Review Film Petak Umpet Minako - Menebar Teror Mistis Lewat Boneka Ikonis
5Overall Score
Reader Rating 1 Vote
6.9

Berangkat dari novel karya @Manhalfgod, film Petak Umpet Minako besutan Sutradara/Penulis Naskah Billy Christian ini hadir menebar teror di bioskop mulai tanggal 7 September 2017.

Film bermula manakala Baron (Miller Khan) melewatkan malam reuni dengan kekasihnya Gaby (Wendy Wilson) dan teman-temannya karena harus bekerja lembur di kantor. Saat Baron hendak menjemput, Gaby mengabarkan bahwa Vindha (Regina Rengganis), salah satu teman mereka, mengajak bermain petak umpet khas Jepang di lokasi sekolah mereka yang kini sudah tidak digunakan lagi. Setibanya di sekolah, Baron terkejut saat ia diserang oleh sesosok zombie yang ingin membunuhnya.

pum4

Beruntung bagi Baron, ia diselamatkan oleh Adam (Ario Astungkoro) yang segera mengajaknya keluar dari sekolah menghindari kejaran Minako dan para Penjaga. Baron yang tidak tahu menahu siapa Minako sebenarnya, memutuskan untuk tetap mencari Gaby di sekolah dan mengabaikan ajakan Adam. Melalui cerita Kaisar (Hans Hosman), yang menyelamatkannya saat ia pingsan, Baron akhirnya tahu siapa dan betapa mengerikannya Minako. Baron dan Kaisar sepakat untuk menghadapi Minako serta menyelamatkan teman-teman mereka.

Tahun 2017 adalah tahun yang baik untuk film-film horor lokal setelah Danur dan Jailangkung merajai raihan jumlah penonton film Indonesia. Ini menjadi kesempatan emas bagi Petak Umpet Minako untuk mendapatkan banyak penonton. Namun diprediksi agak sulit untuk meraih 1 juta penonton. Selain karena bersaing dengan Warkop DKI Reborn Part 2, juga karena kualitas film ini masih jauh dari yang diharapkan.

Alur cerita film ini terpatah-patah sejak 2 adegan awal. Pengenalan karakter utama seakan diabaikan di film ini. Film ini seakan-akan bukan diangkat dari novel yang biasanya kaya akan pendalaman karakter. Penonton tidak diberikan kesempatan untuk mengenal, Baron, sang protagonis, Vindha si penggagas permainan atau karakter lainnya. Sulit bagi penonton untuk bersimpati kepada Baron dan karakter lainnya. Sehingga sah saja penonton menganggap mereka bodoh karena “malam-malam main petak umpet di bekas sekolah yang kelihatan angker”. Gaby yang mengalami trauma di sepanjang film juga gagal menarik simpati, bahkan malah terlihat mengesalkan.

pum1Minimnya pengenalan dan pendalaman karakter menjadikan film bergerak menjadi lebih cepat dan tidak bertele-tele. Namun sayangnya kejutan dan twist di akhir film malah tampil mengganggu karena kurangnya penggambaran motivasi dari karakter vital di adegan akhir. Adegan gore yang diharapkan ada di film untuk 17+ ini pun dirasa kurang sadis, kurang berdarah-darah.

Secara akting, Miller Khan sebagai pemeran utama tampil cukup physical di sini, penuh adegan laga yang meletihkan sepanjang film, dan nampaknya berimbas pada performa aktingnya. Yang berhasil mencuri perhatian adalah Regina Rengganis yang memiliki aura dan raut wajah seperti aktris senior spesialis horor, Shareefa Danish dan Hans Holman yang wajah bengisnya sesuai dengan tone film yang kelam.

pum3 pum5

Final Verdict:

Secara keseluruhan, Petak Umpet Minako bukanlah film horor terbaik dari Billy Christian (Tuyul, Kampung Zombie, Blue Bloods). Dibalik kekurangan dari sisi naskah, editing yang terbata-bata dan akting beberapa pemain yang kurang baik. Petak Umpet Minako masih memiliki potensi dan nilai plus pada sisi set desain yang baik, practical effect zombie yang mendekati sempurna, serta sosok ikonis dalam bentuk Minako, sang boneka permainan yang terkutuk.