Memberikan arti, menginspirasi dan menggugah perasaan
8Overall Score
Reader Rating 0 Votes
0.0

 

The Climate Reality Project Indonesia merupakan salah satu cabang dari The Climate Reality Project yang didirikan oleh mantan wakil presiden dari Amerika Serikat, Al Gore. The Climate Reality Project adalah lembaga non profit yang bermisi untuk mencari solusi global di tengah krisis iklim dengan membuat aksi penting yang dibutuhkan di setiap lapisan masyarakat.

Mulai kalangan pebisnis, pejabat, anggota DPR, komisioner KPK, banker, ilmuwan, insinyur, aktivis, pelaku dunia hiburan, pelajar, guru hingga jurnalis The Climate Reality Project Indonesia sudah memiliki banyak sukarelawan dalam mengatasi bahaya pemanasan global ini.

An Inconvenient Squel: Truth to Power merupakan sekuel dari film dokumenter pemenang Oscar, An Inconvenient Truth (2006) yang juga dibawakan oleh Al Gore. Di sekuelnya, berbagai ucapan skeptis muncul atas film An Inconvenient Truth (2006), banyak kalangan mempertanyakan apakah benar pemanasan global telah terjadi, bahkan Glenn Beck menyamakan Al Gore dengan Joseph Goebbels, sang menteri propaganda Nazi pada masa Perang Dunia kedua, bahwa Al Gore hanya memberitakan propaganda saja. Tapi hal-hal itu akhirnya dipatahkan dengan berbagai fakta yang terjadi saat ini. Seperti bagaimana kota Miami, Florida dan Ground Zero, New York yang tidak pernah banjir sebelumnya, ternyata terkena musibah itu yang mengakibatkan banyak sudut kota lumpuh total dan berbagai musibah yang terjadi di belahan dunia lainnya seperti di India, Filipina dan Pakistan.

AN INCONVENIENT SEQUEL TRUTH TO POWER-01 AN INCONVENIENT SEQUEL TRUTH TO POWER-04

Banyak yang mengatakan kalau film dokumenter biasanya membosankan, tapi tidak terjadi dalam An Inconvenient Squel: Truth to Power ini dengan gaya berceritanya yang sangat enak diikuti, semangat seperti baja dan hati yang tulus, Al Gore membuat film dokumenter ini sama sekali tidak membosankan. Ada beberapa adegan personal dia yang cukup menggugah perasaan saat dia dikalahkan George W. Bush dan dia dengan berjiwa besar mengakui kekalahan. Kemudian saat Paris diserang pada tahun 2015, kebetulan Al Gore sedang berada di Paris untuk talk show soal lingkungan dan dia dengan mata berkaca-kaca seperti menahan tangis memberikan ucapan duka cita yang mendalam kepada masyarakat Perancis.

AN INCONVENIENT SEQUEL TRUTH TO POWER-08 AN INCONVENIENT SEQUEL TRUTH TO POWER-12

Pada sepertiga akhir film diperlihatkan bagaimana Al Gore berdiskusi dan berdebat dengan negara India yang tidak menyetujui usulan dari Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa 2015 dimana. Argumen dari pihak India adalah mereka tidak mempunyai uang dalam menggunakan energi yang ramah lingkungan sehingga terpaksa terus menggunakan energi fosil yaitu batu bara yang polusinya sangat mencemari lingkungan. Al Gore ingin membantu pihak dari India hingga, melobi berbagai pihak salah satunya Elon Musk dari Tesla, Elon Musk pun mengizinkan hasil dari pengetahuannya dan juga melobi berbagai kreditur supaya mengizinkan India meminjam uang dengan bunga yang sangat kecil dan jangka waktu pengembalian yang sangat lama.

AN INCONVENIENT SEQUEL TRUTH TO POWER-16 AN INCONVENIENT SEQUEL TRUTH TO POWER-19

Menjelang akhir ada berbagai humor ditampilkan, seperti saat Donald Trump yang dengan sikap ceplas-ceplosnya sangat menentang Kesepakatan Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa 2015. Al Gore mengibaratkan dengan seorang petinju dan Al Gore dengan sindiran sarkasmenya seperti ingin mendaratkan tinjunya di muka Donald Trump. Humor lainnya adalah saat Al Gore mengunjungi Georgetown. Kota yang sangat banyak anggota konservatif dari partai Republik, sementara Al Gore sendiri adalah seorang Demokrat. Walikota Georgetown ini menggunakan akal dan logika dasarnya sehingga dia menggunakan energi ramah lingkungan untuk kotanya. Al Gore dan walikota tersebut seperti layaknya seorang sahabat lama saja yang tengah bertemu.

Film dokumenter ini akhirnya ditutup dengan Al Gore mengunjungi Trump Tower untuk berdiskusi dengan Donald Trump soal perubahan iklim dan mengisyaratkan perjuangan belum selesai.

Final Verdict:

Memberikan arti, menginspirasi dan menggugah perasaan. Dibawakan dengan santai namun serius, sedikit humor, berkharisma dan kesungguhan hati. Al Gore tidak pernah berkhotbah atau menggurui tetapi dia bercerita dengan baik tentang bahaya pemanasan global yang masih saja terus menghantui. Al Gore merupakan seseorang berhati mulia yang ingin menyelamatkan masa depan untuk generasi yang akan datang.

Photo: Paramount Pictures