Ryan Reynolds dan Tim Miller adalah dua sosok aktor dan sutradara yang sangat berjasa menghadirkan film superhero dengan rating dewasa Deadpool (2015) yang sukses di pasaran. Keduanya berhasil memberikan warna dan gaya yang disukai penonton pada karakter superhero bermulut cerewet ini. Terbukti dengan pemasukan mencapai 783 juta dolar dihasilkan film pertamanya di seluruh dunia. Pada sekuelnya yang kini diarahkan oleh David Leitch (John Wick, Atomic Blonde), Deadpool 2 menjanjikan aksi yang lebih besar, lebih berdarah-darah, lebih sadis dan tentu saja lebih konyol lagi.

Film dibuka saat Wade/Deadpool (Ryan Reynolds) dan pasangannya, Vanessa (Morena Baccarin) berencana memiliki anak di hari jadi mereka. Namun sesuatu terjadi dan menghalangi keinginan mereka . Sebuah kejadian di sebuah penampungan mutan, tempat dimana mereka disiksa untuk “disembuhkan” diporak-porandakan oleh sosok mutan muda bernama Russel (Julian Dennison) yang memiliki mengeluarkan ledakan api besar dari kedua tangannya.

 

Bersama kedua anggota X-Men sahabatnya Colossus (Stefan Kapicic) dan Negasonic Teenage Warhead (Brianna Hildebrand), Deadpool memulai perannya sebagai anggota pelatihan X-Men untuk menyelamatkan Russel. Alih-alih selamat, tingkah dan aksi Deadpool yang ekstrim malah menjebloskan Russel dan dirinya sendiri ke dalam penjara. Di penjara itulah muncul Cable (Josh Brolin) yang datang dari masa depan dengan misi misterius untuk membunuh Russell.

Terinspirasi dengan keinginannya memiliki anak, timbul sifat kebapakan Deadpool yang membuatnya ingin melindungi Russell dari kejaran Cable. Deadpool bersama Weasel (T.J. Miller) dan Dopinder (Karan Soni) mengadakan audisi untuk membentuk tim superhero yang dinamakan X-Force, yang beranggotakan para mutan dengan berbagai kemampuan. Seperti, Bedlam (Terry Crews), Shatterstar (Lewis Tan), Zeitgeist (Bill Skarsgard), Domino (Zazie Beetz) dan sang manusia biasa, Peter (Rob Delaney). Aksi mereka menyelamatkan Russel pun dimulai, tetapi Russel malah termotivasi untuk balas dendam dan berteman dengan mutan terkuat dipenjara yang menjadi sahabatnya. Deadpool dan keluarga barunya mendapat kesulitan besar menghadapi mutan tersebut dan tentu saja melawan Cable yang luar biasa tangguh.

Bukan Deadpool namanya kalau tidak menyelipkan banyak kelakuan konyol, kata-kata nyeleneh dan adegan aksi yang sadis di sepanjang film berdurasi 119 menit ini. Dengan kecerewetannya yang tanpa henti Ryan Reynolds semakin mengukuhkan kehandalannya berperan sebagai Deadpool. Pemeran lain yang menonjol adalah Julian Dennison yang dengan sikap keras kepala sekaligus sok asyiknya bikin gemas dan geregetan. Sementara Josh Brolin tampaknya kembali berhasil menunjukkan kualitas aktingnya setelah sukses memerankan Thanos dengan Cable miliknya yang tangguh, beringas tapi juga punya hati. Untuk Zazie Beetz sendiri tidak mengecewakan dan mampu memberikan warna sendiri dengan sosok Dominonya yang selalu beruntung dan sedikit agak jutek.

Dari sisi teknis, seperti pada film pertamanya, sinematografi film ini sangatlah baik. Tone warna tampil dominan cerah dengan pergerakan kamera dinamis. Ada beberapa shot perkelahian yang terlihat buram dan memiliki kepadatan gambar yang akan membuat mata lelah karena banyaknya aksi perkelahian. Transisi adegan juga sedikit kurang smooth. Tetapi itu hanya sebagian kecil kekurangan saja, karena dominasi koreografi, tata musik dan desain produksinya sangatlah baik. Pengarahan David Leitch sendiri sangatlah apik menandakan kerjasama yang baik dengan seluruh kru dan sang megastar, Ryan Reynolds.

Untuk plot cerita sendiri tidak terlalu bermasalah selain pada banyaknya karakter yang muncul dan tidak diberikan banyak waktu untuk dikenal pribadinya. Taburan lawakan dan referensi budaya pop yang dihadirkan trio penulis Rhett Reese, Paul Wernick dan Ryan Reynolds dalam film sangatlah lucu. Tak terhitung berapa momen lucu yang muncul. Dari sekedar celetukan meledek segala hal berkaitan dengan film Marvel, film DC atau meledek film-film X-Men sendiri. Lalu adegan berkelahi yang sadis campur konyol, sampai ke tingkah laku serampangan Deadpool yang suka mengajak ngobrol penontonnya. Karakter-karakter lain juga memiliki momen komedi yang tidak kalah lucunya dan menjadikan film ini sebagai salah satu film terlucu (dan tergila!) tahun ini.

Final Verdict

Film Deadpool 2 hadir bukan hanya sebagai film superhero dengan aksi konyol dan banyolan saja. Mengangkat tema yang lazim di berbagai film besar belakangan ini, yaitu tema keluarga, film ini sukses memberikan perspektif dan arah baru untuk karakter superhero konyol yang nampaknya akan kembali menjadi peraih laba besar di musim panas tahun ini. Ini berkat keberhasilan film dalam memberikan kesenangan dan kegilaan tanpa henti sejak detik pertama film.

Sebagai catatan, patut diketahui film Deadpool 2 ini adalah film superhero dengan rating dewasa yang penuh adegan sadis dan kata-kata kasar. Tidak diperkenankan membawa anak-anak untuk menonton film ini dan pastikan menunggu deretan after credit scene di akhir film, dipastikan anda akan tertawa terbahak-bahak.

Film ini sukses memberikan perspektif dan arah baru untuk sebuah karakter superhero konyol, serta berhasil memberikan kesenangan tanpa henti sejak detik pertama film
9Overall Score
Reader Rating 2 Votes
9.4