10 tahun lalu Iron Man yang merupakan cikal bakal dari Marvel Cinematic Universe (MCU) dirilis dan mendapatkan sambutan yang sangat baik. Lalu lanjut berturut-turut berbagai filmnya, The Incredible Hulk (2008), Iron Man 2 (2010), Thor (2011), Captain America: The First Avenger (2011) dan pamungkas dari fase satu dari MCU, Marvel’s The Avengers (2012) menghasilkan pundi-pundi dollar yang luar biasa banyaknya, bahkan para produser dan pihak Disney/Marvel terkejut mendapatkan respon yang begitu bagusnya, sampai-sampai nampak seperti mimpi saja. Tidak heran, dibuatlah fase 2 (Iron Man 3 (2013), Thor: The Dark World (2013), Captain America: The Winter Soldier (2014), Guardians of the Galaxy (2014), Avengers: Age of Ultron (2015), Ant-Man (2015)) dan fase 3 (Captain America: Civil War (2016), Doctor Strange (2016), Guardians of the Galaxy Vol. 2 (2017), Spider-Man: Homecoming (2017), Thor: Ragnarok (2017), Black Panther (2018), hingga pamungkasnya Avengers: Infinity War (2018)-nya pun telah dirilis. Formula MCU dengan ceritanya yang ringan tapi tetap berkualitas, humor-humor menggelitik khas Marvel, adegan aksi yang super menghibur, karakter-karakter yang kuat dan membumi, pemilihan cast yang sempurna merupakan sederetan formula sukses dari franchise MCU ini.

Avengers: Infinity War (2018) tentu merupakan segala puncak dari fase 1, 2 dan 3 digabung menjadi satu. Bagaimana tidak, semua superhero yang ada di fase 1, 2 dan 3 tampil di film Avengers: Infinity War (2018)! Terhitung tidak kurang dari 76 karakter baik itu superhero maupun para supporting-nya dipadatkan dalam film yang berdurasi “hanya” 2 jam 29 menit ini!

Tentu bukan pekerjaan yang mudah bagi sang sutradara yaitu Russo Brothers (Anthony Russo dan Joe Russo) dalam menterjemahkan naskah yang ditulis oleh Christopher Markus dan Stephen McFeely dengan begitu banyaknya karakter ini. Memang ada beberapa karakter yang underwritten dan durasinya terlampau sedikit, namun hal itu tidak menggangu bagi para fans yang telah menyaksikan MCU sejak Iron Man (2008) dan tidak melewatkan satu film pun, karena praktis hampir tidak ada karakter baru dalam Avengers: Infinity War (2018), jadi penonton sudah diberikan kesempatan mengenal setiap para karakternya selama 10 tahun belakangan ini. Bahkan dengan Avengers: Infinity War (2018), tiap karakter superhero bersatu padu layaknya sebuah keluarga dalam melawan musuh paling hebat dan kuat sepanjang sejarang MCU.

Secara plot, tergolong ada 2 plot utama yaitu terbagi dalam Team Captain America dengan Team Iron Man seperti pada film Captain America: Civil War. Captain America (Chris Evans) kali ini bersatu dengan Black Panther (Chadwick Boseman), Hulk (Mark Ruffalo), White Soldier (Sebastian Stan), Black Widow (Scarlett Johansson), War Machine (Don Cheadle), dll untuk melawan Thanos, supaya Thanos tidak bisa mendapatkan salah satu Infinity Stone yang dipunyai oleh Vision (Paul Bethany). Sedangkan Iron Man (Robert Downey Jr.) berjuang bersama Guardians of Galaxy, Spider-Man (Tom Holland) dan Dr. Strange supaya Thanos tidak bisa mendapatkan salah satu Infinity Stone yang dipunyai oleh Dr. Strange (Benedict Cumberbatch). Mereka sadar kalau Thanos tidak bisa dilawan satu per satu, sehingga harus keroyokan dan inilah yang menjadi highlight terbesar dalam Avengers: Infinity War (2018) bagaimana kombinasi dari keahlian masing-masing dapat dirangkai menjadi sekuen aksi yang sungguh memukau dan cekatan ini, seakan-akan Russo Brothers sangat ahli dalam pekerjaan yang membutuhkan multitasking dikarenakan keterbatasan durasi ini. Selain 2 plot utama itu, ada sebuah sub-plot yang melibatkan Thor (Chris Hemsworth), efek dari sub-plot ini sungguh luar biasa keren dan mampu membuat seisi studio bertepuk tangan karenanya. Sungguh, Thor menghadirkan sebuah crowd-pleaser jempolan!

