Novel Murder on the Orient Express karya Agatha Christie merupakan salah satu novel tulisannya yang paling populer. Sudah pernah dibuatkan filmnya pada tahun 1974, 20th Century Fox mengumumkan akan membuat ulang proyek ini di tahun 2013 dan akhirnya di akhir November ini, film besutan Kenneth Branagh ini rilis di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia yang akan rilis reguler pada tanggal 29 November 2017.

Berlatar di tahun 1934, Hercule Poirot (Kenneth Branagh) setelah menyelesaikan kasus pencurian di Yerusalem, dia harus menaiki kereta Orient Express dengan tujuan London untuk menyelesaikan kasus lainnya. Pada suatu pagi di tengah perjalanan kereta, ada seseorang yang terbunuh. Poirot harus mengungkap dengan cepat siapa pembunuhnya sebelumnya melarikan diri atau membunuh penumpang lainnya.

1 2

Ada 6 aktor/aktris yang mendapatkan nominasi Oscar dalam deretan cast-castnya. Judi Dench yang meraih Oscar dalam 1 adegan saja di film Shakespere in Love, dia berperan sebagai Princess Dragomiroff, seorang ratu dari Rusia. Penelope Cruz yang meraih Oscar di film Woody Allen, Vicky Cristina Barcelona, berperan sebagai misionaris. Willem Dafoe telah mendapatkan 2 nominasi Oscar, salah satunya saat berperan di film Oliver Stone, Platoon. Dafoe berperan sebagai profesor yang akan menghadiri sebuah konferensi penting di Italia. Michelle Pfeiffer yang telah mendapatkan 3 nominasi Oscar berperan sebagai seorang janda yang cukup haus akan kasih sayang. Johnny Deep yang juga telah 3 kali mendapatkan nominasi Oscar, berperan sebagai seorang gangster. Tentu sang sutradara dan pemeran utama Kenneth Branagh juga seakan tidak mau kalah dengan deretan 5 nominasi Oscar miliknya. Ditambah lagi banyak rising star seperti Daisy Ridley (Star Wars The Force Awakens) dan Josh Gad (Beauty and the Beast).

Deretan cast yang luar biasa tersebut, kurang mampu di maksimalkan dengan baik oleh Kenneth Branagh. Dia seperti one man show di sini, hampir di setiap adegan dia muncul dan sudut pandang penceritaan berfokus di dia. Tetapi para aktor dan aktrisnya berakting dengan sangat baik dalam menghidupi karakternya yang agaknya seperti one/two dimensional character saja.

3 4

Tetapi karena one man show-nya itulah, karakter Hercule Poirot mampu dimaksimalkan dengan sangat baik. Awalnya dia sempat berkata “Dia mungkin adalah detektif terbaik di dunia”, namun dengan kasus di kereta Orient Express ini, penonton dapat melihat jelas bagaimana dia kebingungan atas kasus paling sulit yang dia hadapi selama ini. Dia pun juga menghadapi pergolakan hati atas idealismenya yang menganggap selama ini dia pikir hanya ada sisi hitam atau putih saja, jahat atau baik.

Pada bagian sejak pembunuhan terjadi praktis film ini berfokus pada adegan-adegan investigasi yang cukup repetitif. Dialog-dialognya menarik bagi penonton untuk menebak-nebak siapa pembunuhnya. Namun seharusnya bisa lebih di dramatisir dan diberikan scoring yang dapat membangun situasi. Alhasil menjadi cukup flat di bagian pertengahan.

5 6

Sisi produksi merupakan kekuatan terbesar dari Murder on the Orient Express. Sangat megah, mewah, surreal dengan sinematografi yang memanjakan mata dan dengan CGI-nya yang sangat halus. Kenneth Branagh mampu membangun feel dan mood yang membuat penonton seakan-akan turut ikut serta dalam perjalanan kereta Orient Express ini.

Murder on the Orient Express ditutup dengan rangkaian kejadian yang sempurna bagaimana seseorang korban itu dibunuh sehingga menghasilkan twist ending yang memukau, mengejutkan dan sangat powerful dengan lantunan scoring merdu dari Patrick Doyle.

Final Verdict:

Kurang dapat memaksimalkan deretan cast-nya karena sangat berpusat pada tokoh Hercule Poirot dan pada bagian pertengahan terasa sedikit flat dan dragging. Namun kualitas akting dari para cast-nya, sisi produksi yang sempurna, mood/feel yang dibangun dan twist endingnya yang memukau, mengejutkan dan sangat menggugah perasaan, membuat Murder on the Orient Express menjadi sajian yang menghibur, memanjakan mata dan tentu membuat penonton terus menerus menebak siapa pembunuh yang sebenarnya.

Photo: 20th Century Fox

Megah, Menghibur, Memanjakan Mata dan Menyentuh Hati
8Overall Score
Reader Rating 6 Votes
7.7