The best movie of 2017 so far!
10Overall Score
Reader Rating 25 Votes
6.2

Battle of Dunkirk bukanlah sebuah kisah kemenangan gilang gemilang seperti halnya D-Day, Battle of Britain, Battle of Stalingard, Battle of Iwo Jima dan berbagai peperangan lainnya yang di menangi oleh pihak Allies (Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Perancis, dll) di Perang Dunia ke 2. Lebih dikenal karena keberhasilan dalam menyelamatkan ratusan ribu orang, dimana saat itu pihak Allies hampir tidak mempunyai apapun baik di darat, laut dan udara untuk melawan Jerman Nazi, sehingga membuat sebagian besar rakyat Inggris menganggap Battle of Dunkirk ini sama pentingnya dengan Battle of Britain. Ratusan ribu tentara yang selamat inilah yang kemudian menentukan kelanjutan dari nasib ratusan juta umat manusia di muka bumi. Kisah ini diangkat oleh sutradara jenius yaitu Christopher Nolan yang selama hidupnya tidak pernah membuat film yang dikatakan buruk berdasarkan konsensus dari para kritikus film (71 – 96% di Rotten Tomatoes).

Baca juga: Ini 5 Film Terbaik Christopher Nolan yang Wajib Ditonton

Cerita film dibagi dalam 3 perspektif di darat, laut dan udara. Di darat ratusan ribu tentara Inggris, Prancis, Kanada, Belanda, Belgia menunggu untuk diselamatkan ke tanah Inggris, tetapi bantuan kapal perang maupun pesawat temput tidak kunjung datang karena pihak Inggris tidak ingin menghabiskan sumber daya untuk menyelamatkan mereka. Di laut, berlokasi di pantai Inggris, kapal-kapal nelayan dikerahkan untuk menyelamatkan ratusan ribu tentara yang terkepung oleh pasukan Jerman Nazi itu. Mr Dawson seorang nelayan (Mark Rylance), Peter anaknya (Tom Glynn-Carney) dan George, sang pemuda lokal (Barry Keoghan) secara sukarela bersatu padu berjuang bersama menuju Dunkirk. Di udara hanya 2 orang pilot Royal Air Force (RAF) Farrier (Tom Hardy) dan Collins (Jack Lowden) yang secara sukarela ingin membantu dan meminimalisir superioritas udara dari Jerman Nazi.

Baca juga: Wajib Tonton, Ini 10 Film Perang Dunia II Terbaik

1 3

Ciri khas dari Christoper Nolan adalah plot non linear yang kembali diperlihatkan di Dunkirk. Kisah di darat berlangsung selama 1 minggu, di laut selama 1 hari dan di udara selama 1 jam dapat dirangkai sedemikian rupa menjadi satu benang merah yang berkesinambungan ditambah lagi suatu trademark-nya itu sedikit twist cerita yang juga memperkuat ketiga cerita tersebut menjadi suatu kesatuan. Editing dari Lee Smith yang timing-nya luar biasa pas, membuat ketiga cerita ini mengalir begitu mulusnya.

4 6

Nolan tidak membuat film ini menjadi sebrutal Saving Private Ryan atau sepuitis The Thin Red Line dan tidak pula membuat film ini menjadi sebuah film politis dengan nuansa propaganda. Dia tidak memperlihatkan sosok tentara Jerman sedikitpun, begitu juga Perdana Menteri Winston Churchill yang hanya diperlihatkan pada koran saja ataupun suara saja. Nolan membuat Dunkirk menjadi sebuah survival story ditambah dengan nuansa disaster movie. Dari detik awal penonton sudah disuguhi adegan sang pemeran utama yang baru berusia 20 tahun Fionn Whitehead yang berperan sebagai prajurit Tommy harus berjibaku menghindari peluru dan menyelamatkan dirinya. Dia seperti halnya Gibson (Aneurin Barnard), Alex (Harry Styles) dan ratusan ribu prajurit muda lainnya yang tidak tahu harus melakukan apa dan hanya berharap diselamatkan. Penonton tidak butuh narasi tentang latar belakang siapa mereka ataupun mengenalkan siapa mereka, bahkan seringkali suatu adegan tidak ada dialog sama sekali. Nolan ingin memperlihatkan bahwa mereka hanya prajurit biasa yang dilingkupi dengan teror dan ketakutan yang sangat, telintas jelas di raut muka dan berbagai adegan aksi yang mendebarkan hati. Harry Styles secara mengejutkan berakting bagus di sini. Nolan tidak mengetahui kalau Harry Styles adalah superstar dari grup One Direction, sehingga dia tidak menggunakan popularitasnya untuk membuat film ini menjadi lebih sukses.

