Hollywood akrab dengan kisah intrik penyamaran polisi dan mantan kriminal yang menjadi informan di dalam lingkungan mafia pengedar narkoba atau gangster seperti dalam film Donnie Brasco, Black Mass, sampai The Departed, peraih gelar Film Terbaik di ajang Academy Award tahun 2007 yang merupakan remake dari film Hongkong, Infernal Affairs.

Kini, film bertipe sejenis yang diangkat dari adaptasi novel karya Anders Roslund dan Borge Hellstrom berjudul Three Seconds hadir dengan judul The Informer yang disutradarai oleh Andrea Di Stefano dan dibintangi oleh Joel Kinnaman, Rosamund Pike, Ana de Armas, Common dan Clive Owen. The Informer direncanakan tayang di bioskop Indonesia awal Oktober 2019 nanti.film The Informer

Sinopsis

Pete Koslow (Joel Kinnaman) adalah mantan narapidana yang direkrut menjadi seorang informan FBI oleh Agen Wilcox (Rosamund Pike) untuk menyamar menjadi anggota mafia obat bius dari gangster Polandia pimpinan Klimek (Eugene Lipinski) yang kejam.  Sebuah kekacauan terjadi manakala Pete sedang bertugas mengawal Stazek (Mateusz Kosciukiewicz), keponakan Klimek, dalam transaksi obat bius yang terjadi di luar rencana Pete.

Loading...

Tak disangka sang pembeli narkoba adalah Gomez (Arturo Castro), polisi yang menyamar untuk membongkar sindikat bandar narkoba. Stazek yang gila dan kejam pun tanpa ampun membunuh Gomez dan mengacaukan segala rencana operasi Koslow dan Wilcox. Komandan Wilcox, Montgomery (Clive Owen) pun turun tangan dan menitahkan Wilcox untuk membereskan segala persoalan yang timbul dari kasus tersebut, di antaranya penyelidikan dari atasan Gomez yang bernama Grens (Common). Perintah Montgomery tersebut ternyata mengancam nyawa Pete di tengah usahanya untuk menjaga kerahasiaan identitasnya, sekaligus menyelamatkan nyawanya dan nyawa istri dan anaknya (Ana de Armas & Karma Meyer)

film The Informer

Ulasan

Film bergenre drama kriminal ini punya premis yang sebenarnya cukup biasa untuk ukuran film bertipe sejenis. Dengan bumbu-bumbu perselisihan antara lembaga FBI dengan polisi yang mempunyai misinya masing-masing dan mengabaikan peran dari sang informan yang tengah terancam nyawanya. Intrik yang terjadi mulai dari babak kedua film terasa rumit akibat makin banyaknya pihak yang terlibat, tidak hanya mafia dari Polandia, gangster kulit hitam pun ikut terlibat dalam usaha Pete untuk lepas dari kecurigaan.

Perlu konsentrasi lebih untuk bisa memahami langkah demi langkah yang diambil Pete, strategi FBI dan polisi serta apa sebenarnya yang direncanakan oleh Klimek sang pimpinan mafia Polandia. Untungnya tensi film yang tegang membantu penonton untuk fokus dan menikmati berbagai keseruan Sang Informan yang susah payah menutupi identitasnya sambil menunaikan tugasnya.

Film berdurasi 113 menit ini sukses memberikan karakter antagonis yang menyebalkan pada sosok Stazek serta mampu membuat penonton bersimpati pada karakter Pete dengan keluarganya. Wilcox yang berjanji untuk membantu membawa Pete keluar pun mengalami pertentangan batin yang membuat penonton berharap Wilcox akan membantu Pete.

film The Informer

Secara teknis produksi tidak ada yang istimewa dalam film ini. Keberhasilan Andrea Di Stefano (Escobar: Paradise Lost)  yang paling kentara adalah kemampuannya menjaga intensitas film dari awal sampai akhir film yang berakhir dengan twist usang namun mampu membuat penulis sedikit bersorak. Twist yang biasa sebenarnya, hanya saja karena rasa simpati kepada karakter Pete membuat penulis lebih mengapresiasinya.

Secara tata artistik, sinematografi, penyuntingan, tata rias dan tata busana juga tidak terlalu spesial, semua memainkan perannya dengan cukup baik dengan pengecualian dari tata musik Brooke dan Will Blair yang terasa cocok dengan mood film.

Dari sisi naskah, film The Informer sebenarnya terasa kurang memaksimalkan potensi para aktor besar yang bermain di dalamnya di luar dari Joel Kinnaman (Robocop 2014, Suicide Squad) dan Rosamund Pike (Gone Girl, A Private War) yang bermain dengan baik. Ana de Armas (Blade Runner 2049, Knock Knock) dan Clive Owen (Inside Man, Children of Men) menjadi penampil yang tersia-siakan bakatnya oleh naskah tulisan Rowan Joffe (28 Weeks Later, The American), Matt Cook (Triple 9, Patriots Day) dan Andrea Di Stefano sendiri yang merangkap sebagai sutradara.

film The Informer

Bagaimana tidak, Ana bermain sebagai damsel in distress yang tidak berdaya nyaris di sepanjang film saat harus terseret ke dalam urusan suaminya. Baru di akhir film karakternya bergerak menjadi seorang karakter yang melawan dan tangguh. Sementara itu Clive Owen lebih parah lagi. Aktor yang sempat diperkirakan akan menjadi bintang besar ini terlihat hanya mondar-mandir dan memerintah saja.

Joel Kinnaman yang menjadi jangkar film tampil sangat baik dan memberikan dimensi yang berbeda. Ia bisa nampak tangguh saat memerankan samarannya di tengah para anggota mafia, namun juga bisa sangat rapuh manakala berada di dekat keluarganya. Wajah panik namun berusaha tetap tenang saat di tengah posisi bagai makan buah simalakama yang dialami Pete dengan baik dipamerkan oleh Kinnaman. Rosamund Pike pun demikian, wibawanya sebagai Agen FBI tetap terjaga, meski dibalik itu ia khawatir tidak bisa menjaga janji pada informannya yang dirundung masalah pelik.

Kekurangan dalam film selain kerumitan dalam menjabarkan plot dan rencana antara FBI dan Pete Koslow, serta disia-siakannya bakat akting Ana de Armas dan Clive Owen adalah karakterisasi dari polisi Grens. Common (John Wick 3: Parabellum) cukup baik memerankan karakter Grens, hanya saja turning point dari Grens yang awalnya sangat curiga pada karakter Pete namun mendadak mendukungnya tidak terjelaskan dengan baik dalam pengadeganan. Entah apakah ada yang dipotong saat disunting atau memang seperti itulah adanya keterlibatan Grens yang ada di dalam novelnya.

film The Informer

Kesimpulan Akhir

The Informer memiliki tensi yang terjaga dari awal hingga akhir film berkat intrik-intrik kriminal, kejadian-kejadian tidak terduga dan karakter-karakter antagonis yang menyebalkan. Meski terasa terbata-bata dalam menjabarkan plot, namun film ini sangat direkomendasikan bagi para penggemar drama kriminal penuh ketegangan dan intensitas tinggi, atau bagi yang penasaran pada ruwetnya pekerjaan sebagai informan yang menyamar dan berkubang di dalam dunia kriminal.

Note: Scroll / gulir ke bawah untuk melihat rating penilaian film

Loading...

Review Film The Informer (2019) – Kisah Informan Yang Penuh Intrik Dan Intens Saat Membongkar Sindikat Narkoba
7Overall Score
Reader Rating 1 Vote
6.9