Menyebut nama Kimo Stamboel bagi penonton awam rasanya masih terasa asing jika disandingkan dengan nama Joko Anwar yang selalu menjadi pusat perhatian di dalam industri film Indonesia sejak pertengahan tahun ini saat perilisan film Gundala dengan Jagat Bumi Langit-nya serta film horor/thriller Perempuan Tanah Jahanam yang banyak dibicarakan sebulan belakangan.

Lepas dari nama Mo Brothers, duet Kimo Stamboel bersama Timo Tjahjanto yang menghasilkan film thriller Rumah Dara dan Killers serta action Headshot, Kimo sempat tersandung saat menghasilkan film horor yang diangkat dari aplikasi gim Dreadout yang gagal secara komersil maupun di mata para kritikus. Kini Kimo hadir kembali ke genre horor dengan elemen gore bersama naskah tulisan Joko Anwar dengan film produksi Rapi Films bekerjasama dengan Skymedia berjudul, Ratu Ilmu Hitam, yang merupakan film remake dari film berjudul sama dari tahun 1981. Film Ratu Ilmu Hitam versi 2019 ini akan rilis di seluruh bioskop Indonesia mulai tanggal 7 November 2019.

film Ratu Ilmu Hitam

Loading...

Sinopsis

Hanif (Ario Bayu) memutuskan untuk mengajak istri (Hannah Al Rashid) dan ketiga anaknya (Zara JKT48, Ari Irham dan Muzakki Ramdhan) untuk mengunjungi Pak Bandi (Yayu Unru) pemilik panti asuhan yang sedang sakit keras. Hanif juga mengajak teman-temannya satu panti dahulu yaitu Anton (Tanta Ginting) dan istrinya Eva (Imelda Therine) serta pengantin baru Jefri (Miller Khan) dan Lina (Salvita Decorte).

Di panti mereka disambut oleh suami istri penjaga panti sekaligus mantan anak panti bernama Maman (Ade Firman Hakim) dan Siti (Sheila Dara Aisha). Anak panti yang mayoritas sedang karyawisata menyisakan dua anak saja Hasbi (Giulio Parengkuan) serta Rani (Shenina Cinnamon) yang ditugaskan membantu merawat Pak Bandi sekaligus menyambut para tamu yang datang. Seluruh penghuni panti malam itu tidak menyadari teror yang menanti mereka dari masa lalu yang penuh dendam.

Ulasan

Ratu Ilmu Hitam adalah sebuah film pembuktian bagi Kimo Stamboel bahwa ia mampu menghasilkan film yang berkualitas tanpa dukungan sahabatnya Timo Tjahjanto pasca kritik negatif Dreadout. Dibantu Joko Anwar (Pengabdi Setan 2017, Perempuan Tanah Jahanam) sebagai penulis naskahnya, Kimo mempertontonkan keahliannya merangkai teror dan kengerian dengan elemen gore penuh darah dalam film berdurasi 99 menit ini.

film Ratu Ilmu Hitam

Naskah film bisa dibilang hanya meminjam tema dan karakter dari film Ratu Ilmu Hitam versi tahun 1981. Keseluruhan cerita sangat jauh berbeda meskipun memiliki tema okultisme dan praktek perdukunan yang dibawa ke setting modern. Jika dahulu film menitikberatkan dendam seorang penganut ilmu hitam yang meneluh satu desa demi ambisi pribadi, film versi terbarunya ini menyangkut misteri kelam di masa lalu yang tersimpan rapat di sebuah panti asuhan.

Membuka film dengan baik dengan perkenalan para karakternya, tidak berapa lama film langsung meneror penonton dengan misteri yang diungkapkan melalui verbal kepada Zaki (Muzakki Ramdhan) dan sebuah masalah pelik yang dialami Hanif (Ario Bayu), Jefri (Miller Khan) dan Anton (Tanta Ginting). Sampai di momen ini pemecahan karakter masih terasa mulus dengan karakter keluarga di dalam panti dan tiga serangkai mantan anak panti terjebak masalah sendiri.

Menginjak paruh kedua film, permasalahan utama film mulai terasa saat para karakter terpisah di empat lokasi dengan lokasi yang terasa tidak berjauhan tapi terasa janggal karena tidak terdengar antara satu yang lainnya. Pembagian lokasi saat para istri di kamar masing-masing, para suami di depan dan luar panti, anak-anak di ruang rekreasi dan penjaga panti di kamarnya sendiri. Akibat dari kurangnya eksplorasi lokasi panti, penulis merasakan kejanggalan saat teror mulai menyerang masing-masing karakter. Paling menggemaskan adalah saat karakter Dina (Zara JKT48) dan Sandi (Ari Irham) terpisah dari Haqi (Muzakki Ramdhan), adik mereka.

film Ratu Ilmu Hitam

Film ini memang bukan film sempurna, tapi di luar kelemahan dari character grouping dan mapping lokasi yang tidak digambarkan dengan detail, film ini memiliki intensitas cerita yang terjaga. Kimo dan Joko memastikan tidak ada jeda bagi penonton untuk menghela napas saat teror dimulai. Dari kelabang, laba-laba dan ulat bulu yang menggerayangi seluruh tubuh sampai berbagai sayatan dan tusukan pisau serta sabetan clurit yang tanpa basa-basi menghasilkan layar bioskop berwarna merah penuh darah dan penuh teriakan kesakitan yang teramat mengerikan. Ekstrim! Kelihatan benar Kimo dan Joko bersenang-senang melampaui berbagai batas dalam film yang mendapat rating 17 tahun ke atas ini.