Dalam setiap film-film MCU terdapat sebuah hubungan pertemanan atau percintaan antar tiap superhero/Avengers. Dapat ditarik kesimpulan walau sekuat apapun superhero, tapi tetap memiliki hati, kelemahan/kesalahan dan sifat-sifat manusia lainnya. Avengers: Infinity War (2018) pun begitu, terdapat hubungan kuat antar Vision dan Wanda Maximoff / Scarlet Witch (Elisabeth Olsen), Loki (Tom Hiddleston) dengan Thor (Chris Hemsworth), Peter Quill / Star-Lord (Chris Pratt) dengan Gamora (Zoe Saldana) hingga hubungan Iron Man (Robert Downey Jr.) dengan Spider-Man (Tom Holland). Walau dengan durasi yang cukup singkat, namun hubungan mereka terasa sangat kuat dan penonton dalam turut merasakan apa yang mereka alami.

Setelah MCU menghadirkan Killmonger di film Black Panther yang merupakan salah satu karakter villain terbaik sepanjang MCU, kini dalam Avengers: Infinity War (2018) diberikanlah Thanos (Josh Brolin) yang sudah bertahun-tahun teaser-nya muncul di berbagai post credit ini. Thanos sangat keji, kejam dan semakin bertambah kuat seiring dengan bertambahnya Infinity Stone yang dimilikinya. Thanos memberikan kengerian bagi para Avengers, termasuk bagi para penonton. Demi ambisinya, Thanos rela mengorbankan orang lain. Inilah perbedaan mendasar dari Thanos dan para Avengers. Jika para Avengers rela mengorbankan dirinya, Thanos sebaliknya. Seperti Killmonger yang memiliki maksud tersendiri untuk tercipta kedamaian/keadilan dalam dunia Thanos sebenarnya memiliki tujuan seperti itu, namun dengan cara memberangus banyak kehidupan di alam semesta, yang tentu saja bukan cara yang cakap. Thanos tidak hanya ditampilkan sisi kebengisannya, tapi secara mengejutkan ada hati dalam diri Thanos yang dia sampaikan melalui ekspresi, perkataan hingga air mata kepada salah satu tokoh penting dalam Avengers: Infinity War (2018) ini.

Banyak sekali momen-momen dramatis yang didominasi akan kematian atau pengorbanan yang dilakukan dari para Avengers ini. Apalagi saat menjelang ending, yang memberikan sebuah kejutan luar biasa, mematahkan semua fan theory yang sudah bergemilangan sebelum film Avengers: Infinity War (2018) tayang. Pada ending yang tergolong sebuah cliffhanger (bukan spoiler karena tahun depan ada kelanjutannya) di akhir yang sangat powerful seperti dalam Star Wars: Empire Strikes Back (1980). Cliffhanger ini menambah rasa penasaran penonton untuk menyaksikan lanjutan kisah film Avengers yang akan tayang tahun depan. Jangan lupa juga untuk menunggu after credit yang hanya berjumlah satu ini, karena after credit-nya sangat penting sebagai petunjuk akan kisah selanjutnya.

Final Verdict:

Ambisius, sangat megah, intens, bombastis dan dengan kombinasi sekuen aksi dari para Avengers yang tersinkronisasi secara sempurna. Avengers: Infinity War tidak hanya sangat menghibur dan menguncangkan perasaan namun memiliki sebuah kejutan besar yang mematahkan banyak fan theory.

Review Avengers: Infinity War - Sajian Megah yang Luar Biasa Mencengangkan dari Marvel Cinematic Universe
9.5Overall Score
Reader Rating 3 Votes
9.9