Nazi Jerman di Perang Dunia II menghentak banyak pihak atas kepiawaiannya dalam perang dengan tank Panzer yang membuat dalam waktu sangat cepat, Prancis, Belanda, Belgia, Polandia, Republik Ceko dan negara-negara lain disekitarnya bertekuk lutut. Inggris yang bersekutu dengan berbagai negara tersebut seperti diam saja dan hanya berusaha berdiplomasi sambil membujuk Nazi Jerman untuk melalukan gencatan senjata. Neville Chamberlain sebagai Perdana Menteri saat itupun di makzulkan oleh parlemen dan diangkatlah Winston Churchill yang akhirnya termasyur karena perlawanannya terhadap Nazi Jerman. Film Darkest Hour mengangkat sosok Winston Churchill saat masa-masa dari 8 Mei – 4 Juni 1940 yang sangat kharismatik ini berkat pidatonya yang membangkitkan semangat masyarakat Inggris. Darkest Hour tayang midnight show pada 13 Januari 2018 dan akan tayang reguler pada 19 Januari 2018.

Winston Churchill (Gary Oldman) terpilih menjadi Perdana Menteri karena dia didukung oleh pihak oposisi, walau kebanyakan dari partai konservatif yang merupakan partai yang memerintah lebih memilih Edward Wood, 1st Earl of Halifax (Stephen Dillane), Menteri Luar Negeri. Keputusan Churchill untuk tetap berperang melawan Nazi Jerman walau kekalahan tampaknya sudah di depan mata saat 300 ribu orang pasukan Inggris terperangkap di Dunkirk membuat banyak yang menentangnya khususnya dari partainya sendiri yang menginginkan jalur diplomasi.

1 2

Selain Darkest Hour, dalam 2 tahun terakhir sudah ada 3 film yang berkisah tentang Dunkirk. Ada film Their Finest film komedi perang tentang bagaimana pemerintah membuat film propaganda untuk membangkitkan semangat masyarakat Inggris. Ada pula film blockbuster, Dunkirk yang disutradarai oleh Christopher Nolan. Setelah menonton Darkest Hour disarankan untuk menonton juga film Dunkirk supaya mendapat gambaran bagaimana gentingnya dan menegangkannya saat evakuasi tentara terbesar dalam sejarah dunia.

Gary Oldman yang merupakan aktor watak yang serba bisa dalam berakting baru mendapatkan 1 nominasi Oscar saja! Padahal seringkali dia selalu memberikan penampilan terbaiknya dalam berakting. Dalam Darkest Hour dia memperlihatkan bahwa dirinya pantas mendapatkan Oscar. Melalui bantuan makeup prospetik tebal sehingga orang-orang tidak akan percaya kalau itu dia, Gary Oldman seperti melahirkan kembali sosok Churchill sehingga menjadi nyata. Bicaranya yang khas, humornya, perilaku semaunya sampai dengan saat adegan pamungkas pidatonya “We shall fight on the beaches, we shall fight on the landing grounds, we shall fight in the fields and in the streets, we shall fight in the hills; we shall never surrender”. Dialah Churchill terbaik dari yang sebelumnya pernah ditampilkan oleh Brian Cox di film Churchill dan Timothy Spall di The King’s Speech.

3 4

Joe Wright sang sutradara yang sebelumnya pernah menyutradarai Atonement menampilkan Darkest Hour minim dengan adegan peperangan, hampir semuanya adalah dialog. Beda dengan Dunkirk yang sangat minim dialog, tetapi banyak aksi. peperangan dari Darkest Hour terjadi di dalam ruangan, namun tidak kalah menegangkan dan gentingnya di medan pertempuran.

Naskah yang ditulis oleh Anthony McCarten, menguak sisi humanisme dari Churchill. Walau dia tampak sangat keras, emosinya meluap-luap dan seorang orator yang ulung. Dia seperti sendirian dalam menghadapi semua. Partainya sendiri dan raja Inggris yang gagap, King George VI (Ben Mendelsohn) meremehkan dia. Banyak yang meremehkannya karena Churchill kasar, tidak dapat diprediksi kelakuannya, blak-blakan dan sering mabuk-mabukan. Bahkan dalam satu adegan, King George VI mengatakan kalau jam dinding mati saja bisa 2 kali menunjukan waktu yang benar dalam satu hari. Churchill juga sebenarnya berhati lembut. Ada suatu adegan dia menahan tangis saat harus memerintahkan brigade infranteri menjalani misi bunuh diri di Calais supaya mengulur waktu agar pasukan yang terperangkap di Dunkirk dapat diselamatkan.

5 6

Suasana gradasi cahaya gelap dan terang dari sinematografer Bruno Delbonnel sungguh menawan. Apalagi saat adegan Churchill di dalam toilet pribadinya, kamera semakin menjauh dan kegelapan menaunginya. Digambarkan memang Churchill sangat sendirian karena pihak terakhir yang dia minta bantuan Franklin D. Roosevelt, presiden Amerika Serikat pun tidak bisa membantunya, karena adanya hukum anti intervensi yang berlaku di Amerika Serikat.

Churchill merupakan representasi dari rakyat Inggris yang menginginkan untuk berperang saat itu dan tidak ingin negara dikuasai tirani jahat. Adegan saat Churchill berada di kereta api bawah tanah memang belum bisa dibuktikan apa memang benar terjadi. Bisa juga sang sutradara membuat suatu alegori tentang apa yang diingini masyarakat Inggris. Adegan yang mengejutkan, simpatik, rendah hati itu merupakan adegan terbaik dari film Darkest Hour. Bukti seorang pemimpin yang mau turun ke jalan demi bercengkrama dengan rakyatnya.

Final Verdict:

Cerita kepahlawanan luar biasa dari Winston Churchill dengan akting yang luar biasa hebat dari Gary Oldman sehingga dia tinggal menunggu saja namanya dibacakan di Oscar nanti. Seorang Winston Churchill dapat membangkitkan semangat Inggris di Perang Dunia II sehingga bisa mengubah sejarah dunia secara drastis dan peninggalannya masih terus dikenang sampai saat ini untuk sebagai inspirasi dalam melawan segala tirani yang ada di dunia.

Photos: Perfect World Pictures, Working Title Films

Inspiratif, Menegangkan dan Penuh dengan Dialog-Dialog yang Memikat
8Overall Score
Reader Rating 2 Votes
8.0