Loading...

Apa jadinya jika para detektif narkotika secara tidak terduga harus menjadi penjual ayam goreng? Lebih lucunya lagi, restoran tempat mereka menjual menjadi viral karena suatu resep yang tidak terduga dan menyebabkan pengunjung membludak. Itulah premis yang menarik untuk film Extreme Job yang telah tayang sejak hari ini, 20 Februari 2019 di CGV, Cinemaxx, Flix, Platinum, Lotte.

Suatu tim polisi anti narkotika diketuai oleh Kapten Ko (Ryu Seung-Yong) dan beranggotakan Detektif Jang (Lee Hanee) yang merupakan satu-satunya perempuan dalam yang berlidah tajam yang setara dengan pukulannya, Detektif Ma (Jin Sun Kyu) yang sembrono dan lebih sering membuat masalah daripada menyelesaikannya, Detektif Young Ho (Lee Dong Hwi) yang bertugas sebagai pengintai, Detektif Jae Hoon (Gong Myeong) yang merupakan detektif paling junior, tanpa pengalaman namun paling bersemangat. Tim ini sudah bekerja keras selama 24 jam, tetapi kesialan terus menimpa mereka sehingga kinerjanya rendah. Junior dari Kapten Ko di tim lain bahkan telah naik pangkat menyamai pangkatnya. Tim ini berpotensi dibubarkan oleh atasannya, oleh karena itu Kapten Ko memiliki kesempatan terakhir untuk menyelamatkan tim ini setelah dia mendapatkan informasi tentang kesepakatan narkoba internasional dan memulai misi penyamaran yang berisiko.

Seperti yang sudah diceritakan di awal, mereka akhirnya menjadi penjual ayam goreng di tempat yang kumuh dan tidak laku karena tempat tersebut bersebrangan dengan tempat persembunyian gembong narkoba. Alasan lain adalah terkadang gembong narkoba tersebut memesan ayam di restoran ini. Tempat yang sepi dari pengunjung itu tiba-tiba berubah ketika bakat kuliner dari Detektif Ma tersingkap dan mengubah restoran ayam goreng ini menjadi restoran paling hits di kota itu.

Dari awal, berbagai adegan mengocok perut ditampilkan, mulai dari Kapten Ko dan para anggotanya menggerebek penjahat, tetapi hanya bermodalkan seutas tali seperti ayunan yang gunanya untuk membersihkan jendela gedung bertingkat. Kemudian mereka mengejar penjahat juga dengan berlari tanpa alat-alat canggih karena terbatasnya budget. Puncak dari segala kekocakan itu tentu saat restoran mereka mendadak ramai. Tim ini menjadi tidak lagi fokus pada misinya dan berfokus pada keuntungan dari menjual ayam goreng tersebut. Walau sepanjang film, khususnya pada bagian awal, ramainya restoran hingga klimaksnya dengan aksi komedi yang memuaskan itu berhasil membuat penonton tertawa, ada beberapa komedi yang berasa trying to hard to be funny, seharusnya bisa dibuat lebih mengalir atau natural. Kemudian pula ada beberapa adegan yang terasa dibuat sekonyol mungkin dengan ekspresi komikal dari para aktornya.

Selain segi komedi, segi drama juga tidak dilenyapkan begitu saja. Penonton dapat melihat bagaimana kegundahan hati Kapten Ko yang harus menghadapi rengekan istrinya setiap malam yang tidak pernah diberikan tas Gucci ataupun uang belanja yang cukup. Istrinya pun menyindir dia yang sudah lama tidak naik pangkat. Belum lagi uang tabungannya yang habis terkuras karena membeli restoran ayam goreng tersebut. Namun, sisi drama dan akibat yang ditimbulkan dari restoran ayam yang tiba-tiba laris manis itu hanya diperlihatkan oleh Kapten Ko, anggota-anggotanya tidak pernah diperlihatkan dengan gamblang bagaimana restoran ayam goreng itu mengubah hidup mereka.

Terdapat sebuah momen menarik, saat restoran mereka ingin dibeli franchise-nya oleh salah satu pengusaha. Tentu saja mudah ditebak, franchise-nya menjadi kacau balau dan tidak sesuai dengan visi dan misi awal dari restoran ayam goreng ini. Momen ini sedikit mirip dengan apa yang terjadi pada film The Founder, yang di mana restoran franchise-nya sudah tidak mengikuti lagi / sudah tidak paruh terhadap restoran aslinya itu.

Mengenai cerita, sebenarnya dapat dibuat menjadi lebih ringkas dan simpel. Terdapat lapisan cerita atau karakter, khususnya pada bagian antagonis yang dapat dihilangkan. Kemudian lagi seharusnya juga dapat difokuskan pada cerita maupun kelucuan yang dihadapi di dalam restoran tersebut, karena letak kelucuan terbesar tentu berada di sana.

Kesimpulan Akhir:

Mampu membuat penonton tertawa dan terhibur berkat premis yang menarik dan humor-humornya yang tepat sasaran, tidak heran film ini sekarang menjadi film Korea terlaris kedua sepanjang masa. Namun seharusnya dapat dibuat lebih simpel, lebih fokus pada restoran dan lebih pendek lagi durasinya.

Loading...
Review Film Extreme Job (2019) - Apa Jadinya Jika Para Detektif Narkotika Menyamar Sebagai Menjadi Penjual Ayam Goreng yang Luar Biasa Laris?
7Overall Score
Reader Rating 2 Votes
6.8