Setelah sukses di tahun 2019 kemarin lewat rilisan filmnya yang beragam dan mendulang sukses besar secara komersial dan kritik melalui film Keluarga Cemara, rumah produksi Visinema Pictures mencoba kembali mengulang formula yang sama dengan merilis sebuah film bertema keluarga di awal tahun 2020 ini lewat film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) karya Angga Dwimas Sasongko.

Film yang didasarkan dari adaptasi buku karya Marchella FP berjudul sama ini dibintangi oleh Rachel Amanda, Rio Dewanto, Sheila Dara Aisha, Donny Damara, Susan Bachtiar, Oka Antara, Niken Anjani dan musisi Ardhito Pramono di film perdananya. Film NKCTHI membuka keran film Indonesia baru saat rilis 2 Januari 2020 nanti di seluruh bioskop Indonesia.

film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

Loading...

Sinopsis

Awan (Rachel Amanda) adalah seorang arsitek yang tengah mengikuti program probation di sebuah perusahaan kontraktor terkenal di Jakarta. Sebuah proyek cukup vital ditangani oleh Awan yang akan menentukan masa depan Awan di kantor tersebut. Awan sebenarnya adalah anak bungsu yang ingin mandiri, namun ayahnya Narendra (Donny Damara) tidak pernah berhenti khawatir pada Awan sedari ia kecil, sementara Ibu, Ajeng (Susan Bachtiar) lebih banyak diam memperhatikan.

Sang anak tunggal, Angkasa (Rio Dewanto) seringkali ditugaskan untuk menjaga dan mengantar jemput Awan ke kantor. Angkasa tidak keberatan, tapi ia mulai merasakan kejanggalan saat melihat Awan merasa risih diatur-atur dan Aurora (Sheila Dara), sang anak tengah, terasa menjaga jarak dari keluarga. Pelan-pelan konflik muncul yang bermula dari sikap Narendra yang terkesan pilih kasih sejak anak-anak kecil. Narendra muda (Oka Antara) selalu mempersalahkan Angkasa remaja (Sinyo Riza) apabila lalai menjaga Awan kecil (Alleyra Fakhira). Sementara Aurora remaja (Nayla D. Purnama) merasa tidak pernah diperhatikan oleh ayah dan ibu (Niken Anjani).

Konflik makin memuncak di tengah keluarga Narendra yang mengganggu pekerjaan dan Awan, hubungan Angkasa dengan kekasihnya, serta karir Aurora di dunia seni. Beragam konflik ini bermuara pada sebuah klimaks yang akan membuka rahasia kelam yang selalu disembunyikan di dalam keluarga.

film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

Ulasan

Buku Nanti Kita Cerita Hari Ini karya Marchella FP yang menjadi dasar film ini sebenarnya bukanlah buku novel fiksi yang bercerita secara spesifik tentang keluarga Narendra seperti di dalam filmnya. Penulis Naskah Jenny Jusuf (Filosofi Kopi, Critical Eleven), Mohammad Irfan Ramly (Filosofi Kopi 2: Ben & Jody, Love For Sale) dan penulis film debutan Melarissa Sjarief bersama sutradara Angga Dwimas Sasongko (Cahaya Dari Timur: Beta Maluku, Filosofi Kopi, Wiro Sableng 212) menciptakan semua karakter dan konflik keluarga Narendra ini dari potongan-potongan kutipan yang terdapat di dalam buku tersebut.

Konflik beragam yang dihadapi masing-masing anggota keluarga dalam film ini sebenarnya bertema sama, yaitu tentang … (karena spoiler jadi tidak penulis cantumkan). Walaupun masing-masing dari mereka memiliki variasi masalah yang berbeda tetapi memiliki kesesuaian tema yang puncaknya diungkap saat klimaks film.

film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

Pintarnya, naskah Jenny menceritakan asal muasal konflik bermula dan puncak konflik meledak lewat timeline yang berbeda. Periode waktu Angkasa, Aurora & Awan kecil, remaja dan saat mereka dewasa. Transisi antar timeline yang ada dalam film dieksekusi secara brilian oleh Angga melalui editing ciamik dari Hendra Adhi Susanto (Keluarga Cemara, Terlalu Tampan). Naskah pun terbilang mengalir lancar karenanya.

Hanya saja, banyaknya karakter di tiga timeline, termasuk penambahan karakter Kale (Ardhito Pramono) love interest sekaligus salah satu alasan Awan menjadi rebel, serta Lika (Agla Artalidia) kekasih Angkasa yang merasa tersisih menjadikan konflik di dalam film terasa bertumpuk-tumpuk.

