Pengabdi Setan (2017) sukses menunaikan tugasnya untuk menakuti dan memberikan penghormatan kepada film horor legendaris Indonesia
9Overall Score
Reader Rating 9 Votes
8.4

Setelah 10 tahun meminta dan memaksa Rapi Films untuk membuat ulang film yang oleh Rolling Stone Indonesia dinobatkan sebagai film horor Indonesia paling menakutkan sepanjang masa, Joko Anwar akhirnya memperoleh kesempatan itu. Penceritaan ulang dari film Pengabdi Setan (1982) ini menandai karya penyutradaraannya yang keenam dan tayang di Indonesia sejak 28 September 2017.

Baca juga: Sebelum Pengabdi Setan, Ini 5 Film Terbaik Joko Anwar!

Alkisah terdapat sebuah keluarga yang dipimpin oleh seorang Bapak (Bront Palarae) dengan Ibu (Ayu Laksmi), mantan penyanyi tenar yang selama 3 tahun lebih mengidap sakit keras tanpa bisa bangun dari tempat tidur. Bersama dengan keempat anaknya Rini (Tara Basro)Toni (Endy Arfian)Bondi (Nasar Annuz), dan Ian (M. Adhiyat) mereka hidup di rumah Nenek (Elly D. Luthan) di sebuah rumah seberang areal pekuburan. Masa sulit yang mereka lalui semasa Ibu sakit membuat mereka terpaksa menggadaikan rumah dan barang berharga lainnya. Namun kesulitan tersebut belum ada apa-apanya dibanding saat setelah Ibu mereka meninggal dan meninggalkan misteri manakala sang Ibu bangkit dari kuburnya dan ingin menjemput mereka.

Joko Anwar adalah salah satu sutradara berbakat di Indonesia. Pemenang Sutradara Terbaik gelaran FFI 2015 berkat film A Copy Of My Mind ini mewujudkan mimpi sejak kecilnya melalui film Pengabdi Setan ini. Kecintaan Joko terhadap sinema memang sudah tidak diragukan lagi, dan semua itu nampak di dalam tayangan film berdurasi 107 menit ini. Ciri khas klasik yang terakhir dipertunjukkan dalam filmnya Pintu Terlarang kembali dipertontonkan di sini. Kali ini era 80-an menjadi era yang dieksploitasi sedemikian rupa dari sisi perabotan rumah, kostum, tata rambut, tata bicara, mainan anak dan sebagainya.

ps5PS

Detail! itu kata kuncinya. Dengan detail yang presisi dari sisi artistik, sinematografi dan pergerakan kamera, tata suara serta music score film ini hampir sempurna. Genre musik oldies dan scoring ala film-film Insidious dan The Conjuring pun cocok melebur dalam keseluruhan film. Plot cerita pun disajikan dengan baik, sehingga film Pengabdi Setan terbaru ini sukses memperbaiki kelemahan dalam film versi tahun 1982-nya. Dimana dahulu lingkup cerita hanya bermain di seputar keluarga yang dihantui oleh sang ibu dan sosok ART yang menggrecoki rumah mereka. Sementara di versi barunya, universe baru yang lebih luas diciptakan oleh Joko dan sangat berhasil menjelaskan korelasi cerita film dengan judulnya.

ps7ps8

Sisi terbaik pada penulisan naskah terlihat pada momen-momen yang tercipta dalam film, adegan seramnya terbagi rata ke seluruh pemain, dan beberapa memiliki momen yang memorable lewat adegan dengan formula horor klasik yang digunakan. Semua pasti akan ingat teror saat adegan sholat atau adegan sprei yang dilempar. Di luar itu adegan komedi yang diselipkan juga sangat baik di beberapa bagian. Lewat barisan dialog “nakal” ataupun tingkah laku karakter anak kecil yang menggemaskan.

Dari sisi akting tidak ada yang mengecewakan. Dengan bahasa yang baku dan kaku khas orang-orang di era tersebut, semua pemain mampu bermain maksimal. Kredit lebih diberikan kepada para pemeran anak yang secara luwes mampu memberikan akting yang terkesan alami. Memang ada satu atau dua adegan yang sedikit membuat dahi berkernyit karena sepertinya tidak diedit dengan halus dan tidak nyambung dengan adegan sebelum dan sesudahnya, Namun itu hanya sedikit poin minus yang sama sekali tidak mengurangi keasyikan film ini.

ps9ps6

Final Verdict

Sebagai sebuah film reboot, Pengabdi Setan (2017) sukses menceritakan ulang sekaligus menyempurnakan kisah horor legendaris yang telah menghantui banyak orang sejak tahun 1982. Kini dengan versi baru karyanya, Joko Anwar memberikan kita film horor baru untuk dinanti sekuelnya. Ya, universe yang lebih luas yang disajikan di film ini membuka kemungkinan untuk kisah lanjutan dari sang Pengabdi Setan. Semoga saja ibu bersedia datang menjemput mereka lagi.