Loading...

Bertarunglah Dragon Ball, dengan segala kemampuan yang ada
Bila kembali dari langit, s’moga hidup kan jadi lebih baik

 

Siapapun pasti akan teringat dan berdendang ketika membaca lirik lagu tersebut bukan? Lirik lagu yang cukup sederhana dan catchy itu tersebut memang selalu muncul di salah satu stasiun televisi swasta di hari Minggu pagi era 90-an. Lagu yang tentunya mengawali serial animasi legendaris berjudul Dragon Ball Z, dimana berbagai karakternya seperti Son Goku, Vegeta, Bulma dan Yamcha begitu melekat bahkan menjadi semacam everlasting anime hingga bertahun-tahun mendatang.

Nah, sejak tahun 2013 franchise Dragon Ball memang mengalami penyegaran dan memasuki era barunya yang diawali dengan kemunculan film Dragon Ball Z: Battle of Gods dan dilanjutkan dengan Dragon Ball Z: Resurrection F di tahun 2015. Sejak itulah franchise Dragon Ball kembali dinanti para penggemarnya di seluruh dunia. Termasuk film terbarunya yang dirilis di tahun 2018 lalu, dimana menjadi film Dragon Ball ke 20 yag juga dinobatkan banyak kritikus dan fans di seluruh dunia sebagai film Dragon Ball terbaik.

Dragon Ball Super: Broly juga menjadi film anime Dragon Ball dengan pendapatan terbaik dimana saat ini bercokol di urutan ke-12 film anime terbaik dengan perolehan 102 Juta Dollar di seluruh dunia. Mengingat di beberapa negara termasuk Indonesia film ini baru ditayangkan, maka tak tertutup kemungkinan film ini bisa naik satu peringkat mengalahkan Detective Conan:Zero the Enforcer yang memiliki pendapatan 108 Juta Dollar.

Sinopsis

Dragon Ball Super: Broly menceritakan kisah Saiyan yang benar-benar baru. Berlatar bumi yang damai setelah berakhirnya turnamen kekuasaan, Goku dan Vegeta menghabiskan hari-harinya dengan berlatih lebih keras lagi dan lagi. Hal itu dilakukannya demi mempersiapkan diri mereka dari kemungkinan bertemu ancaman dari bangsa lainnya yang mungkin jauh lebih kuat.

Hingga tiba suatu hari dimana mereka kedatangan tamu tak diundang. Broly yang merupakan bangsa Saiyan, kemudian muncul dan menjadi ancaman baru bagi Goku dan Vegeta.

Tentu saja hal ini cukup membingungkan karena para Saiyan seharusnya hampir sepenuhnya terhapus dalam kehancuran Planet Vegeta. Pertemuan antara tiga Saiyan yang memiliki takdir yang sangat berbeda tersebut kemudian berubah menjadi pertempuran yang luar biasa, yang bahkan akhirnya ikut membawa Frieza ikut terlibat.

Seru, Brutal dan Hiperbolik Khas Dragon Ball

Apa yang membuat film ini begitu spesial adalah karena masih setia membawa unsur-unsur original serial Dragon Ball yang pertama kali diperkenalkan ke seluruh dunia puluhan tahun silam. Bola naga, radar Dragon Ball, rumah-rumah berbentuk kapsul serta landscape pertarungan yang berubah-ubah dengan cepat menjadi beberapa unsur original yang tetap dipertahankan dalam film ini dan tentunya membawa nostalgia tak hanya bagi fans garis keras namun juga bagi penonton kasual.

Unsur pertarungan yang menjadi poin utama dan paling penting dari franchise ini tentu saja menjadi poin yang paling seru dan mengasyikkan di film ini. Pertarungannya masih mempertahankan unsur brutal, seru dan hiperbolik. Pertarungan hingga pakaian tercecer, gunung yang roboh hingga daratan yang kerap berlubang karena terkena dampak pertarungan tentu saja muncul di sepanjang film.

