Michael Myers menjadi salah satu tokoh antagonis paling ikonis di film horror slasher di era tahun 70-80 an, selain Jason Voorhees pada franchise film Friday the 13th, Leatherface pada franchise film The Texas Chainsaw Massacre dan Freddy Krueger pada franchise film A Nightmare on Elm Street. Kemunculannya dalam film dimulai pada tahun 1978 di saat film Halloween yang hanya berbujet 200rb dollar saja berhasil meneror jutaan orang di Amerika Serikat dengan mengumpulkan pundi-pundi 70 juta dollar. Setelah itu muncul berbagai film-film sekuelnya Halloween II (1981), Halloween III: Season of the Witch (1982), Halloween 4: The Return of Michael Myers (1988), Halloween 5: The Revenge of Michael Myers (1989), Halloween: The Curse of Michael Myers (1995), Halloween H20: 20 Years Later (1998), Halloween: Resurrection (2002) dan juga film remake-nya karya Rob Zombie yaitu Halloween (2007) dan Halloween II (2009) yang dibenci kebanyakan fans film lawasnya, walau cukup sukses dipasaran. Setelah vakum selama 9 tahun, Halloween kembali hadir di layar perak dan tayang mulai hari ini, 17 Oktober 2018.

Film Halloween (2018) merupakan direct sequel dari film pertamanya di tahun 1978. Berlatar 40 tahun setelah pembunuhan Haddonfield di tahun 1978, 2 jurnalis Aaron Korey (Jefferson Hall) dan Dana Haines (Rhian Rees) berencana mewawancarai Michael Myers (Nick Castle dan James Jude Courtney) di Sanitarium Grove. Psikiater Michael Myers yang baru yaitu Dr. Ranbir Sartain (Haluk Bilginer), mengatakan kalau Michael dapat berbicara tetapi tidak ingin melakukannya. Kedua wartawan ini gagal untuk mewawancarainya karena Michael diam seribu bahasa, bahkan mereka telah membawa topengnya dan menyebut nama Laurie Strode.

Sementara itu Laurie Strode (Jamie Lee Curtis) masih trauma dengan kejadian 40 tahun lalu dan membuat rumahnya seperti benteng dengan berbagai jebakan dan senjata-senjata yang mematikan untuk melawan Michael Myers seandainya dia datang kembali. Selama 40 tahun Laurie hidup dalam trauma dan paranoid sehingga membuat hubungannya dengan anaknya Karen Strode (Judy Greer) dan cucunya Allyson Strode (Andi Matichak) menjadi renggang.

Suatu kejadian membuat Michael Myers kabur dari tahanan. Dia bersiap untuk kembali meneror di malam Halloween dan bersiap untuk mencari Laurie Strode.

Halloween kali disutradarai oleh David Gordon Green (Snow Angels, Stronger, Pineapple Express) ini turut diproduseri oleh Jason Blum (Insidious, Get Out, Split, Happy Death Day) sang produser film horror terbaik saat ini. David Gordon Green tidak hanya membuat Halloween fokus kepada sosok Michael Myers saja, tetapi fokus kepada karakter Laurie Strode. Terdapat keseimbangan yang pas dalam membangun kedua karakter ikonis ini. Keputusan mereka untuk menanggap cerita  film Halloween II (1981) hingga Halloween II (2009) tidak pernah ada, merupakan keputusan yang tepat karena kualitas dari film-film tersebut yang berada di bawah standar film pertamanya. Apalagi tentu film Halloween (2018) kali ini sungguh memuaskan para fans franchise film Halloween dan fans film-film slasher yang sudah lama tidak merasakan film slasher yang benar-benar bagus dalam beberapa tahun terakhir.

Film slasher tentunya pastinya menyimpan kadar kekerasan yang tinggi, begitu juga dengan Halloween kali ini. Berbagai kesadisan yang Michael Myers kali ini lakukan dimulai dari yang standar film horror seperti leher atau rahang dipatahkan, sampai dengan yang bisa membuat mual yaitu kepala diinjak hingga isi otak terburai dan kepala manusia yang dibuat seperti Jack O Lantern.

Terdapat beberapa homage spesial seperti opening title yang sangat mirip dengan film pertamanya, berbagai adegan pembunuhannya seperti adegan mencekik seseorang di mobil dan tentu original score dari John Carpenter yang dapat membuat bulu kuduk berdiri. Atmosfer horrornya pun sungguh mencekam dan gelap khas film tahun 1978-nya.

Jamie Lee Curtis kembali memerankan tokoh ikonis sebagai Laurie Strode. Dia berakting cemerlang sebagai seorang yang paranoid akan kedatangan Michael Myers kembali, terlihat jelas dari mata dan raut mukanya yang menyimpan tekanan mendalam. Kemudian lagi dia sangat badass, dalam berjibaku secara one on one melawan Michael dibantu dengan berbagai jebakan dan senjata-senjatanya itu.

Selain tokoh Laurie Strode yang karakternya ditulis dengan brilian oleh ketiga penulis skenario Jeff Fradley, Danny McBride dan David Gordon Green Karakter dari anak dan cucu dari Laurie Strode juga menarik dan menimbulkan simpati dari penonton. Kedua karakter ini juga badass seperti halnya Laurie Strode dan bekerja sama bahu membahu dalam menghadapi Michael Myers sehingga menghadirkan sebuah momen-momen crowd-pleaser yang sangat memuaskan.

Kesimpulan Akhir:

Sangat mencekam dengan atmosfer khas film tahun 1978-nya, memiliki beberapa homage nostalgik dan terdapat pula ketiga karakter pemeran utama wanita yang simpatik. Film Halloween kali ini menjadi film Halloween terbaik sejak film pertamanya di tahun 1978.

Review Film Halloween (2018) - Film Halloween Terbaik Sejak Film Pertamanya di Tahun 1978
9Overall Score
Reader Rating 11 Votes
5.1