Loading...

Andibachtiar Yusuf merupakan salah satu nama sutradara yang cukup disegani di dunia perfilman Indonesia melalui film-filmnya seperti Romeo & Juliet, Hari Ini Pasti Menang dan Love For Sale. Sutradara yang kerap menyisipkan unsur olahraga dalam filmnya ini dipercaya oleh rumah produksi debutan, Stayco Media untuk menyutradarai film Pariban: Idola Dari Tanah Jawa yang akan rilis pada tanggal 9 Mei 2019 di bioskop-bioskop seluruh Indonesia.

Dipimpin oleh duo Ganindra Bimo (Gangster, 5 Cowok Jagoan) dan Atiqah Hasiholan (Mantan Manten, 3 Nafas Likas) sebagai peran utama, dengan dukungan Rukman Rosadi, Dayu Wijanto, Rizky Mocil, Surya Insomnia, Joe P-Project dan Mak Gondut sebagai pemeran pendukung. Film Pariban: Idola Dari Tanah Jawa ini tidak hanya memberikan suguhan film bergenre komedi romantis biasa, melainkan sebagai perkenalan dan perayaan akan keindahan budaya tradisional Batak.

Film Pariban Idola Dari Tanah Jawa

Sinopsis

Halomoan Brandon Sitorus (Ganindra Bimo) atau biasa dipanggil Moan, adalah definisi pria sukses di Jakarta. Seiring kesuksesan kariernya di usianya yang ke 35 tahun, Moan dihadapkan pada tekanan untuk menikah oleh sang Mamak (Mak Gondut). Tabiat Moan yang playboy, gemar gonta-ganti pasangan ini terusik manakala Mamak meminta Moan untuk menemui paribannya di kampung untuk diajak menikah dengannya.

Menikah, apalagi dengan Pariban yang berarti sepupu yang berhak dinikahi dalam adat batak bukanlah menjadi tujuan bagi Moan yang masih ingin bersenang-senang dalam hidup. Tetapi ancaman dan paksaan orangtua, serta rasa penasaran akan sosok paribannya membuat Moan terpaksa menemui sang pariban di kampung. Di luar dugaan Moan, Uli Silalahi (Atiqah Hasiholan), sang Pariban, puteri Tulang Palmor (Rukman Rosadi) sangatlah cantik dan sukses memikat hati Moan.

Sayangnya usaha Moan untuk dekat dengan Uli terhalang oleh Binsar (Rizky Mocil), pemuda kaya raya yang juga terpikat dengan kecantikan Uli. Persaingan keduanya untuk menarik perhatian Uli pun tidak terhindarkan, melibatkan pertandingan catur dan berbagai intrik lain sampai tiba waktunya Moan pulang ke Jakarta dan mengajak Uli ikut serta. Bersediakah Uli ikut ke Jakarta bersama dengan Moan?

Film Pariban Idola Dari Tanah Jawa

Ulasan

Jujur, melihat materi trailernya sama sekali tidak ada ekspektasi sebelum menonton film ini. Bukan karena trailernya jelek, melainkan seperti film bertema budaya lokal lainnya, yang kerap menampilkan sisi budaya yang terlalu dalam sehingga melupakan aspek filmis dan dramatisasi. Akan tetapi di luar dugaan film ini tampil cukup segar dan lucu.

Film dibuka dengan perkenalan penonton kepada karakter Moan yang playboy, easy going dan sedikit ‘nakal’ melalui gaya breaking the fourth wall alias Moan berbicara langsung kepada penonton perihal kehidupannya. Selanjutnya konflik pun mulai berkembang saat Agam (Surya Insomnia), partner bisnis Moan mengakalinya demi merebut sekretaris klien yang menjadi incaran Moab, ke desakan Mamak agar Moan segera menikah sampai Moan datang menemui paribannya. Cerita masih berjalan mulus sampai ke pertengahan babak kedua.