Kimo Stamboel dengan gemilang mampu mengarahkan krunya dengan baik. Tata artistik dari Rico Marpaung (Rumah Dara, Suzzanna: Beranak Dalam Kubur) dan spesial efek, baik efek praktis maupun efek CGI yang disupervisi Gaga Nugraha (Wiro Sableng, Dreadout) terasa meyakinkan di layar. Sinematografi dari Patrick Tashadian (Dreadout, Sekte) pun sangat mendukung dengan pergerakan kamera yang selaras dengan suntingan Arifin Cu’unk (Pengabdi Setan, Susi Susanti: Love All).

film Ratu Ilmu Hitam

Beberapa bagian lain yang cukup menonjol adalah tata rias khusus spesial efek dari Ucok Sky al Basirun (Sebelum Iblis Menjemput) mampu memberikan tampilan luka sayatan, luka tusuk dan simbahan darah yang nampak nyata sehingga menambah kengerian penonton. Tidak lupa juga dukungan tim penata suara dan penata musik yang membantu meneror telinga penonton lewat kerja keras mereka.

Dari sisi akting, aksi Muzakki Ramdhan (Gundala, A Mother’s Love) sebagai Haqi menjadi  yang paling mencuri perhatian. Ia beberapa kali melontarkan beberapa dialog yang sok tua untuk karakter seumurannya dan sukses memancing tawa penonton. Tidak hanya itu, aksinya saat berakting serius di tengah teror pun sangat meyakinkan. Di luar Muzakki praktis tidak ada lagi karakter yang menonjol selain satu orang karakter yang berpotensi spoiler jika penulis sebutkan.

Sementara ensemble cast yang terdiri Ario Bayu (Perempuan Tanah Jahanam, Kala), Hannah Al Rashid (Aruna dan Lidahnya, Gundala), Zara JKT48 (Keluarga Cemara, Dua Garis Biru), Ari Irham (Terlalu Tampan) Miller Khan (Dreadout, Petak Umpet Minako), Tanta Ginting (Hit N Run, Tiga Dara), Imelda Therine (Rumah Dara), Salvita Decorte (The Night Comes For Us), Sheila Dara Aisha (Bridezilla, Sabtu Bersama Bapak), Ade Firman Hakim (Lorong, Sabyan: Menjemput Mimpi), Giulio Parengkuan (Dilan 1990), Shenina Cinnamon (Sabyan: Menjemput Mimpi) serta Yayu Unru (Posesif, Love For Sale 2) mendukung film dengan akting yang baik sesuai dengan kebutuhan film.

film Ratu Ilmu Hitam

Secara keseluruhan teknis produksi, akting dan naskah. Hanya saja bagian naskah, terutama di bagian eksekusi character grouping-yang bermasalah dan membuat beberapa karakter terasa sia-sia dan tidak perlu ada di dalam film. Plot cerita yang berjalan mulus dengan sempalan twist berlapis sangat baik meski menyisakan karakter antagonis satu dimensi yang tidak diberikan kesempatan banyak di dalam waktu tampil. Lapisan twist yang berkaitan dengan karakter antagonis dengan sosok lain di dalam film pun terasa tidak terjelaskan motif dan hubungannya sehingga berpotensi menimbulkan tanya bagi para penonton.

Kesimpulan Akhir

Kolaborasi dari sutradara dan penulis naskah film genre, Kimo Stamboel dan Joko Anwar menghasilkan film horor misteri dengan elemen gore Ratu Ilmu Hitam yang meski memiliki beberapa kekurangan dari sisi naskah dan eksekusi, namun akan memuaskan para penggemar film horor dengan intensitas kengerian dan kesadisan yang tinggi. Tonton film Ratu Ilmu Hitam beramai-ramai dan nikmati perjalanan menegangkan sepanjang 99 menit yang akan membuatmu menutup mata karena takut, menjerit, mual sekaligus gatal-gatal ingin lekas mandi sepulang dari bioskop.

Note: Scroll / gulir ke bawah untuk melihat rating penilaian film.

Loading...

Review Film Ratu Ilmu Hitam (2019) – Kolaborasi Horor Ekstrim Penuh Darah Dari Kimo Stamboel Dan Joko Anwar
7.5Overall Score
Reader Rating 1 Vote
7.5