Unsur komedi komikal khas anime-anime Jepang pun banyak bermunculan dan kerap datang di waktu yang tak terduga. Ada satu highlight adegan komedi yang cukup mengocok perut, yaitu adegan pada saat Goku dan Vegeta berusaha melakukan fusion. Antusiasnya Goku sangat bertolak belakang dengan sikap Vegeta yang sok cool. Sehingga pada usaha menyatukan ego keduanya itulah menjadi momen-momen yang cukup absurd dan mampu menciptakan ledakan tawa dari para penonton.

Satu hal yang juga menjadi poin terbaik dari film ini adalah sosok Broly yang berbeda dari sebelumnya. Jika pada installment Dragon Ball sebelumnya sosok Broly hanya diceritakan sebagai Saiyan terkuat tanpa ada latar belakang kisah yang kuat, maka dalam Dragon Ball Super: Broly ini kita disajikan hal sebaliknya. Bagaimana akhirnya kemarahan dalam dirinya keluar hingga membuat pandangannya tentang bangsa Saiyan lainnya dalam diri Vegeta dan Goku begitu berbeda disajikan dengan cukup detail dan make sense. Broly tak serta merta menjadi sosok villain namun memiliki masa lalu yang kelam yang menjadi dasar munculnya kejahatan dalam dirinya.

Oh iya, pengisi suara di film ini juga masih setia dengan pengisi suara pada film-film lawas Dragon Ball. Masako Nozawa yang merupakan pengisi suara Goku legendaris sejak era 80-an, kemudian Ryo Horikawa sebagai Vegeta dan Toshio Furukawa sebagai Piccolo menjadi beberapa contoh bawa film ini tetap membawa unsur nostalgia yang kental bagi para penontonnya.

Simple Namun Menawan

Sebagai film anime yang memiliki basis fans cukup besar di seluruh dunia, Dragon Ball Super: Broly menawarkan cerita yang cukup sederhana namun tetap bisa dinikmati semua kalangan, baik fans maupun penonton kasual. Unsur animasinya jelas menjadi outstanding point dalam film ini. Bagaimana film ini mampu menggabungkan unsur 2D tradisional khas serial Dragon Ball dengan efek 3D khas tampilan dalam video gim Dragon Ball: Xenoverse. Mungkin bagi sebagian orang yang tak terbiasa dengan efek 3D seperti ini akan merasa aneh, namun memang nampaknya sang sutradara tetap memasukkan jenis efek seperti ini agar sejalan dengan tema pada universe Dragon Ball yang juga meliputi film, serial dan video gim.

Secara garis besar film ini juga dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama atau ½ film digunakan untuk menceritakan asal-usul Broly dan sedikit kisah dari kelahiran Kakarot atau Goku hingga akhirnya sampai ke bumi. Sementara ½ akhir merupakan momen yang ditunggu-tunggu para penonton. Yaitu pertarungan yang seru, brutal dan penuh dengan adegan legendaris semisal kamehameha, fusion Gogeta dan hal menarik lainnya.

Penutup

Dengan kisah yang sederhana dan tetap setia dengan pakem original Dragon Ball, tentu saja film ini menjadi sajian anime yang cocok dinikmati oleh semua kalangan. Dragon Ball Super: Broly memanfaatkan setiap tokoh dan cerita yang sudah melekat dengan penambahan unsur-unsur penceritaan baru yang lebih segar, fresh dan memiliki latar belakang yang kuat.

Tak hanya itu, sedikit kilas balik tentang munculnya Broly, planet Vegeta, pasukan Frieza hingga unsur-unsur pembentuk kisah utama Dragon Ball, semuanya ditampilkan dalam alur yang pas dan tak terburu-buru. Sehingga penonton awam yang baru menyaksikan franchise Dragon Ball pun akan segera mengerti kisahnya tanpa harus mengikuti dulu serial atau film-film pendahulunya.

Dragon Ball Super: Broly tayang mulai 20 Februari 2019 dengan special midnight show nya di hari Sabtu ini, 16 Februari 2019.

Loading...
Review Film Dragon Ball Super: Broly - Seru, Hiperbolik dan Penuh dengan Nuansa Nostalgia
9.5Overall Score
Reader Rating 2 Votes
9.5