Tidak banyak orang mengenal superhero dari DC yaitu Shazam!, biasanya orang lebih mengenal Superman, Batman, Wonder Woman, Green Lantern maupun Aquaman. Padahal dahulu pada tahun 1940 an penjualan komiknya melebihi oplah komik Superman. Kemunculan Shazam! sendiri pertama kali bukan dari DC, melainkan dari Fawcett Comics. Baru ditahun 1991 DC mengakuisisi sepenuhnya Shazam! Uniknya sebelum bernama Shazam!, terlebih dahulu menggunakan nama Captain Marvel yang merupakan superhero dari Marvel Cinematic Universe.

Sinopsis:

Billy Batson (Asher Angel) seorang anak nakal berusia 14 tahun diadopsi oleh keluarga Vazquez dan tinggal bersama kelima anak yatim mereka. Billy terpisah dari ibunya sejak kecil di sebuah tempat bermain, sehingga selama hidupnya dia terus menerus mencari ibunya melalui mainan petunjuk arah yang diberikan oleh ibunya saat kecil.

Loading...

Suatu hari Billy naik subway dan mendapati dirinya masuk ke alam lain di mana penyihir kuno bernama Shazam (Djimon Hounsou) memberikan kepadanya kekuatan untuk menjadi superhero hanya dengan tinggal mengucapkan kata “Shazam!”. Billy dan temannya sesama panti asuhan, Freddy Freeman (Jack Dylan Grazer) yang tergila-gila dengan segala macam tentang superhero ini harus berjuang bersama mengetahui apa saja kekuatan yang bisa dilakukan oleh Shazam! untuk melawan kekuatan jahat Dr. Thaddeus Sivana (Mark Strong).

Review:

Kebijaksanaan dari Solomon / Salomo, kekuatan dari Hercules, stamina dari Atlas, power dari Zeus, keberanian dari Achilles, kecepatan dari Mercury disingkat menjadi SHAZAM! itulah kekuatan yang diberikan oleh penyihir Shazam. Freddy yang seperti layaknya seorang mentor bagi Shazam! terus mencoba segala kekuatan super apa yang ada di Shazam! mulai dari invisibility (tidak terlihat), anti api hingga terbang. Proses menemukan dan menguasai kekuatan ini sungguh lucu dan menarik karena lebih banyak gagalnya daripada berhasilnya dan tentu juga karena mereka berdua selayaknya anak kecil masih sering bercanda dan bermain-main dengan segala kemampuan dari Shazam!

Shazam! sangat kental dengan suasana kehangatan dan kasih sayang antara anggota keluarga dan saudara, bagaimana kelima saudara yang tidak terikat saudara, dengan latar belakang berbagai suku dan usia saling membantu saat Billy / Shazam! kesulitan, begitu juga sebaliknya. Ayah dan ibu angkat yang diperankan dengan hati mulia oleh Cooper Andrews dan Marta Milans turut memberikan afeksi yang begitu menggugah perasaan kepada keenam anak angkat ini. Ada beberapa adegan khususnya di akhir mengingatkan dengan film Shoplifters yaitu tentang hubungan darah tidak bisa langsung menjadikan mereka seorang keluarga.

With Great Power Comes Great Responsibility dan Siapa Saja bisa Menjadi Superhero, itulah 2 tema yang melekat kuat dalam Shazam! Tema yang sebenarya sudah sering ditampilkan di berbagai film khususnya film Spider-Man, Spider-Verse dan juga Star Wars: The Last Jedi ini mampu dikemas dengan baik di film Shazam!. Karena memang masih berusia 14 tahun dengan tubuh 30 tahunan, tampak jelas kalau Shazam! masih lebih senang bermain-main dan bahkan mencari uang tambahan bagi yang ingin berfoto dengannya. Mengenai tema Siapa Saja bisa Menjadi Superhero tampak dalam satu adegan yang sungguh powerful saat suatu plang memberitahukan kalau ibu angkat merupakan suatu superhero, memang dalam suatu kalau semuanya bisa menjadi superhero tanpa perlu memiliki kekuataan super. Kasih sayang tulus yang diberikan kepada seseorang yang bukan sedarah merupakan suatu bentuk kekuatan super.

Peter Safran kembali memproduseri film superhero keduanya setelah Aquaman, setelah pada Aquaman dia bekerja sama dengan James Wan, film Shazam! bekerja sama dengan David F. Sandberg. Ketiga nama ini lebih dikenal dengan spesialisasi mereka di film-film horor, Peter Saffran memproduseri film-film horor seperti The Conjuring, Annabelle, The Nun; James Wan dengan film-filmnya seperti Saw, The Conjuring dan Insidious. David F. Sanberg dengan Lights Out dan Annabelle: Creation. Ironisnya ketiganya menjawab apa yang DCEU selama ini dikritik mengenai tone-nya yang terlalu dark dan gritty, ketiganya seperti memberikan keceriaan, unsur hiburan dan tone yang jauh lebih light dan terpenting semua kalangan penonton harusnya akan lebih menyukainya.

