“Setiap 48 jam terjadi perampokan bank di Los Angeles, sehingga dikatakan sebagai ibukota dari perampokan bank”. Itulah kalimat pembukaan dari film ini. Den of Thieves yang disutradarai oleh Christian Gudegast (A Man Apart, London Has Fallen, keduanya sebagai penulis naskah) mengangkat fenomena menakjubkan ini.

Sebuah truk lapis baja berhenti di sebuah cafe. Dalam sekejap, tim perampok dikomandoi oleh Ray Merrimen (Pablo Scheiber) menyerang dan mengambil truk itu. Paginya, Detektif Nick O’Brien (Gerard Butler) menginvestigasi. Dia sebelumnya sudah memonitor Merrimen dan kru-krunya. Ray ingin melakukan aksi terbesarnya dengan truk besar itu dan Nick berjibaku melawan waktu untuk menghentikan ambisi Ray ini.

1 2

Den of Thieves menghadirkan aksi tembak-tembakan pada opening sequence dan adegan pamungkas yang solid dan penuh dengan kualitas teknis untuk digarap. Adegan ini terasa menegangkan dengan berbagai desiran peluru tanpa scoring. Kredit terbesar diberikan untuk sisi sinematografi dan sound departement yang mampu mewujudkan hal ini.

Durasi yang mencapai 140 menit cukup mengejutkan mengingat film-film pencurian lain dan film pada umumnya biasanya hanya berdurasi sekitar 90-100 menit saja. Bagian pertengahan lebih membahas bagaimana kehidupan Nick dengan istrinya yang di ambang perceraian. Bagian ini juga turut memperlihatkan bagaimana Nick menginvestigasi Ray dan anak buahnya secara langsung, berani, mengkonfrontir. Bagian ini terasa terlalu panjang dan ada beberapa adegan yang bisa dipercepat atau dihilangkan. Ada pula adegan-adegan yang terasa kurang koheren untuk pengembangan cerita. Walau begitu Christian Gudegast masih bisa dapat membuat penonton terikat sejak awal dan pace-nya juga cukup stabil dan enak untuk diikuti.

3 4

Den of Thieves jelas mengambi unsur-unsur film Heat (1995) yang disutradarai oleh Michael Mann dan dibintangi oleh 2 aktor gaek Robert De Niro dan Al Pacino. Den of Thieves juga turut mengambil banyak style dari film pencurian yang sejenis. Adegan pencurian akhir itu cukup mendebarkan hati dan cukup pintar, namun terkadang penonton sudah bisa menebaknya.

Gerard Butler menampilkan performa yang bertenaga, energik, keras sekaligus rapuh dan emosional terhadap apa yang terjadi dengan keluarganya. Aktingnya cukup bagus namun ada beberapa adegan terasa berlebihan. Untuk aktor dan aktris pendukung lain terasa standar-standar saja, bisa jadi karena memang film ini berfokus pada karakter Nick yang diperankan oleh Gerard Butler.

5 6

Final Verdict:

Terlampau lama, namun sisi teknisnya cemerlang khususnya saat sequence tembak-tembakan berdurasi panjang yang kinetik, keras, solid, menegangkan dan dengan kualitas efek suara desiran peluru yang sangat baik. Den of Thieves ditulis dengan cukup pintar, akting dari Gerard Butler yang oke dan penuh dengan unsur-unsur film pencurian terdahulu khususnya film Heat (1995).

Menegangkan dengan adegan-adegan tembakan yang penuh dengan desiran peluru
7Overall Score
Reader Rating 0 Votes
0.0