Inilah Film Wolverine/X-Men yang Paling Berkarakter!
8Overall Score
Reader Rating 8 Votes
7.7

Setelah sukses dengan Deadpool yang diberikan rating Restricted (R), Fox memberikan greenlit kepada James Magnold untuk membuat film Wolverine ke 3 yang diberi judul Logan ini menjadi jauh lebih brutal, sadis, berdarah-darah dan penuh dengan kata-kata kasar.

Pada tahun 2029 Mutant hampir punah, yang ada hanya tinggal Logan sebagai Wolverine (Hugh Jackman), Charles sebagai Professor X (Patrick Stewart) dan Caliban (Stephen Merchant), seorang mutant yang bisa melacak keberadaan mutant lainnya.

Charles sudah berumur 90 tahun-an dan harus diurus oleh Caliban di suatu peternakan terpencil di dekat perbatasan Meksiko-USA atas perintah Logan. Logan pulalah yang membelikan obat kepada Charles karena sudah mulai sakit-sakitan dan kekuatannya sudah sulit untuk dikendalikan dan berakibat buruk bagi orang lain disekitarnya. Logan yang sekarang hidup low profile, bekerja sebagai pengendara limousine.

Karena suatu kejadian, dia berjumpa dengan seorang ibu yang bersama anak kecil meminta bantuan untuk mengantarkan mereka ke North Dakota. Setelah berbagai kejadian penyerangan terhadap Logan, anak kecil yang bernama Laura (Dafne Keen) memperlihatkan skillnya dan dia ternyata adalah seorang mutant juga! Dari situlah film ini berubah menjadi road trip movie untuk menuju tempat yang aman bagi mereka.

Logan menjadi kali kesembilan Hugh Jackman berperan sebagai Logan/Wolverine. Kali ini dia menaikan level aktingnya bertingkat-tingkat karena naskahnya yang memang menjadikan film ini lebih merupakan film dengan berbasis karakter Logan. Dari awal hingga akhir semua tentang Logan, bahkan villain-nya pun tidak diberikan ruang yang cukup untuk mengembangkan karakternya, begitu juga dengan back story mengapa mutant-mutant hanya tinggal sedikit yang tersisa di masa itu. Tapi hal itu tidak menjadi masalah, karena memang bukan fokusnya disana. Semoga saja dengan akting Hugh Jackman ini mungkin saja dia diberikan nominasi Oscar 2018, apalagi Oscar tiap tahunnya sekarang mengalami penurunan rating, sehingga perlu gebrakan untuk lebih melirik film yang lebih “mainstream“. Tidak hanya gebrakan “salah memberikan amplop”, hehehe.

Patrick Stewart pun tidak kalah menampilkan kebijaksanaannya, tingkah laku kehidupannya yang penuh dengan penderitaan karena sakit di masa tuanya sekaligus segala rasa bersalahnya di masa lalu. Dia pun dapat memperlihatkan akting bagaimana seorang “ayah angkat” kepada Logan, maupun seorang “kakek angkat” kepada Laura. Sehingga terciptalah sebuah kehangatan keluarga.

Dafne Keen yang merupakan artis pendatang baru juga menjadi bintang yang cemerlang pada film ini berkat segala aktingnya, koreografi aksi membabat semua musuhnya dengan lincah, sekaligus memberikan kesan emosional atas apa yang terjadi dengan masa lalunya.

Jika melihat dari gaya penyutradaraan dan bercerita, film ini mengingatkan dengan gaya film-film Clint Eastwood, ditambah lagi dengan film drama western klasik, Shane (1953) dengan dialognya “There’s no living with a killing. There’s no going back from it,”. Logan diibaratkan seperti koboi yang sudah termakan usia namun dia diberikan kesempatan untuk melakukan penebusan terakhirnya atas apa yang terjadi di masa lampau. Apalagi ada musik-musik dari Johnny Cash di Logan!

Pemilihan rating R pun tidak asal untuk memberikan segala kesadisan dan kekerasan, namun hal ini memberikan dalamnya karakter Logan yang sudah lelah dengan semua hal ini, kesakitan yang dia rasakan maupun tubuhnya yang semakin hari semakin lemah. Dia lampiaskan dengan adegan-adegan mencabik-cabik musuhnya yang penuh dengan emosi dan seringkali juga memotong bagian-bagian tubuh, hal ini juga dilakukan oleh Laura yang memang masih merupakan anak kecil yang emosinya tidak stabil.

Cukup banyak adegan-adegan emosional yang dapat menyentuh hati penonton, namun bagi saya hanya terasa lumayan saja, tidak sampai membuat mencabik-cabik perasaan hingga membuat mata berkaca-kaca. Durasinya pun sedikit kepanjangan di bagian-bagian akhir, hingga mengakibatkan sedikit terasa draggy.

Final Verdict:

Bold, Gritty, Brutal and with Emotional Character Development . Film yang lagi-lagi mendobrak tatanan film superhero pada umumnya, seperti The Dark Knight yang lebih mirip film crime thriller, Deadpool film anti-hero yang lebih mirip film komedi dengan humor kasar namun smart, satir dan tentu sangat kocak. Begitu juga dengan Logan yang lebih mirip film western klasik gaya Eastwood dengan unsur-unsur dari film Shane (1953). Melalui film ini pula Hugh Jackman akan terus dikenang hingga akhir hayatnya sebagai Logan/Wolverine!