Menghibur dengan cara yang tidak biasa namun terasa repetitif di pertengahan
7Overall Score
Reader Rating 0 Votes
0.0

Film-film action belakangan ini mengikuti pakem seperti John Wick, Taken, Fast & Furious, dll menghadirkan berbagai adegan aksi mindless yang over the top dan jagoannya saking hebatnya tidak pernah kena peluru yang ditembakan atau dengan sekali tembak, musuh langsung meningal. Jangan berharap ini semua ada di Free Fire.

2017_freefire_press_270317

Plotnya yang sungguh tipis menceritakan tentang Justine (Brie Larson) yang menjadi perantara pertemuan di sebuah gudang tua yang sudah kosong antara kelompok teroris Irlandia yang diketuai Chris (Cillian Murphy) dan sebuah geng penjual senjata yang dipimpin oleh Vernon (Sharlto Copley) dan tangan kanannya Ord (Armie Hammer). Karena beberapa hal, dimulai dari Vernon yang memberikan senjata yang tidak sesuai oleh pesanan sampai masalah personal yang akhirnya berujung pada aksi baku tembak menembak hingga akhir antara kedua kubu ini.

Layaknya saat Perang Dunia ke 1, saat itu ada dimana perang stagnan di suatu titik sehingga tidak maju maupun mundur dalam wilayah yang besar. Pada waktu itu, lubang pertahanan adalah pertahanan paling ampuh, jika saat musuh menembak, maka pihak yang diserang tinggal “menetap” di lubang tersebut. Hal ini terjadi di Free Fire, adegan baku tembaknya hanya di suatu ruangan dan seringkali mereka hanya bertahan saja di suatu titik, bahkan sambil mengisap ganja atau rokok! Sehingga kesan film action yang penjahat yang cepat mati atau jagoan yang sekali tembak langsung headshot itupun dipatahkan.

Dengan mengambil pendekatan, style, tone yang terinspirasi film dari Quentin Tarantino, Reservoir Dog hingga film-film Guy Ritchie (Snatch ataupun Lock, Stock and Two Smoking Barrels) menjadikan film ini cukup nyentrik dan unik. Hal ini terlihat juga dari banyaknya lontaran komedi hitam, kata-kata kasar, kekerasan yang tinggi, editing yang cepat, dialog-dialog yang panjang dan karakter yang bertingkah “slengean” memenuhi film ini.

Karena plot yang tipis dan praktis hampir sepanjang film latarnya hanya di gudang itu saja membuat pembangunan karakternya didapat dengan dialog-dialog yang menarik, lucu dan kasar. Itu pula yang menjadikan film ini agak repetitif, karena adegan aksinya sangat panjang dan seringpula istirahat dulu baru memulai aksinya lagi, sehingga tidak menghasilkan ketegangan yang memuncak.

freefire0004

Final Verdict:

Film yang kental dengan pendekatan, style maupun tone yang selama ini kita saksikan di film-film Quentin Tarantino dan Guy Ritchie ini cukup cerdas dengan humor satirnya yang lucu ditambah lagu-lagu dari 70 an yang enak didengar. Walau memang terasa cukup repetitif dan monoton pada pertengahan.

Trailer Free Fire: