin membuat situasi pengejaran menjadi semakin seru dan rumit.

Beberapa adegan seperti mengingatkan dan bernostalgia saat Bourne Identity maupun Supremacy. Seperti saat Bourne dengan hanya menggunakan gagang kursi dapat bertarung sedemikian rupa dan itu merupakan perbedaan terbesar Bourne dengan berbagai tokoh film action lainnya, Bourne dengan tangan kosong mampu menumpas segala orang yang ingin menghentikannya dari keingintahuannya tentang masa lalunya. Adegan lainnya adalah adegan yang cukup menyentuh yang sebenarnya cukup mirip dengan adegan di Bourne Supremacy.

Pada akhirnya film ini juga membuat kita bertanya-tanya tentang apakah privasi dari tiap-tiap orang masih boleh dilanggar demi terciptanya sebuah “kedamaian” atau pengungkapan segala macam rencana terorisme. Hal ini masih terus diperdebatkan hingga sekarang, puncaknya saat waktu itu pihak FBI mendatangi kantor Apple saat kasus San Bernardino dan mempertanyakan enkripsi yang dibuat oleh pihak Apple. Sampai-sampai Microsoft, Facebook, Yahoo!, Twitter, and LinkedIn bersatu untuk menentang apa yang dilakukan oleh FBI.

Ending film ini sungguh khas Bourne dan membuat gw menjadi tersenyum mengingat betapa brilian dan pintarnya Bourne. Gw sendiri berharap ini adalah sebuah a new beginning untuk film-film Bourne selanjutnya.

8/10

P.S. Bulan ini blog gw seharusnya akan launch dan nanti gw akan share “15 Film Terbaik Sepanjang Masa” menurut gw yang tentu saja yang pernah gw tonton.