Review Kingsman: The Golden Circle (2017) - Sekuel Seru yang Tidak Boleh Dilewatkan Begitu Saja
7.5Overall Score
Reader Rating 0 Votes
0.0

Pada tahun 2015 larisnya Kingsman: The Secret Service hingga meraup lebih dari USD 400 juta (Rp 5,3 triliun) di seluruh dunia dari budget USD 81 juta (Rp 1,07 triliun), telah menjadi salah satu film yang meraih sukses besar pada 2015 lalu, hal inilah yang membuat studio tak akan menyianyiakan potensi besar film ini untuk di buatkan kisah selanjutnya.

Selain karena pencapaian gemilang tersebut sepertinya siapapun tak akan rela kalo pasukan intel yang dikomandoi Harry Hart berakhir begitu saja bahkan sang sutradara yg dulu alergi dalam menggarap sekuel dari filmnya sendiri, demi kecintaannya terhadap para tokoh dari kisah yang diambil dari komik karya dari Mark Millar terbitan Icon Comic tersebut langsung menggarap naskahnya untuk proyek sekuel ini dari pertengahan tahun 2015.

Cerita:

Film dibuka dengan pertarungan antara Eggsy (Taron Egerton) dan Charlie (Edward Holcroft) salah satu rekrutan Kingsman yg dulu gagal lolos seleksi, Sepertinya dendam Charlie kepada tim Kingsman atas kegagalannya membuatnya ingin melenyapkan organisasi tersebut.

Charlie yang kini direkrut oleh organisasi kriminal bernama Golden Circle yang di pimpin oleh Miss Poppy (Julianne Moore) yang menjadi penyuplai narkoba terbesar yg dikenal cerdas, sadis, ambisius, dan psikopat. Tanpa basa basi dengan mudahnya menghancur leburkan markas Kingsman dan membuat Eggsy kehilangan orang – orang terdekatnya.

Kehancuran kingsman membawa Eggsy dan Merlin (Mark Strong) ke sebuah organisasi mata mata bernama “Statesman” yang berpusat di Kentucky disana kita akan bertemu dengan Agent Ginger (Halle Berry), Tequila (Channing Tatum), Whiskey (Pedro Pascal) dan dimpin oleh Champagne (Jeff Bridges) dan dipertemukan kembali dengan Harry Hart (Collin Firth) dalam keadaan Amnesia.

Apa yang terjadi dengan Harry?

Apa yang diinginkan Miss Poppy?

Bagaimana mereka bekerja sama menggagalkan misi Golden Circle?

Review:

Berbicara tentang film agen rahasia rata rata identik dengan peralatan yang serba canggih dan agen yang serba bisa dengan misi menyelamatkan dunia, formula klise seperti itu sudah sering kita lihat di setiap film agen rahasia. Tapi disini sang sutradara mampu meracik formula klasik tersebut menjadi tetap segar dan renyah untuk dinikmati.

1 2

Tema yang diangkat juga cukup segar yaitu tentang peredaran narkoba yang masih menjadi polemik di masyarakat sampai saat ini yang digabungkan dengan kepentingan politik yang bertentangan dengan Hak Asasi Manusia tak ketinggalan juga disisipi dengan unsur dendam di dalamnya.

Sepanjang film kita dimanjakan dengan adegan adegan pertarungan yang cukup memukau, ditambah adegan slow motion yang mampu menciptakan sinematografi yang cantik diiringi dengan soundtrack soundtrack musik yang menambah film ini semakin memicu adrenalin. Ditambah lagi humor yang pas mampu mengocok perut penonton di sepanjang film. Dengan peralatan yang serba canggih, sepertinya tim production design yang dikomandoi Darren Gilford yang sebelumnya juga terlibat dalam film Star Wars: The Force Awakens, Oblivion, Tron Legacy memang tidak pernah kehabisan ide, banyak peralatan canggih dengan design futuristik tapi tetap terlihat klasik yang mungkin jarang kita temukan di film – film sejenis.

3 4

Performa para cast nya yang mumpuni mampu membangun chemistry satu sama lain ditambah juga kisah romantisme Eggsy dan Princess Tilde (Hanna Alstrom) yang lucu dan menggemaskan. Angkat jempol untuk penampilan Juliana Moore disini sebagai villain yang mampu menampilkan kesan wanita yang psikopat dan mematikan sungguh penampilan yang berbeda dari film yg biasa dia bintangi.

Apa yang kurang di film ini? Di pertengahan alurnya sedikit bertele – tele ada beberapa adegan yang sebenernya tidak terlalu penting sehingga ada scene yang buat saya sia – sia yang membuat twist yang ditawarkan di akhir film menjadi mudah ditebak ditambah lagi dengan motif yang tidak terlalu kuat.

Untuk yang berharap banyak terhadap Channing Tatum, disini penampilannya tidak terlalu di eksplore banyak, alasannya akan terjawab di akhir film

Special Apperance ditujukan untuk penampilan Elton John yang secara mengejutkan mampu membuat seisi studio bertepuk tangan sambil tertawa lepas.

Sebagai film Sekuel yang ngepop cukup memukau, memberikan kejutan dari awal sampai akhir dengan porsi yang pas dengan visual yang memanjakan mata, Matthew Vaughn tau benar cara memanjakan penonton agar tidak beranjak selama 140 menit dari bangku penonton. Sungguh sekuel yang sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Sudah mulai tayang sejak hari ini, 20 September 2017

Photo: 20th Century Fox