Sewaktu kecil saat kita sedang asik memainkan board/video game kesayangan, kita seakan larut masuk ke dalam dunia permainan dan seringkali ingin agar dunia permainan itu nyata bagi kita. Pada film Jumanji yang dahulu rilis di tahun 1995 mengangkat premis itu, namun ternyata dunia permainan seringkali lebih berbahaya dari yang kita bayangkan. Setelah mendapatkan kesuksesan di film pertamanya, akhirnya Sony Pictures Entertainment merilis sekuelnya yang berjudul Jumanji: Welcome to the Jungle yang telah rilis di Indonesia mulai hari ini, 20 Desember 2017.

Dibuka dengan adegan di tahun 1996, Alex Vreeke menerima board game berjudul Jumanji dari ayahnya yang menemukannya saat jogging di pantai. Pada malamnya board game itu berubah menjadi video game, ketika Alex mencoba memainkannya, dia pun menghilang.

1 2

20 tahun kemudian, 4 orang dari sekolah SMA masuk kelas hukuman atas kesalahannya masing-masing. Saat mereka sedang berada di gudang untuk menyelesaikan hukumannya, mereka mendapati video game berjudul Jumanji dan mencoba untuk memainkannya. Tanpa disangka tiba-tiba mereka sudah berada di dalam hutan permainan Jumanji.

Kebanyakan dari film yang berbasis video game kurang dapat menyertakan unsur-unsur dari video game itu sendiri, walau memang Jumanji merupakan adaptasi dari buku Jumanji karya Chris Van Allsburg di tahun 1981. Namun suasana game-nya sangat terasa, bagaimana setiap pemainnya memiliki 3 nyawa, kekuatan dan kelemahan dari masing-masing karakter, cerita pendahuluan sebelum gameplay dimulai hingga karakter-karakter musuh/teman di dalam game yang hanya dapat berbicara/berperilaku sesuai dengan perannya masing-masing. Jake Kasdan sang sutradara dengan 5 penulis naskahnya cukup berhasil dalam membuat video game tampak nyata, seru dan menyenangkan seperti halnya saat kita sedang bermain video game.

3 4

Biasanya 5 penulis naskah dalam satu film, tidak akan menghasilkan sesuatu yang baik,  pihak produser tidak percaya atau kurang puas dengan hasil 1-2 orang penulis pendahuluan dan meminta jasa penulis naskah lainnya. Jumanji: Welcome to the Jungle membalikan paham itu dengan berbagai pendalaman karakter yang kuat dan karakter-karakternya yang untuk karena bertolak belakangnya karakter para tokohnya dalam kehidupan nyata dan dalam karakter di permainan.

Berbagai karakternya adalah Spencer Gilpin (Alex Wolff) merupakan seorang nerdy gamer yang penakut bahkan dengan tupai, bertubuh kerempeng dan tidak paham dalam dunia romansa. Dalam dunia game Spencer menjadi Dr. Smolder Bravestone (Dwayne Johnson), arkeologis yang berbadan tegap, besar, berotot, jago berkelahi dan hebatnya tidak memiliki kelemahan. Bethany Walker (Madison Iseman) cewek tercantik di sekolah tetapi malah menjadi Professor Sheldon Oberon (Jack Black),¬†cartographer, cryptographer dan paleontologist yang pintar namun memiliki tubuh yang gemuk dan mukanya kurang rupawan. Anthony “Fridge” Johnson (Ser’Darius Blain) atlit American Football yang bertubuh atletis yang jago berkelahi, malah mendapatkan tubuh kecil dan mungilnya zoologist Moose Finbar (Kevin Hart). Martha Kaply (Morgan Turner) kutu buku yang pemalu mendapatkan karakter Ruby Roundhouse (Karen Gillan) seorang petarung yang cantik.

5 6

Seiring berjalannya waktu, keempat tokoh utama ini mulai belajar untuk mengenal pribadi masing-masing dan berusaha untuk memperbaiki segala kelemahan-kelemahan mereka. Spencer harus dapat bersikap lebih berani lagi karena dia adalah pemimpin mereka. Fridge yang sebelumnya suka mem-bully orang lain dan bergaya sok, akhirnya mengalami rasanya di-bully dan bertubuh kecil. Bethany yang selalu menjadi pusat perhatian dan selalu mementingkan penampilan, mengalami rasanya menjadi seorang sosok yang gemuk. Martha yang pemalu untuk berbicara dengan lawan jenisnya juga belajar untuk bisa menghadapi rasa takutnya.

Berbagai karakter yang bertolak belakang ini menimbulkan gelak tawa, khususnya pada pada Professor Sheldon (Jack Black) yang menjadi sangat feminim tentu tidak sesuai dengan bentuk tubuh maupun mukanya, paling lucu dan menjadi gay joke saat Professor Sheldon menggoda dan menyukai 2 tokoh di dalam Jumanji yang rupawan. Moose Finbar (Kevin Hart) juga, otak dan pikirannya memang dia adalah sosok yang pemberani seperti Fridge, tapi apa mau dikata tubuhnya tidak mampu melakukannya. Akting yang menantang dari Dwayne Johnson, Jack Black, Chris Rock dan Karen Gillan karena mereka harus perperan menjadi anak-anak SMA dan karakternya berbeda dengan apa yang telah mereka lakukan sebelumnya. Hasilnya mereka melakukannya dengan baik.

Bagi yang merindukan sosok almarhum Robin Williams yang menjadi tokoh utama filmnya di tahun 1995, akan tersenyum karena ada satu adegan tribute yang mengenang sosoknya.

Final Verdict

Walau secara humor, ketegangan, sekuen aksi seharusnya bisa lebih baik lagi, Jumanji: Welcome to the Jungle memberikan sebuah coming of age story tentang pencarian jati diri dan menghadapi rasa takut dengan pengembangan karakter yang dibangun cukup kokoh. Ditambah lagi oleh akting-akting yang baik dari Dwayne Johnson, Jack Black, Kevin Hart dan Karen Gillan. Sebuah twist di ending juga turut memberikan nuansa kehangatan.

Photo: Sony Pictures Entertainment

Menyenangkan Layaknya Kita Sedang Bermain Game dengan Pendalaman Karakter yang Kuat
7Overall Score
Reader Rating 5 Votes
6.3