Ilmu tak mengenal batas usia adalah ungkapan yang umum terdengar dalam percakapan sehari-hari. Tentu saja ungkapan tersebut sangat aplikatif dalam kaitannya dengan orang-orang tua yang mengejar gelar doktor atau profesor. Namun, film Mahasiswi Baru dengan cerdik mengangkat kisah seorang nenek yang ingin menjadi mahasiswi dan memulai kuliah strata 1 di usianya yang ke-71 tahun.

Film yang menandai kolaborasi MNC Pictures yang ketiga dengan sutradara Monty Tiwa setelah film Rompis dan 3 Dara 2 ini dibintangi oleh dua aktor senior Widyawati dan Slamet Rahardjo dengan para aktor muda Morgan Oey, Mikha Tambayong, Umay Shahab dan Sonia Elyssa serta dukungan Karina Suwandi, Iszur Muchtar dan Ence Bagus. Film Mahasiswi Baru akan ditayangkan mulai tanggal 8 Agustus 2019 di seluruh jaringan bioskop di Indonesia.

film Mahasiswi Baru

Loading...

Sinopsis

Sebuah kejadian traumatis mengakibatkan hubungan Anna (Karina Suwandi) dengan ibunya Lastri (Widyawati) renggang dan canggung. Di tengah kesedihannya Lastri yang berusia 71 tahun pun memutuskan untuk mendaftar jadi mahasiswi dan berkuliah di Universitas Cyber Indonesia. Sebuah keputusan yang aneh dan motivasinya baru terjawab di puncak film.

Jalan Lastri menjadi mahasiswi terasa berat akibat stigma keanehan nenek-nenek menjadi mahasiswa dan dekan Chaerul Umam (Slamet Rahardjo Djarot) yang strict dan menganggap Lastri tidak pantas menjadi mahasiswa di kampusnya dan memberikan ultimatum harus memiliki IP tinggi di semester satu. Di tengah kebingungan, Lastri ternyata mendapat dukungan teman-teman kuliahnya yaitu, Danny (Morgan Oey) si selebgram lebay, Sarah (Mikha Tambayong) pemilik bakat desain pakaian, Erfan (Umay Shahab) si aktivis yang emosional dan Reva (Sonia Elyssa) si tukang tidur yang pintar namun misterius.

Bersama-sama mereka membentuk geng dan kompak membantu Lastri menempuh kuliah semester pertama demi mendapat nilai baik. Sayangnya nilai Lastri tetap tidak cukup dan memaksa Lastri untuk mengambil hati Pak Dekan demi bisa melanjutkan kuliah. Intrik-intrik selama mendekati Pak dekan, permasalahan Lastri dengan Anna, serta terungkapnya misteri kehidupan Reva mewarnai konflik di antara member geng Lastri.

film Mahasiswi Baru

Ulasan

MNC Pictures menjadi salah satu rumah produksi yang paling produktif tahun 2019 ini. Setelah film Preman Pensiun yang sukses meraih lebih dari 1 juta penonton, berturut-turut rumah produksi ini menelurkan film Koki-Koki Cilik 2, Koboy Kampus dan Mahasiswi Baru hanya dalam rentang waktu dua bulan. Film Mahasiswi Baru yang ide ceritanya berasal dari sebuah kisah nyata seorang nenek yang berkuliah di usia senja ini ditulis oleh Jujur Prananto (Ada Apa Dengan Cinta, Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara), penulis debutan Sarahero bersama dengan penulis sekaligus sutradara film ini, Monty Tiwa (Rompis, Test Pack).

Monty Tiwa menggarap film Mahasiswi Baru yang bergenre drama komedi dengan baik. Film yang memiliki gaya komedi orang tua yang menirukan gaya muda-mudi milenial bercampur Generasi Z ini dengan apik. Dipadukan dengan kisah drama keluarga yang menyentuh dan romansa orang tua yang kocak dan menggemaskan menjadikan film ini unggul dalam variasi ceritanya. Sayangnya satu subplot tambahan soal misteri kehidupan Reva kurang dikembangkan dengan baik sehingga berlalu begitu saja dengan klimaks Reva yang out of character.

