Penampilan dari Iko Uwais yang hadir sampai setengah durasi film serta lokasi syuting di Yogyakarta menjadikan Beyond Skyline sebuah film yang tidak dapat dilewatkan begitu saja.
7Overall Score
Reader Rating 3 Votes
3.9

Sebelum menonton film Beyond Skyline tersimpan banyak keraguan mengenai sekuel dari film Skyline (2010) ini. Status B-Movie yang disematkan pada film franchise ini sedikit banyak mempengaruhi keraguan itu. Ditambah lagi sutradara dan penulis, Liam O’Donnel baru menjalani debutnya sebagai sutradara dalam film yang sebagian besar lokasi syutingnya di Yogyakarta ini. Namun keterlibatan Hydraulx, perusahaan yang menangani efek visual film ini menjanjikan sebuah tontonan yang layak dari sisi efek khusus.

Pengalaman Hydraulx yang pernah terlibat dalam produksi film Titanic, The Avengers dan beberapa film X-Men sedikit mengurangi keraguan tersebut. Selain itu, keterlibatan aktor laga ternama Frank Grillo (Captain America: Winter Soldier, The Purge: Anarchy) serta dua bintang laga asal Indonesia, Iko Uwais dan Yayan Ruhian dari film The Raid yang ikut bermain dan juga menata koreografi adegan laga menambah semangat menonton. Meskipun sedikit ada rasa khawatir mengenai porsi peran mereka di dalam film ini.

Kendati merupakan sekuel, Beyond Skyline tidak menggunakan satu pun karakter dari film pertamanya. Film ini mengambil perspektif karakter lain dalam menghadapi serbuan alien yang mempunyai misi menculik manusia tersebut. Berpusat pada seorang detektif polisi tangguh, Mark (Frank Grillo)  dan anaknya Trent (Jonny Weston) yang terjebak di sebuah kereta bawah tanah saat alien menyerbu Los Angeles. Bahu membahu dengan penumpang kereta dan masinis, Audrey (Bojana Novakovic), Mark memimpin mereka mencari tempat perlindungan.

179075_bdbs2

Malang bagi Mark, alien ternyata berhasil menculik Trent dan Audrey. Mark pun membiarkan dirinya ikut diculik demi bisa naik ke atas kapal alien dan menyelamatkan Trent. Berbagai kejadian yang terjadi di atas kapal membuat mereka terdampar di Laos dan bersinggungan dengan Sua (Iko Uwais) dan adiknya Kanya (Pamelyn Chee), anggota milisi gerakan bawah tanah Laos. Di tengah kejaran alien yang memburu salah satu incaran alien yang dibawa oleh Mark, mereka pun bekerjasama melawan alien sekaligus menyelamatkan seluruh bumi.

Menonton film ini dengan minim ekspektasi ternyata membuahkan hasil. Film di luar dugaan tampil mengasyikkan sejak awal kemunculan alien. Penonton hampir tidak diberikan ruang bernafas saat setting film berpindah dari Los Angeles ke dalam kapal alien dan berakhir di hutan belantara Laos. Cerita memang sederhana, namun guliran alur mengalir lancar, tidak ada adegan yang membosankan sejak alien menyerbu. Kredit lebih patut disematkan pada Liam O’Donnel selaku penulis/sutradara film ini. Beliau mampu menyajikan kisah seru tentang penyerbuan alien yang umum dengan memadukan berbagai sub-genre di dalamnya. Tercatat ada genre drama keluarga, perang, martial art dipadukan dalam film bergenre action fantasy ini.  

Bs9bs10

Penampilan baik ditorehkan oleh Frank Grillo. Ia cukup mampu menyeimbangkan peran sebagai polisi tangguh dan pria berkeluarga yang menyayangi anaknya. Walau aktingnya masih perlu diasah lagi, namun usahanya untuk menyeimbangkan kedua peran tersebut patut diapresiasi. Iko Uwais tampil paling gemilang dalam perannya yang mencapai hampir separuh film. Ia membuktikan diri telah memperbaiki kualitas aktingnya sejak debutnya dalam film Merantau. Dengan gestur dan mimik wajah yang lebih berwarna, kini Iko bukan lagi hanya seorang aktor laga saja. Sementara kang Yayan Ruhian, meski tampil hanya sedikit namun mampu memberikan penampilan memorable di dalam sebuah adegan yang cukup mengejutkan.

Seperti yang sudah diperkirakan, visual efek karya Hydraulx tampil menonjol dalam film ini. Penggambaran wujud alien sangat menakutkan dan kreatif, adegan-adegan gore sangat believable. Meskipun adegan-adegan megah seperti kehancuran ataupun pertarungan “monster kaiju” sedikit kurang halus, namun masih dapat dimaklumi mengingat bujet film ini yang “hanya” sebesar 20 juta dolar. Satu lagi yang menarik dalam film ini adalah berbagai referensi film klasik yang bisa ditampilkan dalam berbagai adegan di film ini. Beberapa Di antaranya adalah Predator, Godzilla, Independence Day, Taken, Apocalypse Now serta tentu saja, The Raid pada adegan perkelahiannya.

bs1bs3

Departemen musik juga merupakan salah satu yang menonjol. Gubahan musik dan scoring yang  mengalun sepanjang durasi film tampil sangat baik dan menyenangkan untuk didengar. Namun sinematografi sedikit kurang baik, terutama pada adegan di awal film yang bersetting di Los Angeles, pergerakan kamera kurang halus, kami duga keputusan menggunakan kamera handheld seakan ingin memberikan referensi pada film Cloverfield (2008). Namun yang terjadi adalah gambar sedikit agak patah, jadi agak sedikit membuat pening. Kekurangan lain adalah segi cerita. Cepatnya alur mengalir menjadikan berbagai adegan kurang dijelaskan asal muasalnya, kami tidak dapat menceritakan bagian yang mana karena mengandung spoiler, tapi ini merupakan resiko dari padatnya skrip yang ditulis. Selain itu adalah ending film yang terkesan memaksa untuk mempersiapkan film sekuelnya. Meskipun premis untuk sekuelnya sedikit banyak menjanjikan dengan referensi dari film-film sci-fi semacam Star Wars atau Star Trek.

Satu pesan saya, lupakan isu dan niat protes soal lokasi syuting di Yogyakarta namun setting film negara Laos, toh untuk setting di Los Angeles mereka  syuting di Kanada kok. Tapi tidak ada orang Kanada yang protes. Pertimbangan memilih Yogya semata-mata karena hutan belantara dan sumber daya manusia di Laos tidak layak dijadikan lokasi syuting dan bagian dari tim produksi. Liam O’Donnel mengakui belum mengenal Indonesia saat ia menulis film ini  7 tahun yang lalu, sedangkan Laos merupakan asal negara dari istri dari Liam, dan anak Liam pun dinamakan Sua, seperti karakter Iko Uwais dalam film ini.

bsbs4

Final Verdict

Beyond Skyline merupakan sebuah film yang menghibur dan menyenangkan untuk disaksikan beramai-ramai. Dengan premis umum bertema serbuan alien ke bumi, film ini tampil beda dengan perpaduan genre film yang menjadi referensinya. Melalui penampilan Iko Uwais yang hadir sampai setengah durasi film, aksi singkat nan mengesankan dari Yayan Ruhian, serta lokasi syuting yang familiar di Yogyakarta menjadikan Beyond Skyline sebuah film yang tidak dapat dilewatkan begitu saja.