Tema American Vigilante nampaknya masih diminati oleh banyak kalangan. Sebut saja Taken, John Wick, dan Equalizer, merupakan beberapa film dengan tema American Vigilante yang sudah punya basis penggemarnya sendiri. Deretan aksi yang intens, jalan cerita yang tidak rumit, serta tema balas dendam yang tanpa ampun terhadap penjahat, menjadi beberapa alasan mengapa film bertema seperti ini sangat diminati dan terus muncul setiap tahunnya. Dan di tahun ini, kita disuguhi film bertema seperti ini, namun dengan karakter utamanya seorang wanita. Ya, Peppermint yang dibintangi Jennifer Garner, hadir untuk memuaskan dahaga para pecinta film bertema American Vigilante.

Sinopsis

Di hari ulang tahunnya, Carly North (Cailey Fleming) merasa kecewa setelah acaranya tidak dihadiri oleh teman-teman sekolahnya. Merasa iba dengan apa yang dialami sang anak, Riley North (Jennifer Garner) dan suaminya, Chris North (Jeff Hepner) akhirnya mengajak sang anak ke festival natal yang dipenuhi mainan dan juga makanan untuk menghibur Carly dari kesedihan.

Namun, malam yang penuh kebahagiaan itu tiba-tiba sirna setelah letusan tembakan dari dalam mobil yang melaju lamban terdengar, dan merenggut nyawa suami serta anak-anak Riley.

Kesedihan Riley pun makin bertambah kala hakim di persidangan memutuskan untuk membebaskan ketiga terduga penembak tersebut.

Merasa ada yang tidak beres, Riley pun akhirnya “menghilang” selama 5 tahun untuk mempelajari banyak hal yang membuatnya berkembang menjadi wanita yang lebih tangguh. Riley pun segera menyusun agenda balas dendam kepada setiap orang yang menghabisi nyawa suami dan anaknya 5 tahun lalu.

Poin Positif

Yang menarik dari film ini adalah sajiannya yang menghibur. Tidak perlu berfikir keras untuk menyelami atau mendalami cerita di film ini. Cukup duduk santai dan nikmati berbagai adegan aksi yang seru dan tentu saja beberapa diantaranya membuat ngilu.

Jennifer Garner pun cukup mampu menampilkan perannya sebagai wanita lemah yang terpaksa berubah menjadi wanita yang jauh lebih tangguh, untuk melawan setiap ketidakadilan yang diterimanya.

Adegan aksi yang itens khas Pierre Morel juga mampu ditampilkan cukup apik di film ini. Meskipun tidak “segila” Taken, setidaknya beberapa adegan aksinya cukup mampu membuat  penonton terdiam sesaat karena ngilu melihat adegan pertarungan yang cukup brutal.

Poin Negatif

Skrip yang lemah menjadi poin utama dari beberapa poin negatif lainnya di film ini. Mengingat Jennifer Garner cukup total bermain di film ini, rasanya sangat disayangkan apabila karakternya menjadi kurang kuat pendalamannya akibat skrip yang buruk.

Lubang pada cerita atau plothole pun bertebaran dimana-mana, sehingga banyak adegan yang cukup membingungkan kala menyaksikan film ini. Pun banyak sekali adegan-adegan balas dendam/pembunuhan yang prosesnya terlihat diluar nalar atau tidak cukup logis.

Meskipun Jennifer Garner tampak meyakinkan kala melakukan tugasnya mencari dalang pembunuh suami dan anaknya, pada dasarnya pendalaman karakter akan tragedi yang terjadi disajikan kurang maksimal. Sehingga kita seakan disuguhi adegan aksi balas dendam yang keras dan sadis, namun tanpa motivasi yang kuat.

Editing film ini juga nampak seperti editing film-film aksi era 80-an. Transisi yang menggunakan time lapse, scoring musik rock yang nampak jadul, serta pengambilan sudut gambar yang nampak “seadanya”, semakin menegaskan bahwa film ini nampak seperti film aksi 80-an. Apalagi ditambah dengan karakter utama wanita yang fasih menggunakan senapan laras panjang, semakin mengingatkan kita akan film-film aksinya Cynthia Rothrock.

Penutup

Pada akhirnya Peppermint tidak menawarkan sesuatu yang baru. Adegan aksi yang cepat dan brutal mengingatkan kita akan film Taken yang juga dibesut oleh sutradara yang sama. Hanya saja kali ini tokoh utamanya wanita dan dengan tragedi masa lalu yang kurang digarap sempurna layaknya tragedi yang terjadi pada film Taken.

Namun begitu, film ini menghadirkan deretan aksi yang intens yang tentu saja bisa memenuhi dahaga para pecinta film aksi khususnya American Vigilante. Nuansa film aksi 80-an pun sejatinya cukup unik meskipun juga akan nampak jadul di saat bersamaan. Pada akhirnya, film ini cukup menghibur dan cocok dijadikan tontonan di akhir pekan. Tidak perlu berpikir keras dalam mencerna isi ceritanya. Cukup duduk, makan popcorn mu, dan nikmati adegan aksi nan brutal dari awal hingga akhir film ini.

Selamat menonton!

Review Film Peppermint (2018) - Aksi Balas Dendam Jennifer Garner dalam Balutan Nuansa Aksi 80-an
6Overall Score
Reader Rating 0 Votes
0.0