Naskah yang berusaha mengalir tidak berhasil menghindari penumpukan subplot lain soal Reva dengan passion-nya sebagai desainer pakaian atau fashion designer. Kisah Reva yang terpaksa kuliah di jurusan yang tidak sesuai dengan passionnya juga tidak diceritakan dengan mulus dan tidak terselesaikan dengan baik. Ini adalah bagian terbesar yang menjadi kekurangan di dalam film.

film Mahasiswi Baru

Walaupun begitu, secara keseluruhan film ini berjalan seru dan menyenangkan berkat kesegaran komedi yang dihantarkan para karakternya. Lastri yang kolot dan gagap teknologi saat mengikuti kuliah, Danny yang lebay karena sering live instagram, keheranan Anna melihat ibunya bergaul dengan anak muda, dan romansa Lastri dengan Pak Dekan yang terasa konyol dan lucu memberi kontribusi besar dalam menghibur penonton. Pengalaman Monty Tiwa dalam menerjemahkan naskah ke dalam adegan-adegan di film terasa jelas di sini. Film mengalir enak, memiliki momen penghasil gelak tawa dan momen menyentuh dengan seimbang

Sisi teknis produksi memang tidak ada keistimewaan tertentu. Ada satu adegan di pemakaman yang memberikan gambar yang cantik, namun faktor ketidaklogisan lokasi makam agaknya sedikit membuat dahi berkerut. Namun setidaknya usaha untuk mendapatkan beauty shot patut diapresiasi. Sementara sisi artistik, editing, tata rias dan busana bekerja cukup baik di dalam film, dengan tata musik menjadi yang paling unggul melalui barisan lagu latar yang sesuai dengan adegan. Aransemen baru lagu Hip-Hip Hura milik Alm. Chrisye yang ceria dan Anugerah Terindah Yang Kumiliki milik grup band Sheila On 7 adalah dua lagu yang menjadi highlight di dalam film.

film Mahasiswi Baru

Sisi akting memiliki juga menjadi bagian terbaik dalam film. Tidak ada akting yang buruk dalam film ini. Widyawati (Arini, Love) mampu keluar dari zona nyamannya memerankan nenek-nenek yang mencoba jadi anak gaul dari kelakuan, gaya bicara, gaya berpakaian, dll. Duetnya dengan Slamet Rahardjo (Ranjang Pengantin, Sweet 20) juga menjadi salah satu bagian terbaik dalam film. Kematangan akting keduanya memberikan performa menawan dari sisi komedi dan romansa.

Sementara itu Umay Shahab (Rompis, Pohon Terkenal) dan Morgan Oey (Belok Kanan Barcelona, Hijab Traveler) tampil menonjol mewakili para aktor muda. Keduanya tampil di luar akting biasanya. Umay tampil serius dengan celetukan yang sangat lucu dan mengena, sementara Morgan tampil konyol, berlebihan dan banyak tingkah. Sonia Elyssa sebagai pendatang baru pun bermain baik. Sementara Mikha Tambayong masih tidak bisa lepas dari karakter stereotypicalnya sebagai gadis cantik yang bersikap manis.

Di luar para pemeran utama, Karina Suwandi (Dilan 1990, Kuntilanak 2), Iszur Muchtar (Mika, Rumah Gurita)  dan Ence Bagus (The Wedding & Bebek Betutu, Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur), sang pemegang gelar sang aktor spesialis cameo, pun memberikan sokongan yang mumpuni dalam perannya yang tidak terlalu besar. Akting emosional Karina Suwandi bersama Widyawati di dalam kamar adalah momen terbaik di dalam film ini menurut pandangan penulis.

film Mahasiswi Baru

Kesimpulan Akhir

Memiliki premis cerita yang menggelitik dan karakter yang unik dalam sosok Lastri, film Mahasiswi Baru memberikan tontonan yang lucu, menghibur dan menyenangkan meskipun subpotnya terasa tumpang tindih dan tidak terselesaikan dengan baik. Dengan karakterisasi yang apik, penulisan komedi yang segar, serta momen menyentuh yang dapat membuat penonton bersimpati, menjadikan film produksi keempat MNC Pictures yang rilis di tahun 2019 ini menjelma menjadi film yang layak untuk disaksikan beramai-ramai bersama keluarga atau teman-teman di bioskop.

Note: Scroll / gulir ke bawah untuk melihat rating penilaian film.

Loading...

Review Film Mahasiswi Baru (2019) – Gelak Tawa Membahana Dari Kisah Lansia Yang Ingin Kuliah
7Overall Score
Reader Rating 2 Votes
8.8