Geliat film animasi Indonesia beberapa tahun belakangan ini memang semakin merebak seiring dengan kemajuan teknologi digital di seluruh dunia. Para animator lokal pun berlomba-lomba membuat karakter animasi khas seperti Si Juki, Adit Sopo Jarwo, dan sebagainya demi bisa menarik minat pembaca komik, penikmat konten sosial dalam bentuk meme maupun film animasi.

Kini melalui karakter Detektif Titus dari majalah anak Just For Kids, MNC Pictures memproduksi film animasi perdana mereka yang berjudul Titus: Mystery of The Enygma yang disutradarai oleh Dinesh Samby dan direncanakan tayang di bioskop Indonesia pada 9 Januari 2019.

film Titus Mystery of The Enygma

Loading...

Sinopsis

Kota Steambourg sedang dipusingkan dengan masalah polusi udara akibat maraknya industri di kota tersebut. Mitos akan adanya sebuah sumber energi baru yang bersih dan ramah lingkungan yang berasal dari sebuah alat bernama Enygma menjadi harapan untuk kota Steambourg. Namun dimanakah Enygma berada?

Titus (disuarakan oleh Arbani Yasiz), seekor tikus tanah muda yang energik dan penuh rasa penasaran berusaha memecahkan misteri Enygma dengan mencoba bekerja di surat kabar. Malang baginya, tugas pertama Titus malah harus memecahkan kasus hilangnya mainan dari seorang anak orang kaya bernama Pip. Tetapi tanpa diduga, mainan tersebut berhubungan dengan apa yang selama ini Titus cari. Bersama Fyra (Ranty Maria) si teknisi dan Bobit (Lukman Sardi) si kelinci pesulap sahabatnya, Titus pun memulai penyelidikan seru karena harus berhadapan dengan penjahat-penjahat yang juga menginginkan  hal yang sama.

Ulasan

Sebuah hal yang menggembirakan bagi industri perfilman Indonesia saat genre, medium, cerita dan segmentasi dalam film Indonesia semakin beragam. Film Titus: Mystery Of The Enygma ini menawarkan hal tersebut dalam sebuah genre animasi dengan pangsa pasar spesifik untuk anak-anak dan keluarga.

film Titus Mystery of The Enygma

Sebagai sebuah film animasi, Titus: Mystery of The Enygma memang masih memiliki banyak kekurangan dalam tampilannya, apalagi jika dibandingkan dengan film-film animasi produksi Hollywood, Prancis atau bahkan Tiongkok. Akan tetapi harapan akan munculnya film animasi Indonesia yang bagus secara kualitas animasi dan secara penceritaan semakin bertumbuh seiring tayangnya film-film animasi lokasl di bioskop Indonesia, menyusul nanti juga akan rilis film animasi Warkop DKI dan kelanjutan dari petualangan Si Juki yang juga tayang di 2020.

Mengambil karakter Detektif Titus dan kawan-kawan yang sudah established di sebuah majalah segmen khusus untuk anak-anak adalah strategi bagus, sehingga sedikit banyak meringankan tugas promosi. Anak-anak pembaca setia majalah Just For Kids diharapkan akan menjadi penonton pertama film ini. Seiring berjalannya promo dan word of mouth di kalangan keluarga, MNC Pictures mengharapkan film Titus: Mystery of The Enygma mampu diterima masyarakat dan berbicara banyak di tangga box office Indonesia.