Alhasil film berdurasi 2 jam lebih 1 menit ini terasa sangat panjang mengurai drama yang ada di dalam film. Hal ini diakibatkan oleh eksposisi yang detail dari masalah yang dihadapi masing-masing karakter. Awan yang mendapat porsi terbesar, diikuti oleh Aurora, sementara Angkasa, seperti halnya kebiasaan anak pertama, mengalah mendapat porsi paling sedikit, meskipun tetap memiliki dampak yang besar. Plot yang sebenarnya mengalir lancar jadi terasa bertele-tele karena cerita yang ditawarkan kelewat banyak dan detail.

film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

Penulis menyadari pentingnya detail cerita demi mendapatkan klimaks yang gong dan menohok, dan itu cukup berhasil, hanya saja film berpotensi membuat penonton bosan pada ¾ film yang mengekspos masalah demi masalah di dalam keluarga. Nyaris tidak adanya momen membahagiakan di dalam film juga sepertinya sedikit banyak akan mengganggu mood penonton. Karena berbeda dengan Keluarga Cemara, film ini terasa kurang menghangatkan hati untuk sebuah film keluarga.

Secara akting, ensemble pemain dalam film NKCTHI ini patut diacungi dua jempol. Semua aktor bermain bagus, sangat bagus malahan. Rachel Amanda (I Love you, Om.., Dua Garis Biru) sebagai penampil terbanyak memberikan sosok anak bungsu yang mencoba memberontak dengan baik, chemistry-nya dengan siapapun lawan mainnya terasa padu. Donny Damara (Lovely Man, 99 Nama Cinta) juga memberikan penampilan yang apik menjadi seorang ayah yang protektif demi kebahagiaan keluarga.

film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

Rio Dewanto (Modus Anomali, Filosofi Kopi), Sheila Dara (Eggnoid, Bridezilla), Susan Bachtiar (Bebas, Perempuan Punya Cerita), Oka Antara (Sang Penari, Aruna & Lidahnya), Niken Anjani (Serial OK-Jek), Agla Artalidia serta aktor cilik dalam film ini menunjukkan akting berkualitas, termasuk Ardhito Pramono di film perdananya sebagai aktor. Ini menunjukkan kepiawaian pengarahan akting Angga sebagai sutradara.

Secara teknis, film terlihat cantik dengan sinematografi menawan dari Yadi Sugandi (Laskar Pelangi, Sang Penari) di kerjasama perdananya dengan film produksi Visinema dan desain produksi serta tata artistik yang padu arahan Adrianto Sinaga (Wiro Sableng 212, Ada Apa Dengan Cinta?). Kehandalan tim artistik yang harus menciptakan tiga buah timeline di dalam film nampak jelas dalam film ini. Perbedaan set tahun 1990-an, 2000-an dan masa sekarang dibedakan dengan jelas dan mampu memberikan gambaran periode tahun masing-masing dengan baik.

Selain editing dengan transisi ajaib yang patut diapresiasi lebih, tata musik yang selalu menjadi kekuatan dari film-film produksi Visinema pun kembali tampil baik dalam film ini. Termasuk sebuah lagu soundtrack dari Ardhito Pramono berjudul Fine Today yang bernuansa smooth jazz yang memanjakan telinga. Semua lagu dalam film ini terasa sesuai mendukung film, terutama Lagu Pejalan dari Sisir Tanah yang menjadi favorit penulis. Ofel Obaja Setiawan (Terlalu Tampan, Bridezilla) selaku music director dalam film ini patut diberikan bonus lebih atas prestasinya ini.

film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

Kesimpulan Akhir

Setelah tahun lalu sukses dengan Keluarga Cemara, Visinema Pictures kembali hadir membuka awal tahun 2020 dengan film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI). Sebuah film keluarga yang dekat dengan keseharian dan memiliki konflik yang lazim ada di keluarga Indonesia. Tata produksinya ciamik dan plot cerita yang mengalir baik, ditambah klimaks menohok pada puncak konflik yang bertumpuk-tumpuk. Walaupun tidak sehangat prediksi penulis, namun film NKCTHI masih cukup sukses membuat penonton ingin memeluk erat keluarga sepulang menonton.

Note: Gulir / Scroll ke bawah untuk melihat rating penilaian film.

Loading...

Review Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (2020) – Drama Konflik Keluarga Yang Ruwet Dan Pelik Namun Menohok
7.5Overall Score
Reader Rating 3 Votes
5.6