Berlatar sekitar akhir tahun 1960, Bad Times at the El Royale menceritakan 7 orang asing yang berbeda-beda kepentingan dan latar belakang bersinggungan di sebuah hotel yang bernama El Royale. Mereka adalah Daniel Flynn (Jeff Bridges) seorang pastur Katolik, Darlene Sweet (Cynthia Erivo) seorang penyanyi soul, Emily (Dakota Johnson) seorang wanita bergaya hippie, Rose (Cailee Spaeny) seorang wanita yang diculik oleh Emily, Laramie Seymour Sullivan (Jon Hamm) seorang salesman, Miles Miller (Lewis Pullman) seorang petugas hotel dan terakhir adalah Billy Lee (Chris Hemsworth) yang merupakan seorang pemimpin sebuah kultus.

Bad Times at the El Royale disutradarai oleh Drew Goddard yang namanya melejit sejak kesuksesan The Cabin in the Woods. Pada Bad Times at the El Royale dia sengaja menyusun sebuah plot yang maju mundur dengan point of view dari masing-masing 7 karakternya. Plot maju mundur ini membuat penonton makin penasaran akan latar belakang dari ketujuh karakter ini, karena dari kesemua karakter itu seperti menyembunyikan sesuatu akan masa lalunya dan kepentingan apa yang mereka ingin lakukan di hotel tersebut. Hal ini membuat sedikit demi sedikit puzzle tersusun dan membuat penonton menjadi lebih bersimpati dan mengenal mereka.

Cukup banyak komentar sosial melalui berbagai metafora dan alegori akan apa yang terjadi di tahun 60 an dan masih relevan hingga saat ini seperti tokoh Charles Manson yang diibaratkan pada sosok Billy Lee, tokoh ini menganggap pemerintah saat itu terlalu mengontrol mereka dengan segala peraturan-peraturan konservatifnya. Dia menawarkan sesuatu yang baru bagaimana semua orang bisa hidup lebih damai dan hangat dengan saling mencintai. Kemudian ada sebuah sindiran juga untuk para pejabat dengan berbagai perilaku negatifnya, pesan anti perang, sindiran kepada pemerintah saat itu yaitu Richard Nixon, rahasia gelap yang dimiliki oleh tokoh terkenal. Drew Goddard seperti membuat love letter untuk tahun 60-an. Tahun 60-an memang dikenal dengan segala kehebohannya mulai dari pembunuhan John F Kennedy, skandal Watergate, pembunuhan Martin Luther King Jr. hingga revolusi pada seni/musik/film. Segala komentar-komentar sosial ini dibalut pula dengan berbagai komedi gelapnya.

Hotel El Royale mampu menciptakan suasana khas tahun 60 an yang kental. Hotelnya sendiri memiliki 2 sisi yang berbeda yaitu sisi California yang penuh dengan palet warna hangat yang mencerminkan harapan dan kesempatan, sisi Nevada yang penuh dengan palet warna yang sejuk.

Deretan pemainnya berakting dengan cemerlang. Bridges sebagai seorang pastur memberikan penampilan yang akan menggugah hati penonton. Dia bukan seorang pastur pada umumnya, tetapi memiliki sisi campuran antara gelap dan terang yang bercampur menjadi satu, karakternya abu-abu. Chris Hemsworth sebagai Billy Lee dengan segala kharismanya dan juga bertelanjang dada di hampir seluruh adegan, tentunya akan membuat para fans dari dia akan terpuaskan. Lewis Pullman berhasil pula berakting sebagai petugas hotel yang dinaungi ketakutan akan segala dosa-dosannya di masa lalu. Cailee Spaeny sebagai Rose dengan tatapan nanar dan segala kegilaan yang dilakukannya. Tapi yang paling memukau tentu akting dari Cynthia Erivo sebagai Darlene yang sangat gigih dan fearless berjuang akan kehidupan yang lebih baik, tidak hanya berakting dengan menyentuh hati, dia juga mengeluarkan suara indahnya yang soulful.

Segala misteri yang dihadirkan, ditutup dengan sebuah showdown yang berdarah-darah yang sedikit membelokan film ini. Mungkin bagi sebagian orang akan merasa sedikit kecewa, karena menambakan twist yang lebih memukau.

Kesimpulan Akhir:

Drew Goddard menyajikan film yang kental dengan gaya Tarantino yang dapat menimbulkan rasa ketertarikan penonton dari awal hingga akhir, sangat stylish, penuh dengan berbagai komentar sosial dan sebuah crowd-pleaser. He did it again!

Review Film Bad Times at the El Royale (2018) - Film Neo-Noir Thriller yang Sangat Menarik dan Memancing Keingintahuan
9Overall Score
Reader Rating 0 Votes
0.0