Secara kualitas cerita, film yang naskahnya didasarkan dari cerita Liliana Tanoesoedibjo dan naskah oleh Doug Sinclair (Dex Hamilton and the Doomsday Swarm) ini memang sangat spesifik khusus untuk anak-anak dengan seluruh anggota keluarga. Namun kepolosan karakter dan cerita dengan judul ‘mystery’ dan misterinya sendiri tidak bikin penonton dewasa penasaran akan beresiko membuat orang tua yang menemani anaknya menonton merasakan kebosanan.

film Titus Mystery of The Enygma

Film memang memiliki adegan aksi yang seru yang didominasi oleh aksi kejar-kejaran namun saat film menjadi ‘cerewet’ saat menginjak  momen penyelidikan dan interaksi dialog antar karakter. Memang ketiga karakter utama memiliki karakterisasi yang spesifik, Titus sang penyelidik, Fyra sang teknisi dan Bobit si pesulap. Tetapi ketiganya kurang diberikan momen komedi. Praktis hanya kelucuan sulap Bobit yang sedikit membuat tersenyum, sementara sifat OCD Fyra yang diulang sampai beberapa kali terasa mengganggu.

Titus sendiri sebagai karakter yang menjadi judul film memang beberapa kali melakukan penyelidikan tetapi petunjuk yang ia temukan tidak pernah menjadi sebuah hal yang signifikan dan petunjuknya cenderung mudah diterka. Beruntung ada karakter Pip, si anak kadal dari keluarga kaya yang polos dan selalu bertingkah lucu yang menjadi karakter pemancing komedi. Di luar itu film berjalan datar dan adegan aksi serunya hanya akan menarik untuk anak-anak saja.

Sutradara Dinesh Samby di film panjang animasi perdananya ini sepertinya mengarahkan film dengan template film anak sebagai segmen penontonnya, dan itu berhasil. Beliau memaksimalkan para karakternya di dalam sebuah naskah yang ringan dan memadukannya dengan kualitas produksi yang, walaupun masih pemula dalam genre animasi, namun patut diapresiasi.

film Titus Mystery of The Enygma

Animasi yang ditampilkan dalam film ini bisa dibilang bekerja dengan baik dalam penggambaran karakter-karakter dalam film yang sedikit diubah dari versi komiknya. Adegan-adegan aksinya pun bisa dibilang bekerja cukup baik. Ada sedikit kekurangan dari sisi desain produksi dan artistik Kota Steambourg yang terasa kurang hidup dalam beberapa kali adegan established untuk menggambarkan kota yang penuh dengan polusi industri.

Dalam departemen pengisi suara tidak ada masalah yang berarti, kecuali mungkin inkonsistensi dialog yang terasa canggung di beberapa bagian. Momen penggunaan aku dan saya yang tidak tepat dari satu karakter antagonis sedikit mengganggu. Mungkin memang itu adalah apa yang tertulis di naskah, tapi alangkah baiknya sang pengisi suara, saat sedang merekam suara juga memahami dialog-dialog dan merevisi sendiri agar konsistensinya terjaga.

Arbani Yasiz (Roman Picisan), Ranty Maria (sinetron Anak Jalanan) serta Lukman Sardi (Orang Kaya Baru, 27 Steps of May) menyumbangkan suara emasnya dengan karakterisasi vokal yang cukup baik, terutama Lukman yang menyuarakan karakter Bobit si kelinci pesulap yang penyakitan. Robby Purba (99 Nama Cinta, Tumbal 97) sebagai Bulpan pun mampu memberikan warna karakter vokal antagonis yang khas.

film Titus Mystery of The Enygma

Kesimpulan Akhir

Film animasi Titus: Mystery of The Enygma adalah pertanda baik bagi industri film Indonesia yang makin beragam. Meski ceritanya terlampau ringan walau dengan embel-embel judul ‘mystery’, namun film ini tidak melenceng jauh dari sasaran utamanya penonton anak-anak yang ingin menghabiskan waktu menonton film di bioskop bersama keluarganya. Menghibur untuk anak-anak tapi berpotensi membosankan bagi penonton dewasa.

Note: Gulir/scroll ke bawah untuk melihat rating penilaian film.

Loading...

Review Film Titus: Mystery Of The Enygma (2020) – Film Animasi Indonesia Pertama Di Tahun 2020 Yang Hanya Cocok Untuk Anak-Anak
6Overall Score
Reader Rating 3 Votes
8.7