Menyebut nama Charlie’s Angels, sebuah brand intellectual property rekaan Ivan Goff dan Ben Roberts yang pertama kali mengudara dalam serial TV Amerika Serikat di tahun 1976-1981 tidak jauh dari kisah para mata-mata wanita dalam mengemban misi-misi rahasia yang penuh intrik. Film layar lebar versi modernnya yang pertama kali dirilis tahun 2000, dengan menggaet bintang ternama Hollywood dalam sosok Cameron Diaz, Drew Barrymoore dan Lucy Liu menggantikan pemeran trio Angels generasi pertama, Farrah Fawcett, Kate Jackson dan Jaclyn Smith pun hadir menambahkan kesan film action bombastis yang menguatkan kekuatan karakter wanita dalam film.

Dengan semangat yang sama, Sony Pictures dan Columbia Pictures kembali memperbaharui kisah para malaikat dalam film lanjutan Charlie’s Angels yang kini dibintangi trio aktris muda Kristen Stewart, Ella Balinska dan Naomi Scott dan akan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada tanggal 14 November 2019.

film Charlie's Angels

Loading...

Sinopsis

Elena (Naomi Scott) tak menyangka, niatnya untuk mengadukan permasalahan krusial pada produk Calisto, sumber energi bersih yang ia kembangkan ternyata dianggap angin lalu oleh bosnya, Fleming (Nat Faxon) dan Brock (Sam Claflin). Demi mencegah timbulnya banyak korban, Elena pun berniat menjadi whistleblower dengan bantuan organisasi rahasia yang menaungi para Angels. Dengan susah payah, sepasang angels Jane (Ella Balinska) dan Sabina (Kristen Stewart) menyelamatkan Elena dari kejaran pria pendiam nan keji Holdak (Jonathan Tucker)

Elena pun masuk dalam perlindungan para angels yang dipimpin oleh Bosley (Elizabeth Banks) sekaligus menjadi informan untuk melacak keberadaan beberapa prototype Calisto yang mendadak hilang dan diduga dijual di pasar gelap sebagai senjata pemusnah massal berbahaya. Charlie’s Angels pun beraksi untuk mencegah hal buruk terjadi di dunia.

film Charlie's Angels

Ulasan

Membuka film dengan memamerkan pesona Kristen Stewart dalam beraksi menyamar dan merayu seorang pimpinan penjahat seakan menjanjikan sebuah film aksi mata-mata yang akan mempertontonkan banyak intrik dan adegan aksi yang melibatkan para angels. Tidak salah memang, karena adegan aksi dalam film ini sangat melimpah, sementara intriknya terhitung biasa.

Elizabeth Banks (Pitch Perfect 3) yang menyutradarai film ini sekaligus menulis naskah berdasarkan cerita rekaan Evan Spiliotopoulos (Beauty and The Beast, Hercules) dan David Auburn memang belum banyak memiliki pengalaman dalam mengarahkan film, terlebih lagi film bergenre action seperti Charlie’s Angels ini. Pengarahan Banks, terutama di adegan-adegan aksinya kurang menggigit akibat banyaknya jump cuts yang kelewat cepat yang memusingkan kepala. Framing kamera dan blocking pun menjadi masalah yang mengganggu akibat minimnya adegan wideshot saat adegan laga.

Dari sisi sinematografi sebenarnya film cukup cantik menampilkan beberapa lokasi, termasuk saat di Hamburg dengan gelaran adegan kejar-kejaran mobil yang sangat apik dan mendebarkan. Sinematografer Bill Pope yang berpengalaman menata kamera dalam film The Matrix dan Spider-Man 2, menunjukkan skillnya yang luar biasa dalam film ini. Sepertinya faktor meminimalisasi bujet dan adegan stunt lah yang mengakibatkan banyak adegan aksinya menggunakan teknik penyuntingan jump cuts oleh sang editor, Alan Baumgarten (Zombieland, Trumbo) dan Mary Jo Markey (Star Trek, Star Wars: The Force Awakens). Departemen lain seperti artistik, tata suara, tata musik, busana dan tata rias praktis tidak memiliki masalah berarti.

film Charlie's Angels

Kendati demikian, Banks dapat dikatakan cukup berhasil dalam karakterisasi pemain. Sabina yang diperankan Kristen Stewart (Twilight, Personal Shopper) menjadi karakter nyeleneh dan terasa padu saat bersanding dengan Jane si angels tangguh milik pendatang baru, Ella Balinska. Sementara Naomi Scott (Aladdin, Power Rangers) cukup baik memerankan seorang jenius yang terjebak di sebuah kasus pelik.

Ketiga karakter utama tersebut didukung oleh beberapa karakter lain seperti para Bosley, yang di versi film ini menjadi layaknya pangkat dan merupakan handler atau pengawas para angels. Para Bosley utama dalam film diperankan oleh sang sutradara, Elizabeth Banks (Brightburn, Slither), Djimon Hounsou (Amistad, Blood Diamond) serta aktor legendaris Patrick Stewart (X-Men, Star Trek: First Contact). Ketiganya tampil cukup baik namun tidak mampu mencuri perhatian layaknya Jonathan Tucker (The Ruins, Virgin Suicides) sebagai Holdak yang keji dan dingin.

Para karakter pendukung lain Nat Faxon (The Way Way Back, Bad Teacher), Chris Pang (Crazy Rich Asians, Crouching Tiger Hidden Dragon: Sword of Destiny) dan Sam Claflin (Adrift, Me Before You) sayangnya tidak diberikan banyak kesempatan akibat minimnya screentime.

film Charlie's Angels

Guliran plot dalam naskah yang ditulis sendiri oleh Elizabeth Banks sendiri sebenarnya mengalir mulus, sampai memasuki babak ketiga film dimana film terasa kesulitan membuka lapisan twist dan rahasia-rahasia yang diplanting dalam dua babak sebelumnya. Masalah krusial lain dalam naskah adalah isian dialog yang kelewat bawel dengan limpahan gurauan one liner Sabina yang lebih banyak garingnya.

Kesimpulan Akhir

Charlie’s Angels era modern yang kembali menampilkan para wanita tangguh yang penuh percaya diri dalam memberantas kejahatan ini ternyata tidak menawarkan hal yang baru selain para karakter baru yang dimainkan artis-artis muda ternama yang enerjik dan menawan. Plotnya yang berpotensi menarik terganggu dengan pengungkapan misteri yang terbata-bata dan pengarahan yang kurang menarik. Meski begitu film ini memiliki karakter-karakter yang menarik dan variatif dalam sosok Jane yang tangguh dan seksi, Sabina yang cantik dan nyeleneh serta Elena yang pintar dan menggemaskan yang membuat film Charlie’s Angels masih layak disaksikan hanya untuk melihat aksi para Angels saja.

Sebagai catatan jangan lewatkan mid credit scenes dalam film yang menampilkan banyak cameo aktris-aktris dan tokoh ternama lainnya.

Note: Scroll/gulir ke bawah untuk melihat rating penilaian film.

 

Loading...

Review Film Charlie's Angels (2019) - Menyenangkan Walau Tidak Menawarkan Hal Baru
6Overall Score
Reader Rating 1 Vote
7.3