Perusahaan produksi dan distributor film A24 yang beberapa tahun terakhir melejit karena film-film seperti It Comes at Night, A Ghost Story, Moonlight, Lady Bird, kembali mengeluarkan film horror terbarunya berjudul Hereditary. Hereditary merupakan debut penyutradaraan dari Ari Aster dan dibintangi oleh Toni Collette, Ann Dowd, Alex Wolff, Gabriel Byrne, Milly Shapiro, Mallory Bechtel.

Annie Graham (Toni Collette) adalah seorang seniman miniatur yang tinggal dengan suaminya, Steve (Gabriel Byrne), anak lelaki remajanya, Peter (Alex Wolff) dan anak perempuannya yang berumur 13 tahun, Charlie (Milly Shapiro). Saat pemakaman ibunya, Annie menjelaskan kalau hubungan dengan ibunya kurang baik. Annie melindungi Peter supaya nasibnya tidak sama seperti dengan ayahnya Annie dan saudara prianya yang meninggal dengan mengenaskan. Ibu Annie hanya dekat dengan Charlie. Suatu ketika terjadi kecelakaan saat Peter mengajak Charlie untuk datang ke pesta atas suruhan ibunya, sehingga Charlie meninggal dunia, sejak saat itu teror makin menghantui keluarga Annie yang sudah dihantui sejak ibunya meninggal.

Tragedi dan kutukan, itulah yang 2 kata yang tepat menggambarkan keluarga Annie. Ayahnya meninggal karena tidak mau makan dan akhirnya mati kelaparan, saudara lakinya gantung diri dan ibunya karena dementia, ditambah lagi anak perempuannya meninggal dengan kepala tercopot dari badannya pada kecelakaan aneh saat Peter buru-buru bergegas ke rumah sakit karena adiknya mengeluh sesak nafas karena tenggorokannya membesar. Sejak itu kondisi psikologis dari Annie yang diperankan dengan brilian dan sangat menjiwai oleh Toni Collette, semakin buruk saja. Dia sering mendengar suara-suara aneh, sering berhalusinasi sampai dengan tidur sambil berjalan. Bahkan Annie sempat menyakiti Peter yang dia salahkan atas kejadian meninggalnya dari Charlie. Toni Collette layak dilirik oleh juri Oscar atas perannya ini, apalagi saat dia berakting menangis tidak karuan saat Charlie meninggal ataupun teriakan-teriakan memekikan telinga saat kondisi psikologisnya terganggu. Alex Wolff yang memerankan Peter juga berhasil memberikan akting tertekannya karena merasa bersalah atas kematian adiknya dan dia terus saja diganggu oleh kuasa gelap dan roh pendendam dan membuatnya tidak fokus di sekolahnya. Gabriel Byrne berhasil pula berakting tenang dan kalem walau dari mimik muka sangat tertekan disaat keluarganya ditempa musibah hebat dan tidak bisa berbuat banyak atas masalah-masalah yang dihadapi dan lebih sering menghindar dari hal-hal itu.

Segala hal yang terdapat di film Heredity mengingatkan dengan cerita film Ordinary People (1980) yang memang sang sutradara Ari Aster terinspirasi dari film yang disutradarai oleh aktor gaek yang menjadi sutradara Robert Redford. Kemudian ada insipirasi dari film Don’t Look Now (1973) bagaimana keluarga Annie menghadapi kehilangan dan duka cita yang mendalam atas kehilangan dari Charlie. Tapi yang terpenting Hereditary terasa kuat inspirasinya dari film horor legendaris Rosemary‚Äôs Baby (1968) yang disutradarai oleh Roman Polanski.

Horor dalam Hereditary cenderung slow-burn / lambat panas dan tidak mengumbar-umbar penampakan jump scare murahan. Aster yang dibantu oleh sinematografi jempolan dari Pawel Pogorzelski sering menampilkan adegan dengan cahaya minimalis yang bernuansa creepy sehingga menghadirkan suasana dan mood yang dapat membuat bulu kuduk berdiri. Dari kegelapan-kegelapan tersebut tidak jarang pula terdapat penampakan-penampakan menyeramkan ataupun keheningan yang membuat suasana tidak nyaman. Pawel Pogorzelski juga menampilkan tata gambar inovatif saat seakan-akan miniatur rumah yang dibuat oleh Annie menyatu langsung dengan rumah kayu antik yang ditinggali Annie. Miniatur rumah ini seakan menjadi sebuah alegori maupun metafora atas keadaan nyata yang terjadi pada keluarga Annie. Kredit tersendiri patut diberikan untuk segi production design karena bisa membuat miniatur yang sedemikian detail. Begitupun dengan musik scoring mencekam yang diaransemen oleh saxophonist Colin Stetson yang membuat suasana semakin seram saja.

Kunci utama mengapa Hereditary menjadi begitu menakutkan dan membuat rasa tidak nyaman / unsetlling adalah sisi psikologis yang harus ditanggung oleh para tokohnya, bagaimana trauma, ketidakadilan dan rasa bersalah menghampiri para tokohnya. Seperti judulnya yaitu Hereditary, Annie seperti dikutuk dan tidak bisa berbuat apa-apa dilahirkan dengan keluarga yang disfungsional secara turun temurun sehingga harus menanggung beban berat, suaminya sudah capek untuk menanggung segala kegilaan dan keanehan keluarga Annie sehingga cenderung apatis, anaknya Peter merasa kurang kasih sayang dan ketakutan terhadap ibunya yang seperti orang gila sampai dengan mimik muka dan perilaku Charlie yang seperti dirasuki nuansa gelap seperti layaknya anak kecil pada film The Omen (1976). Sehingga menampilkan relasi keluarga yang sudah sangat tidak sehat lagi.

Final Verdict:

Sangat creepy, emosional dan menimbulkan rasa tidak nyaman, Hereditary menambah daftar karya horor berkualitas dari A24. Toni Collette berakting luar biasa sehingga patutnya juri-juri Oscar layak meliriknya. Setelah menonton Hereditary, Anda tidak akan mendengar suara klik lidah sama seperti biasanya.

Review Hereditary - Suasana Creepy dan Tidak Nyaman dalam Keluarga Disfungsional dan Terkutuk
9Overall Score
Reader Rating 4 Votes
8.0