Gundala merupakan seorang tokoh komik ciptaan Hasmi dan merupakan film pembuka dari semesta superhero / jagoan Indonesia yaitu Jagat Sinema Bumilangit / Bumilangit Cinematic Universe (BCU). Dalam Jagat Sinema Bumilangit Jilid 1 yang telah diumumkan belum lama ini, jajaran pemainnya bertabur bintang mulai dari Dian Sastro sebagai Dewi Api, Zara JKT48 sebagai Virgo, Nicholas Saputra sebagai Aquanus, Chicco Jerikho sebagai Godam hingga Pevita Pearce sebagai Sri Asih.

bintang superhero bumilangit jilid I

Sinopsis:

Masa lalu Sancaka kecil (Muzakki Ramdhan) diwarnai dengan berbagai tragedi, ayahnya (Rio Dewanto) meninggal karena ditusuk dalam sebuah demonstrasi buruh pabrik. Ibunya (Marissa Anita) pergi meninggalkan dia seorang diri sehingga Sancaka kecil harus hidup mengamen, menjadi kuli dan berbagai pekerjaan keras lainnya.

Loading...

Kehidupan yang keras itu membuat hati nurani dan sisi kemanusiaannya hilang, Sancaka kecil hingga menjadi dewasa tidak lagi mau membatu orang yang sedang kesusahan atau mengurusi hidup orang lain. Sampai suatu ketika keadaan kota semakin tidak aman dan ketidakadilan merajalela di seluruh negeri, Sancaka menjadi bimbang apakah tetap egois dengan mementingkan dirinya sendiri atau menjadi Gundala untuk membela orang-orang yang tertindas.

Review:

Gundala karena merupakan sebuah film pembuka dari Jagat Sinema BumiLangit / BumiLangit Cinematic Universe (BCU) yang bertabur bintang itu tentu membuat ekspektasi penonton meningkat, apalagi ada nama besar Joko Anwar yang selalu membuat film-film yang berkualitas itu. Secara keseluruhan ekspektasi penonton cukup terpuaskan, walau ada beberapa masalah khususnya pada bagian editing yang membuat film menjadi loncat-loncat baik dalam sisi plot cerita maupun dari sisi koreografi pertarungan. Sehingga membuat pace film menjadi sedikit terganggu.

drama tari gundala perayaan kemerdekaan

Karakter Gundala menarik dan menimbulkan simpati penonton bagaimana karakternya dikembangkan dengan baik dan membumi mulai dari cara dia belajar untuk memperoleh dan mengendalikan segala kekuatannya itu sampai dia harus menjadi seorang patriot dalam membela negeri ini. Karakter yang ditulis dengan baik ini, dibantu juga dengan akting bagus dan menggugah perasaan dari Muzakki Ramdhan yang berperan sebagai Sancaka kecil dan terlebih dari akting Abimana Aryasatya yang memperlihatkan bagaimana pergolakan batinnya dalam melihat segala berbagai ketidakadilan itu.

Jajaran pemeran lainnya seperti Bront Palarae berakting sangat bagus sebagai pemeran antagonis yaitu Pengkor dengan segala kelicikan dan kebengisannya. Tara Basro sebagai Wulan, seorang tetangga dari Sancaka pun patut diacungi jempol melihat kegigihannya dalam berjuang untuk orang-orang kecil yang tertindas dan chemistry yang cukup memikatnya dengan Abimana Aryasatya.

drama tari gundala perayaan kemerdekaan

Joko Anwar kembali memperlihatkan kepiawaiannya dalam mengolah sebuah film, dia membuat tone film menjadi cukup dark seperti DC Extended Universe (DCEU) namun mampu meramunya dengan berbagai humor-humor yang lucu seperti layaknya Marvel Cinematic Universe (MCU). Sinematografi khas Joko Anwar pun terasa kuat dalam mewarnai sepanjang film dan memanjakan mata penonton. Selain itu kritik sosial yang mewarnai berbagai film-film Joko Anwar pun terasa sangat mengena dan masih relevan sampai saat ini seperti tentang korupsi yang merupakan perbuatan paling tidak bermoral diantara perbuatan yang lain, tentang minoritas yang tertindas, tentang rasa keadilan dengan kemanusiaan dan berbagai intrik politik tingkat tinggi. Walau berbagai kritik sosial ini terasa tidak sesubtil film-film Joko Anwar lainnya.

tito karnavian gundala

Pembangunan universe walau banyak sekali karakter yang dimunculkan dalam Gundala ini berjalan cukup solid, terlebih pada bagian akhir film yang akan membuat penonton berdecak kagum karenanya dan tidak sabar untuk menyaksikan film-film selanjutnya. Jagat Sinema BumiLangit / BumiLangit Cinematic Universe (BCU) seakan tidak mau menunggu untuk film-film selanjutnya seperti yang dilakukan MCU dan DCEU yang pelan-pelan dalam membangun sebuah universe. Hal ini cukup beralasan, karena ingin membangun sebuah hype yang besar di awal dengan mengumumkan berbagai bintang dalam Jagat Sinema Bumilangit Jilid 1 supaya membuat penonton makin tertarik dalam menyaksikannya. Jika saja tidak dibangun dari awal, mungkin respon penonton tidak akan seheboh ini, mengingat sangat jarang ada film Indonesia bergenre superhero / jagoan ini.

Kesimpulan Akhir:

Walau ada masalah dalam sisi editing, secara keseluruhan Gundala merupakan sebuah film yang solid dalam membangun sebuah semesta superhero / jagoan Indonesia dalam Jagat Sinema BumiLangit / BumiLangit Cinematic Universe. Cerita, pembangunan karakter dan koreografi aksinya terasa membumi dan pas.

Joko Anwar cukup piawai dalam membuat film bernuansa muram namun tetap mampu menimbulkan berbagai gelak tawa.

Dalam Gundala, Joko Anwar juga memberikan berbagai kritik sosial yang sangat mengena dan relevan dengan apa yang terjadi di negeri ini. Memang negeri ini butuh Patriot seperti Gundala!

Note: Ada 1 mid-credit scene yang tidak boleh dilewatkan begitu saja.

Gulir / scroll ke bawah untuk melihat rating penilaian film.

Loading...

Review Film Gundala (2019) - Langkah Awal yang Solid dalam Membangun Semesta Superhero / Jagoan Indonesia yaitu Jagat Sinema Bumilangit
8Overall Score
Reader Rating 11 Votes
7.3