Bullying atau disebut perundungan dalam Bahasa Indonesia kerap kali terjadi dilakukan senior kepada juniornya di sekolah. Perundungan ini sebebabkan karena budaya senioritas yang turun-temurun dan mendarah daging di kebanyakan sekolah. Tidak sedikit para junior yang merenggang nyawa sia-sia. Fenomena ini ingin disampaikan oleh produser Manoj Punjabi dan sutradara Awi Suryadi (Danur, Danur 2: Maddah, Badoet) dalam film Sunyi yang berdasarkan remake dari film Korea berjudul Whispering Corridors.

Sinopsis:

Alex (Angga Aldi) bersekolah di sekolah SMA unggulan Abdi Bangsa yang sudah mewajarkan budaya kekerasan fisik dan mental atas dasar senioritas. Siswa-siswi kelas tiga dianggap dewa, kelas dua dianggap manusia dan status siswa-siswi kelas satu hanya dianggap sebagai budak. Alex berteman dengan Maggie (Amanda Rawles) yang senasib juga dengannya, Maggie lah yang membuatnya bertahan menghadapi situasi penuh tekanan tersebut.

Loading...

Suatu ketika para senior yang kerap kali merundung Alex, yaitu Andre (Arya Vasco), Erica (Naomi Paulinda) dan Fahri (Teuku Rizki) memaksa Alex melakukan ritual pemanggilan arwah karena mereka mengetahui kalau mendiang ayah dari Alex merupakan seorang paranormal. Sejak itu satu persatu nyawa siswa-siswi SMA unggulan Abdi Bangsa melayang secara misterius dan mengerikan.

Review:

Tidak seperti film horor Indonesia kebanyakan yang bertempo cepat, mengumbar banyak jumpscare dan mempunyai musik latar yang berisik. Sunyi seperti judul filmnya memang benar-benar sunyi, seringkali berbagai adegan-adegan menampilkan kesunyian sekolah Abdi Bangsa, terlebih banyak latar pada malam hari yang menampilkan kesunyian dan kegelapan malam. Hal ini cukup efektif dalam membangun mood, ditambah lagi dengan sinematografi yang jempolan. Selain itu suasana yang sunyi itu kerap kali dimanfaatkan oleh Awi Suryadi dalam membangun beberapa jumpscare yang efektif dan tiba-tiba mengagetkan dan memberikan efek seram kepada penontonnya, terutama pada adegan di kolam renang dan di lapangan bola basket.

Sayangnya film Sunyi terlalu sunyi sehingga membuat penonton di dalam bioskop seringkali juga merasa sunyi. Tempo film dapat dikatakan terlalu lambat sehingga dapat membuat penonton merasa bosan. Jumpscare dan nuansa horornya pun juga hanya timbul di beberapa adegan saja. Kemudian secara logika juga cukup aneh melihat sekolah yang sedemikian elitnya itu tergolong terlalu sunyi dan tidak tampak banyak murid-murid. Bahkan ada satu adegan saat kaca pecah, hanya ada 1 orang murid saja yang menyadarinya.

Naskahnya dengan solid mampu membuat penonton tertarik akan misteri dari kematian-kematian para siswa-siswi yang secara tiba-tiba itu dan juga kematian-kematian para siswa-siswi di masa lampau. Kemudian naskahnya juga mampu membangun karakter-karakternya dengan baik, sehingga penonton menjadi peduli dengan nasib para karakternya, bahkan karakter dari para pelaku perundungan juga diberikan porsi yang cukup mengenai tekanan dari orangtua mereka supaya mereka dapat berprestasi. Beberapa kekurangan dalam naskah yaitu hubungan chemistry Alex dan Maggie yang kurang kuat dan juga hubungan Fahri dan Erica.

Film Sunyi sangat baik ketika menyampaikan statement tentang perundungan. Walaupun sudah ingin dipatahkan budaya senioritas itu, bahkan oleh kepala sekolahnya sendiri maupun para senior yang secara langsung mengatakan tidak nyaman dengan budaya ini, tetapi karena sudah mendarah daging dan ingin melampiaskan perundungan yang dialami kepada para juniornya, maka budaya senioritas yang kebablasan itu masih terus dilanjutkan, layaknya lingkaran setan. Padahal perundungan sekecil apapun baik itu dalam kata-kata maupun kekerasan fisik, akibatnya dapat fatal.

Twist akhir film Sunyi tergolong bagus dan cukup menggugah perasaan. Saat Twist ini diungkapkan, twist-nya tidak dijabarkan kepada penontonnya seperti halnya film-film ber-twist lainnya, sehingga penonton perlu lebih seksama dan mengingat-ingat kembali segala petunjuk-petunjuk yang mengarah kepada twist yang mengejutkan itu.

Kesimpulan Akhir:

Walau lebih baik dari film horor Indonesia kebanyakan karena cukup baik dalam membangun atmosfer horornya dan beberapa jumpscare yang cukup efektif, film Sunyi tergolong terlalu sunyi, sehingga membuat penontonnya menjadi kebosanan. Namun tentu, pesan mengenai anti perundungannya cukup mengena dan jelas masih relevan sampai sekarang ini.

Loading...

Review Film Sunyi (2019) - Film Horor Tentang Perundungan di Sekolah
6Overall Score
Reader Rating 2 Votes
4.2