2 7

Saat Mr Dawson (Mark Rylance) ditanyai mengapa ingin ke Dunkirk karena di Inggris adalah rumah kita oleh Cillian Murphy yang berperan sebagai tentara yang selamat dari situasi horornya Dunkirk. Sebuah akting menawan dari Mark Rylance muncul, dia menjawab dengan tenangnya dan penuh dengan empati “Jika saya tidak ke Dunkirk, maka rumah saya dan penduduk Inggris lainnya juga akan rata dengan tanah”. Pesona akting dari Mark Rylance yang bersahaja dan bijaksana ini bisa saja membuat dia mendapatkan nominasi Oscar seperti yang dia dapatkan dan dia menangkan di Bridge of Spies. Kenneth Branagh yang sudah mendapatkan 5 nominasi Oscar dan berperan sebagai Commander Bolton yang memimpin seluruh pasukan Inggris di Dunkirk juga layak untuk mendapatkan nominasi Oscar keenamnya ini. Dia memperlihatkan sosok penuh hati, harapan dan kepemimpinan sejati untuk para anak buahnya.

Puncak dari kegemilangan, keajaiban dan kejeniusan dari Nolan adalah sekuen di udara yang benar-benar sangat realistis karena dibuat dengan minim bantuan Computer Generated Image (CGI). Nolan dan sang sinematografer yaitu Hoyte van Hoytema (Interstellar) memasang kamera IMAX di bagian depan dan belakang dari pesawat tempur, sehingga dibuatlah 2 tempat duduk di kokpit supaya dapat mengambil adegan yang luar biasa memukau dan menegangkan itu sehingga penonton bisa hanyut dan seakan-akan ikut ambil bagian dalam mengemudikan pesawat tempur itu. Sudut pengambilan gambar sedemikian ajaibnya dan monumental, sehingga menjadi tonggak tersendiri untuk filmmaker lain dalam mengambil sekuen di udara. Cerita di udara ini menjadi yang paling menggetarkan hati karena heroiknya dua anggota RAF ini dalam berkorban demi menyelamatkan banyak jiwa.

5 8

Hans Zimmer yang sudah menjadi langganan dalam musik scoring film-film Nolan (Batman Begins, The Dark Knight, Inception, The Dark Knight Rises, Interstellar) kembali memperlihatkan dentingan magisnya, kali ini dengan scoring yang mencekam dan menegangkan di mana suara jam berdetak tiap detiknya seakan-akan seperti bom waktu yang tidak tahu kapan akan meledak. Diibaratkan dengan nasib dari ratusan ribu prajurit yang tidak tahu kapan musuh akan menyerang dari udara, laut maupun darat.

Nolan yang di semua filmnya tidak ingin banyak menggunakan CGI, tetapi lebih ke practical effects dan membangun setting. Hal ini membuat kerja dari production designer dan casting director menjadi berkali-kali lipat. Kapal laut nelayan yang harus dipersiapkan demikian supaya sama dengan kejadian aslinya. Para aktornya benar-benar berjumlah ratusan ribu dan kesemuanya orang Inggris ataupun yang memiliki kewarganegaraan sama dengan apa yang terjadi di masa lampau! Nolan ingin membuat film ini serealistis mungkin, supaya para aktornya dapat merasakan apa yang dialami oleh para prajurit-prajurit itu dan Nolan seakan-akan ingin mengulang kembali apa yang terjadi puluhan tahun silam itu. Dan memang dia berhasil, sangat berhasil dalam menggambarkan peristiwa penting yang merupakan titik balik dari Perang Dunia ke 2 ini.

Final Verdict:

Nolan kembali memberikan keajaiban bagi para pentontonnya:

– Bagaimana dia bisa meminimalisir Computer Generated Image (CGI) dengan memasang 2 kamera IMAX di bagian depan dan belakang pesawat tempur, sehingga menghasilkan sekuen udara paling hebat sepanjang sejarah perfilman
– Bagaimana dia bisa membuat penonton peduli dengan para karakternya walau minim dengan dialog dan pendalaman karakter.
– Bagaimana dia bisa membuat film perang penuh dengan teror dari detik awal hingga detik terakhir.
– Bagaimana dia bisa membuat 3 cerita non-linear (darat, laut, udara) dalam 1 film menjadi suatu benang merah yang berkesinambungan satu dengan lainnya

Satu lagi mahakarya agung darinya yang sangat layak untuk mendapatkan nominasi Oscar untuk Best Picture, Best Director, Best Supporting Actor, Best Cinematography, Best Film Editing, Best Sound Editing, Best Sound Mixing, Best Production Design dan tentunya Best Original Score. Tontonlah di IMAX untuk mendapatkan kualitas terbaik dari kamera 70mm yang digunakan oleh Nolan.

Dunkirk tayang reguler mulai 21 Juli 2017 di bioskop-bioskop Indonesia.

Photo: Warner Bros