Sutradara Azhar Kinoi Lubis memiliki satu film horor hit di tahun 2018 lalu lewat karyanya berjudul Kafir yang memperoleh sambutan hangat oleh para pemerhati film Indonesia dengan ulasan yang positif dan pendapatan box office yang baik. Kini, bekerjasama dengan Rapi Films (Pengabdi Setan) dan lewat naskah karya Fajar Umbara, Kinoi menyutradarai film horor terbarunya yang berjudul Ikut Aku Ke Neraka.

Film Ikut Aku Ke Neraka yang dibintangi oleh Clara Bernadeth, Rendy Kjaernett, Cut Mini, Rifnu Wikana dan Sara Wijayanto ini direncanakan rilis di seluruh bioskop Indonesia mulai tanggal 11 Juli 2019.

film Ikut Aku Ke Neraka

Loading...

Sinopsis

Kehidupan pernikahan Rama (Rendy Kjaernett) dan Lita (Clara Bernadeth) baik-baik saja sampai saat kehamilan Lita menginjak bulan-bulan menuju persalinan. Sesosok hantu perempuan kerap meneror Lita dan mengisyaratkan keinginan untuk mengambil jabang bayi mereka.

Setelah kelahiran anak mereka teror pun makin meninggi dan membahayakan nyawa Putri, sang bayi. Rama yang awalnya skeptis pun ikut diganggu dan membuatnya berinisiatif memanggil ‘orang pintar’ (Rifnu Wikana) untuk melawan hantu wanita tersebut. Hasil terawangan sang dukun sampai pada kesimpulan masa lalu Lita dengan ibunya (Cut Mini) menjadi rahasia yang dapat mengungkap siapa sosok hantu tersebut, mengapa ia selalu meneror Lita dan ingin menculik Putri. Rama dan Lita pun berusaha menyusuri masa lalu Lita demi menyelamatkan Putri dari cengkraman sang hantu peneror.

film Ikut Aku Ke Neraka

Ulasan

Deretan film horor Indonesia yang dirilis di paruh pertama tahun 2019 tidaklah menunjukkan kualitas yang baik. Tercatat hanya ada dua judul film yang terbilang di atas rata-rata. Sunyi dan Pocong The Origin adalah kedua judul tersebut. Ikut Aku Ke Neraka secara umum dapat dikategorikan film yang cukup baik walaupun  tidak mendekati kualitas kedua judul di atas.

Jika dibandingkan dengan film Azhar Kinoi Lubis sebelumnya, Kafir, kualitas sinematografi, desain produksi, art dan sisi teknis lain bisa dikatakan setara. Dari sisi naskah pun keduanya memiliki keunggulan dari sisi konsep yang baik dan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dari pengadeganan dan kualias penulisan naskah. Ikut Aku Ke Neraka terasa unggul dalam konsep cerita yang menjadi twist di akhir film. Konsep tentang ‘malaikat penjaga’ dan konflik berlatar belakang keluarga terasa solid. Pun demikian dengan pembabakan yang dibagi secara terstruktur, penempatan timing jumpscare yang cukup tertata baik dan klimaks yang terasa makin mencekam di babak ketiga.

film Ikut Aku Ke Neraka

Sayangnya, film ini memiliki momen pengungkapan misteri yang diungkap secara terburu-buru dan karakterisasi yang lemah. Karakter Lita memang banyak mendapat screentime, tapi tidak jelas karakternya seperti apa selain dari ibu yang mati-matian ingin mempertahankan anaknya. Karakter Ibu Lita pun tidak diberikan penjelasan banyak soal keadaan dirinya, bahkan karakter Rama menjadi yang paling tipis. Pekerjaannya dan prioritas hidupnya tidak jelas, terlihat hanya sebagai pelengkap di dalam film. Di satu kesempatan karakternya juga menjadi inkonsisten karena berubah drastis dari yang paling skeptis menjadi yang paling ahli seputar dunia gaib.

Memang di perempat akhir film penonton disuguhkan secuplik adegan flashback yang menunjukkan karakter Lita dan Ibunya, tapi penempatannya terlalu jauh dan terlambat untuk memberikan alasan penonton bersimpati pada Lita selain karena dia adalah sosok ibu hamil yang patut dikasihani karena diteror hantu. Tidak terkoneksinya penonton dengan karakter Lita, Rama dan Ibunya Lita pun jadi resiko terburuk yang akan dialami penonton film ini.

film Ikut Aku Ke Neraka

Untungnya akting Clara Bernadeth sebagai Lita dan Cut Mini sebagai Ibu Lita sangat baik meskipun diberikan karakter dengan karakterisasi tipis. Dengan pengalamannya bermain di film Sebelum Iblis Menjemput, Clara mampu memberikan performa apik di penampilan perdananya sebagai peran utama. Sementara Cut Mini (Athirah, Arisan) tidak perlu diragukan lagi, sebagai aktris besar yang baru pertama kali main di film horor, penampilannya di film ini semakin menegaskan kualitas aktingnya. Pemain pendukung seperti Rifnu Wikana (Nightbus, Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur) bermain sesuai porsinya dan Sara Wijayanto (Sabrina, The Doll) terasa disia-siakan bakatnya dengan screentime minimal. Sementara itu Rendy Kjaernett (Multiverse: The 13th Step) sendiri menjadi yang terlemah dan kurang berhasil memberikan kesan dan dimensi lain di penampilannya sebagai Rama.

Selain sisi sinematografi, editing, tata suara dan tata musik yang cukup baik, film Ikut Aku Ke Neraka  juga menyimpan penggarapan efek praktis yang menarik dalam mendukung adegan-adegan teror, sadis dan gore. Namun sayangnya adegan-adegan tersebut ditempatkan di momen-momen yang singkat dan terkesan nanggung. Faktor kategori sensor nampaknya berpengaruh banyak pada keputusan ini.

film Ikut Aku Ke Neraka

Kesimpulan Akhir

Sebagai film yang menambah khasanah film horor Indonesia yang rilis di tahun 2019 ini, film Ikut Aku Ke Neraka dapat dikategorikan film horor yang baik dalam bercerita dengan dasar konflik yang menjadi twist menarik saat terungkap. Penulisan naskah yang berusaha mengecoh patut diapresiasi meski memiliki karakterisasi yang minim dan pengungkapan misteri yang terasa terburu-buru. Meski begitu, film Ikut Aku Ke Neraka berjalan mulus dan cukup memberikan kesenangan bagi penikmat film horor dengan jumpscare yang tertata cukup baik dan teror mencekam dari awal hingga akhir film.

Loading...

Review Film Ikut Aku Ke Neraka (2019) - Teror Hantu Tanpa Henti Penuh Misteri
6.5Overall Score
Reader Rating 3 Votes
7.0