Nama Ernest Prakasa di jagad perfilman Indonesia menggeliat sejak film semi-biografi perdananya Ngenest yang rilis akhir tahun 2015 lalu berhasil memikat banyak penonton dan meraih hasil box office lebih dari 1 juta penonton. Selanjutnya, berturut-turut Ernest menghasilkan film-film musim liburan natal dan tahun baru yang sukses secara komersil dan kualitas setiap tahunnya dengan judul Cek Toko Sebelah, Susah Sinyal serta Milly & Mamet.

Kini, bekerjasama dengan rumah produksi andalannya, Starvision Plus, Ernest memproduseri sebuah film bergenre komedi horor berjudul Ghost Writer. Bertindak sebagai sutradara adalah Bene Dion Rajagukguk yang juga angkat nama lewat ajang kompetisi Stand Up Comedy. Film yang dibintangi oleh Tatjana Saphira, Ge Pamungkas, Endy Arfian, Deva Mahenra dan Asmara Abigail ini dijadwalkan tayang menyambut lebaran pada tanggal 4 Juni 2019 di seluruh bioskop Indonesia.

film ghost writer 1

Loading...

Sinopsis

Naya (Tatjana Saphira) seorang penulis novel sukses yang hidup bersama adiknya, Darto (Endy Arfian) memutuskan untuk pindah ke rumah kontrakan baru yang lebih murah dan terlihat menyeramkan. Naya terpaksa melakukan itu mengingat nominal royalti dari novelnya mulai mengecil sehingga harus mengakali keuangannya.

Rumah milik bapak Djarot (Slamet Rahardjo) itu ternyata menyimpan misteri kelam dari hantu penunggu rumah yang kerap mengganggu Naya dan Darto. Buku harian di atas plafon rumah yang Naya temukan adalah pemicunya. Naya yang sedang galau karena naskah novel barunya tidak disetujui makin bingung karena sinopsis cerita barunya pun ditolak penerbit. Vino (Deva Mahenra), pacar Naya yang ikut meeting pun buru-buru menceritakan soal isi buku harian yang Naya temukan. Penerbit pun tertarik dan menyetujui cerita itu.

film ghost writer 2

Selepas meeting tersebut, gangguan hantu terhadap Naya dan Darto makin hebat. Hingga di satu momen saat memegang buku harian, Naya bisa melihat hantu Galih (Ge Pamungkas) yang tidak terima kisah hidup di buku hariannya ditulis ke dalam bentuk novel. Naya yang awalnya takut merasa Galih bukanlah ancaman dan mencoba merayu Galih supaya mau kisah hidupnya dipindahkan ke dalam novel.

Persahabatan Galih dan Naya pun terjalin, mereka mulai menulis bareng. Semua berjalan lancar bagi Naya, sampai sesosok hantu perempuan bernama Bening (Asmara Abigail) merecoki dan marah-marah karena tidak setuju dengan keputusan Galih. Nyawa Naya dan Darto pun terancam oleh hantu Bening yang ganas dan memiliki motivasi misterius.

Ulasan

Pengalaman Bene Dion Rajagukguk dalam menulis naskah film memang sudah cukup mumpuni. Tercatat film Stip & Pensil, The Underdogs, Warkop DKI: Reborn dan Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur adalah beberapa film yang pernah ia tulis naskahnya. Kini ia naik pangkat menjadi sutradara, bagaimanakah hasilnya?

film ghost writer 3

Sebagai sebuah film yang memadukan genre horor dan komedi film ini cukup mampu meleburkan kengerian dan mengkombinasikannya dengan adegan-adegan pemancing tawa yang cukup efektif. Akan tetapi entah kenapa terkesan serba tanggung. Apalagi ternyata bagian akhir film ditambahkan genre lain, yaitu drama keluarga yang terasa muncul tiba-tiba.

Part jumpscare dalam film ini tidak terlalu banyak, kehadirannya pun efektif memancing komedi saat pemain yang ditakut-takuti bereaksi konyol. Pintarnya lagi reaksi-reaksi konyolnya digali sedemikian rupa sehingga tidak repetitif. Walau ada beberapa kelakar yang luput sasaran tapi saya rasa sisi komedi adalah bagian terbaik dalam film ini.

Dari departemen akting, Tatjana Saphira dan Endy Arfian bermain sangat baik. Tatjana kali ini bermain agak sedikit di luar zona nyamannya. Naya ditampilkan sebagai penulis yang apa adanya, tidak menggunakan make up berlebihan dan terlihat lebih natural kesehariannya. Sementara Endy sukses berperan sebagai anak kelas 9 yang penakut dan cengeng. Peran Ge Pamungkas dan Asmara Abigail sebagai hantu pun cukup menarik perhatian. Sebuah peningkatan bagi Asmara, mengingat banyak kritik yang dialamatkan kepada kualitas aktingnya di dalam film Sekte yang rilis beberapa minggu sebelumnya.

film ghost writer 4

Dari sisi teknis produksi, film ini cukup baik dalam sinematografi, tata suara dan pencahayaan. Bergelar sutradara debutan, Bene Dion konsisten menghasilkan presentasi audio visual yang baik sepanjang durasi film. Kekurangan memang terlihat dari sisi make up hantu yang apa adanya, tapi jika ini memang konsep aslinya, berarti kekurangan terletak dari sisi naskah dan pengarahan. Saat hantu Galih dan Bening marah hanya terlihat mimik marah saja, tidak ada perubahan ke arah tampilan yang lebih menyeramkan sehingga elemen horor di film ini tidak terasa cukup kuat dan serba tanggung.

Kesimpulan Akhir

Mencoba peruntungan merilis film dengan genre horor komedi lewat sutradara debutan bernama Bene Dion Rajagukguk dan diproduseri oleh Ernest Prakasa, rumah produksi Starvision Plus nampaknya cukup percaya diri dengan merilis film ini di momen libur lebaran. Ghost Writer secara umum sukses menghibur dengan memadukan horor dan komedi dan di luar dugaan mampu menyentuh dengan drama keluarga yang hadir di klimaks film. Film yang sangat layak ditonton untuk menghibur seluruh anggota keluarga.

Loading...

Review Film Ghost Writer (2019) - Horor Komedi Dengan Bumbu Drama Keluarga
7Overall Score
Reader Rating 14 Votes
6.3