Konflik dan pertikaian Moan dan Binsar di beberapa kesempatan terasa repetitif dan terasa panjang durasinya. Klimaksnya pun tidak lebih baik dengan akhir yang sungguh tidak diduga dan cukup beresiko mengecewakan penontonnya.

Naskah yang digarap keroyokan oleh Ridho Brado, Agustinus Sitorus dan Andibachtiar Yusuf sendiri ini lebih menitikberatkan pada sisi komedi dibanding sisi romantisnya. Budaya Batak yang menjadi salah satu materi jualan pun tidak terlalu diangkat secara dalam dan rumit. Film hanya memperkenalkan asal usul Pariban, sedikit informasi sejarah kerajaan Batak, suasana kehidupan masyarakat pesisir Toba dan Balige, serta keindahan pariwisata Toba yang ditangkap dengan baik oleh tim penata kamera dan desain produksi.

Film Pariban Idola Dari Tanah Jawa

Gambar film yang indah dipadukan dengan tata suara apik dengan musik latar yang memasukkan unsur musik tradisional sedikit banyak memberikan nuansa daerah Sumatera Utara yang terasa otentik. Dengan aksen dan dialog Batak para pemainnya yang meyakinkan, terutama Rizky Mocil yang memerankan Binsar, si pemuda asli Batak lahir di kampung. Sebuah peningkatan besar bagi Mocil yang sebelumnya banyak bermain di film-film horor komedi yang tidak mengembangkan kualitas akting dan karirnya.

Ganindra Bimo juga patut diacungi jempol dalam usahanya memerankan Moan anak batak lahir di Jakarta yang playboy tapi sayang mamaknya. Kegagapannya saat berada di Toba dan bersinggungan dengan masyarakat di sana tergambarkan dengan baik. Di luar itu Rukman Rosadi dan Dayu Wijanto sebagai pasangan suami istri bermain cukup meyakinkan dengan chemistry yang apik. Sementara Atiqah Hasiholan tampak diberikan kesempatan terbatas, tidak jelek sama sekali, hanya saja karakternya diperlihatkan hanya sibuk mondar-mandir saja dan menjadi pelengkap dari perjalanan Moan mencintai paribannya. Sangat disayangkan memang bakat Atiqah kurang dieksplor dalam film ini.

Kekurangan lainnya terasa saat film menginjak paruh kedua. Film terasa panjang dan bertele-tele dikarenakan persaingan Moan dan Binsar yang terasa repetitif. Walaupun diakali dengan set dan konflik berbeda, tapi film terasa jalan di tempat akibat intensitas konflik yang tidak meningkat eskalasinya di setiap persaingan. Baru di akhir film konflik Binsar dan Moan yang melibatkan Uli dengan resiko tinggi muncul, dan itu terlambat. Besar kemungkinan penonton sudah merasa bosan saat babak ketiga dimulai dan terkejut melihat akhir film yang sungguh di luar dugaan.

Film Pariban Idola Dari Tanah Jawa

Kesimpulan Akhir

Dalam sejarahnya, film Indonesia yang mengangkat budaya Batak dapat dihitung dengan jari. Film Pariban: Idola Dari Tanah Jawa ini dapat dikategorikan salah satu yang mewakilinya. Meski tidak secara mendalam mengupas budaya Batak, namun cukup berhasil menggambarkan kehidupan masyarakat Sumatera Utara, khususnya di pesisir Danau Toba dan memperkenalkan serta menguraikan tradisi Pariban ke khalayak luas.

Dengan kekuatan dari sisi komedi yang mengiringi dramanya, film Pariban: Idola Dari Tanah Jawa terasa lebih lucu dibanding romantis untuk film bergenre drama komedi romantis. Meskipun akhir film sangat di luar dugaan, tetapi film ini adalah karya debut yang cukup baik dari rumah produksi Stayco Media yang diharapkan dapat melahirkan karya-karya film yang berkualitas lainnya.

Review Film Pariban: Idola Dari Tanah Jawa - Komedi Romantis Untuk Merayakan Keindahan Budaya Batak
6.5Overall Score
Reader Rating 8 Votes
6.9