Khusus dalam Shazam! David F. Sandberg mengingatkan kembali bahwa memang superhero film yang fun dan dapat dinikmati oleh semua kalangan khususnya anak-anak juga. Tidak hanya unsur fun, tetapi ada sedikit unsur horor dari dalam 7 monster dengan unsur Lust, Gluttony, Greed, Sloth, Wrath, Envy, Pride, unsur ini berjalan dengan baik tentu karena background dari David F. Sandberg, walah ada kelemahan pada sisi CGI-nya.

Ensemble cast-nya sungguh menawan, semua cast bermain dengan baik. Zachary Levi sebagai Shazam! yang khusus berdiet supaya mendapatkan tubuh berotot itu, berakting sangat menyenangkan sebagai anak usia 14 tahun namun dalam beberapa hal juga turut serius melihat segala tanggung jawab yang dihadapi sebagai seorang superhero. Asher Angel sebagai Billy Batson memperlihatkan jiwa yang sedang kalut karena kebingungan ibu kandungnya di mana, namun memiliki hati yang tulus untuk membantu sesamanya sehingga dia mendapatkan kekuatan itu. Ian Chen sebagai Eugene Choi dengan segala ke-geekiness-nya. Grace Fulton sebagai Mary Bromfield, dia merupakan anggota tertua dari anak yatim piatu dapat memberikan sebuah peran kakak angkat yang melindungi adik-adiknya. Faithe Herman sebagai Darla Dudley seorang gadis yatim piatu termuda yang sangat lovable dengan ketulusan dan kepolosannya, mengingatkan dengan karakter Agnes di Despicable Me. Mark Strong sebagai villain Dr. Thaddeus Sivana, turut memberikan lapisan emosi yang kuat mengenai asal usulnya sebagai villain, karakternya tidak one-dimensional seperti banyak villain superhero lainnya, karakternya kompleks, penonton dapat memahami kenapa dia menjadi seorang villain. Terlebih yang terbaik tentu akting dari Jack Dylan Grazer sebagai Freddy Freeman dia sangat energetik, semangat dan antusias terhadap segala hal yang berhubungan dengan superhero, dia juga tidak takut dengan perundungan dan mampu bangkit.

Menonton Shazam! cukup mengingatkan dengan film Big dan Freaky Friday di mana jiwa anak kecil ada di dalam tubuh dewasa. Bahkan David F. Sandberg memberikan sebuah homage menarik saat adegan piano raksasa di film Shazam! yang tentu mengingatkan dengan suatu adegan di film Big yang dibintangi oleh Tom Hanks itu. Mudah ditebak berbagai kejadian lucu timbul saat Shazam! dan Freddy mencoba untuk minum alkohol dan masuk ke strip club karena didorong rasa penasaran mengapa orang dewasa sering melakukan hal itu.

Pertanyaannya bagaimana nasib DCEU setelah kegagalan total Justice League? Sejak film Aquaman unsur DCEU mulai dihilangkan, pada Shazam! ini juga kurang terlihat unsur DCEU-nya walau disebutkan dalam berbagai meta-joke, universe-nya masih berada di Batman v Superman karena sering disebutkan oleh Freddy, bahkan ada adegan ikonis yang melibatkan Batman v Superman. Belum lagi adegan akhir yang akan membuat penonton penggemar DCEU bersorak-sorai gembira. Wonder Woman, Aquaman dan Shazam! sudah membangun pondasi yang baik, sehingga seharusnya kelanjutan dari DCEU dimulai dari ketiga film ini, tidak melihat lagi film-film lainnya. Karena kekurangan besar dari Justice League tentu disebabkan karena pondasinya belum kuat dan beberapa hal non teknis lainnya yang melatarbelakangi dan juga film-film lain dari DCEU karena tone-nya. Kedepannya ditangan Peter Saffran, James Wan, David F. Sanberg, Patty Jenkins dan James Gunn diyakini akan terjadi turning point dari kelangsungan DCEU ini.

Kesimpulan Akhir:

Shazam! kembali mengingatkan kembali ke penontonya kalau film superhero itu bisa membuat penonton fun, feel good, tersenyum, tertawa terbahak-bahak dan tentunya menghibur. Terlebih lagi Shazam! walaupun sangat ringan dan terkadang konyol dan cheesy karena tentu karakternya kebanyakan masih anak-anak itu, tapi tetap mampu sangat powerful, menohok dan menggugah perasaan tentang kasih sayang tulus antar keluarga tidak sedarah itu. Shazam! has a very lot of heart!

Loading...

Review Film Shazam! (2019) - Film Superhero yang Jelas Menghibur, Lucu dan Dapat Membuat Penonton Tersenyum Manis
8.5Overall Score
Reader Rating 3 Votes
6.8